Penerapan Prinsip Kehati-Hatian pada Tahap Analisis untuk Kredit Pegawai Guna Mencegah Terjadinya Kredit Bermasalah : Studi di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Madiun

Alfianti, Luffita (2011) Penerapan Prinsip Kehati-Hatian pada Tahap Analisis untuk Kredit Pegawai Guna Mencegah Terjadinya Kredit Bermasalah : Studi di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Madiun. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Latar belakang penulisan skripsi ini adalah terdapat kredit pegawai (kredit BRIGuna) yang bermasalah di PT. BRI (Persero) Cabang Madiun, yaitu sekitar 0.7%. Padahal pengembalian kredit BRIGuna berasal dari fixed income debitur. Sehingga penulis merumuskan masalah bagaimana penerapan prinsip kehatihatian pada tahap analisis untuk kredit pegawai guna mencegah terjadinya kredit bermasalah di PT. BRI (Persero) Cabang Madiun serta apa saja faktor pendukung dan penghambat penerapan prinsip kehati-hatian tersebut. Jenis penelitian adalah empiris dan metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis sosiologi. Lokasi penelitian adalah di PT. BRI (Persero) Cabang Madiun dengan alasan masih adanya kredit BRIGuna bermasalah walaupun prosentasenya kecil. Penerapan prinsip kehati-hatian pada tahap analisis untuk kredit pegawai dilakukan dua tahap, yaitu penilaian kelayakan instansi/perusahaan oleh pejabat kredit lini dan penilaian kelayakan calon debitur oleh pejabat pemrakarsa. Penilaian kelayakan instansi/perusahaan menganalisis stabilitas finansial perusahaan, meliputi pertumbuhan laba bagi perusahaan dan kestabilan kondisi serta ada/tidaknya pengurangan pegawai bagi instansi. Kategori yang kedua adalah status instansi/perusahaan yang terdiri dari lama berdiri dan struktur instansi/perusahaan. Tahap analisis kelayakan calon debitur dilakukan dengan menggunakan sistem Credit Risk Scoring (CRS). Pada CRS ini terdapat dua kategori yang dinilai, yaitu kategori finansial yang berpengaruh sebesar 46% dan kategori non-finansial yang berpengaruh 54%. Kategori finansial melihat perbandingan jumlah penghasilan bersih dan jumlah angsuran. Sedangkan faktor non-finansial meliputi kepemilikan rekening simpanan dan pinjaman, penguasaan cash flow, usia kepemilikan tempat tinggal, lama menetap, lama bekerja dan kelangkapan dokumen. Faktor pendukung penerapan prinsip kehati-hatian pada tahap analisis untuk kredit pegawai di PT. BRI (Persero) Cabang Madiun, yaitu faktor intern meliputi ketelitian oleh pejabat pemrakarsa dan pemutus kredit serta adanya Bank Indonesia Checking. Faktor ekstern antara lain adalah kejujuran nasabah dan adanya hubungan baik dengan pejabat instansi/perusahaan yang bersangkutan. Sedangkan faktor penghambatnya dari intern adalah adanya target tahunan pemasaran kredit BRIGuna dan tidak dihiraukannya NPL bagi instansi/perusahaan. Faktor penghambat ekstern adalah informasi mengenai nasabah yang kurang detail serta bendahara instansi/perusahaan yang melakukan kecurangan. Pejabat pemrakarsa dalam menganalisis kalayakan calon debitur harus lebih jeli dan mendalam, yaitu benar-benar memperhatikan track record serta pengcross-checkkan kelengkapan dokumen calon debitur sehingga kredit BRIGuna bermasalah menjadi 0%.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FH/2011/49/051101531
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 28 Mar 2011 09:07
Last Modified: 31 Mar 2022 07:09
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/111145
[thumbnail of 051101531.pdf]
Preview
Text
051101531.pdf

Download (4MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item