Kendala Penyidik Polri Dalam Proses Penyidikan Tindak Pidana Illegal Logging Di Hutan Milik Perhutani Kabupaten Blitar (Studi Di Kepolisian Resor Blitar

FarizalYuniansyah (2011) Kendala Penyidik Polri Dalam Proses Penyidikan Tindak Pidana Illegal Logging Di Hutan Milik Perhutani Kabupaten Blitar (Studi Di Kepolisian Resor Blitar. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Dalam penulisan skripsi ini penulis membahas mengenai kendala yang dihadapi oleh penyidik Polri dalam Proses penyidikan tindak pidana illegal logging yang terjadi di hutan milik Perhutani Kabupaten Blitar dan mengenai upaya yang dilakukan penyidik Polri dalam menyelesaikan kendala yang dihadapi dalam proses penyidikan tindak pidana illegal logging. Hal ini dilatarbelakangi oleh fenomena tindak pidana illegal logging yang marak terjadi di Kabupaten Blitar. Dalam dua tahun terakhir (2009-2010) telah terjadi 9 kasus illegal logging di kawasan hutan Kabupaten Blitar. Penulis memilih lokasi penelitian di Polres Blitar, karena peningkatan kasus illegal logging di Kabupaten Blitar sangat drastis dan pada kasus illegal logging yang terjadi di Bulan Agustus 2010, memiliki perbedaan dari kasus illegal logging yang lainnya yang terjadi di Kabupaten Blitar. Metode pendekatan yang digunakan adalah Yuridis Sosiologis, sedangkan metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskrptif kualitatif. Pada penelitian ini didapat bahwa dalam proses penyidikan tindak pidana illegal logging di hutan milik Perhutani terdapat 5 kendala yang dihadapi penyidik Polri yaitu, (1) Bukti petunjuk yang sedikit dan Susahnya membuktikan pelaku utama , (2) Kesulitan dalam mengangkat barang bukti dari TKP ke tempat penampungan, (3) Kesulitan membuktikan kayu curian, (4) Faktor sarana dan prasarana, dan (5) Faktor masyarakat sekitar hutan. Sedangkan upaya penyidik Polri dalam menyelesaikan kendala yang ada yaitu: (1) Melakukan olah TKP yang mendalam untuk mencari barang bukti tambahan untuk menemukan pelaku utama, (2) Melakukan kerjasama dengan pihak Perhutani untuk mengangkat barang bukti dari TKP ke tempat penampungan barang bukti, (3) Melakukan cek tunggak kayu dan cek balak kayu, (4) Menganggarkan dana untuk pemenuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, (5) Melakukan penyuluhan kepada masyarakat sekitar hutan. Melihat fakta tersebut maka hendaknya pihak Kepolisian melakukan peningkatan keamanan dan penjagaan di setiap hutan yang ada di Kabupaten Blitar serta melengkapi saran dan prasarana yang memang di perlukan dalm proses penyelesaian kasus illegal logging yang terjadi. Langkah selanjutnya yaitu dengan melakukan sosialisasi terhadap masyarakat mengenai kerugian-kerugian yang ditimbulkan akibat illegal logging serta memberikan keterampilan bagi masyarakat di kawasan sekitar hutan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FH/2011/4/051100868
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Unnamed user with email repository.ub@ub.ac.id
Date Deposited: 25 Mar 2011 09:14
Last Modified: 22 Oct 2021 05:51
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/111129
[thumbnail of 051100868.pdf]
Preview
Text
051100868.pdf

Download (1MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item