Upaya Bank Dalam Memperoleh Hak Pada Perjanjian Kredit : Studi di Bank BRI Cabang Probolinggo

Finishia, Femmy (2011) Upaya Bank Dalam Memperoleh Hak Pada Perjanjian Kredit : Studi di Bank BRI Cabang Probolinggo. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Hapus Buku (Write Off) adalah pinjaman macet yang tidak dapat ditagih lagi, kemudian dihapusbukukan dari neraca (on-balance sheet) dan dicatat pada rekening administratif (off-balance sheet). Penghapusbukuan pinjaman macet tersebut dibebankan pada akun penyisihan penghapusan aktiva produktif, dalam upaya memperbaiki kondisi kualitas aktiva produktif guna mempertahankan tingkat kesehatan bank. Meskipun pinjaman macet tersebut telah dihapusbukukan, namun hal ini hanya bersifat administratif sehingga penagihan terhadap debitur tetap dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya bank dalam memperoleh hak pada perjanjian kredit pasca write off di kantor BRI Cabang Probolinggo serta faktor pendukung dan penghambat pihak bank untuk memperoleh hak dalam perjanjian kredit akibat diberlakukannya write off. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis, dengan obyek penelitian adalah seluruh karyawan yang terkait dalam perjanjian kredit di BRI Cabang Probolinggo. Sedangkan sampel dari populasi tersebut adalah karyawan yang bertugas memberikan dan menganalisis kredit kepada calon nasabah kredit dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan studi kepustakaan. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dari hasil wawancara dan dianalisa berdasarkan pasal 12A UU Nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU Nomor 7 tahun 1992 tentang Perabankan, serta pasal 45 dan pasal 69 Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/2/PBI/2005 Tentang Penilaian Kualitas Bank Umum mengenai Penyisihan Penghapusan Aktiva. Upaya bank dalam memperoleh haknya untuk mendapatkan kembali dana yang diberikan kepada nasabah sebagai pinjaman ialah tetap melakukan pengawasan dan pembinaan secara berkala. Selain itu, pihak bank juga melakukan tindakan-tindakan secara langsung kepada debitur, yakni dengan mendorong nasabah agar segera menjual asetnya untuk melunasi kredit, mendorong nasabah agar mencari sumber dana dari pihak lain, dan mendorong nasabah agar mencari pembeli jaminan sehingga dapat dijual dengan dibawah tangan. Namun apabila tindakan-tindakan tersebut tidak berhasil maka dapat menempuh jalur hukum dalam hal ini melalui DJUPLN (Direktorat Jenderal Urusan Piutang dan Lelang Negara). Terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat yang dialami oleh pihak bank dalam memperoleh haknya dalam hal ini ialah hak untuk mendapatkan kembali dana yang diberikan kepada nasabah sebagai pinjaman. Faktor pendukungnya ialah apabila terdapat jaminan yang telah diserahkan oleh debitur dan telah diikat oleh bank sehingga bank memiliki hak eksekutorial, serta pada saat debitur berlaku kooperatif. Sedangkan faktor penghambatnya ialah apabila jaminan yang diserahkan debitur tidak terjual dengan harga sesuai dengan besarnya kredit yang telah diberikan bank dan apabila debitur non kooperatif.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FH/2011/164/051103018
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Unnamed user with email repository.ub@ub.ac.id
Date Deposited: 06 Sep 2011 09:39
Last Modified: 28 Mar 2022 01:26
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/110913
[thumbnail of 051103018.pdf]
Preview
Text
051103018.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item