Kendala Pelaksanaan Hak Untuk Memperoleh Pendidikan Bagi Anak Didik Pemasyarakatan (Studi di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Blitar

ErlikSuciningtyas (2009) Kendala Pelaksanaan Hak Untuk Memperoleh Pendidikan Bagi Anak Didik Pemasyarakatan (Studi di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Blitar. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Dalam penulisan Skripsi ini penulis membahas mengenai masalah kendala pelaksanaan hak untuk memperoleh pendidikan bagi anak didik pemasyarakatan. Hal ini dilatarbelakangi dengan adanya hak untuk memperoleh pendidikan bagi anak didik pemasyarakatan yang ada di dalam Lembaga Pemasyarakatan Anak Klas IIA Blitar yang sampai saat ini belum bisa diberikan secara maksimal. Dalam upaya mengetahui kendala-kendala yang menghambat pelaksanaan hak untuk memperoleh pendidikan bagi anak didik pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Anak Klas IIA Blitar serta upaya-upaya dalam mengatasi kendala tersebut, maka metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis sosiologis, mengkaji dan menganalisis permasalahan yang secara yuridis menjadi latar belakang masalah yang akan diteliti dan sosiologis mengenai kinerja petugas lembaga pemasyarakatan untuk melaksanakan hak anak didik pemasyarakatan dalam memperoleh pendidikan di Lembaga Pemasyarakatan Anak Klas IIA Blitar. Kemudian seluruh data yang ada dianalisis secara deskriptif analitis. Berdasarkan hasil penelitian, penulis memperoleh jawaban atas permasalahan yang ada bahwa kendala yang menghambat berasal dari anak didik pemasyarakatan, orang tua, sekolah yang lama dan petugas lembaga pemasyarakatan. Metode pembelajaran pendidikan formal di dalam kelas yang diterapkan di Lembaga Pemasyarakatan Anak Klas IIA Blitar membuat anak didik pemasyarakatan cepat jenuh dan bosan. Yang paling banyak menghambat adalah orang tua yang tidak mau bekerja sama dan menganggap bahwa pendidikan formal yang diberikan selama menjalani masa pidana di dalam Lembaga Pemasyarakatan itu tidak ada gunanya dan sia-sia. Padahal pendidikan tersebut penting untuk masa depan Anak Didik Pemasyarakatan dan bagi yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan pengajaran di Lembaga Pemasyarakatan akan memperoleh Surat Tanda Tamat Belajar dari instansi yang berwenang. Selain itu, pihak sekolah yang lama juga tidak mau bekerja sama dan memberikan data-data yang dibutuhkan seperti raport dan surat keterangan pindah sekolah dengan alasan tidak ingin nama baik sekolahnya tercemar. Menyikapi fakta-fakta tersebut di atas, maka diperlukan metode pembelajaran baru yang dapat membuat anak didik pemasyarakatan semangat untuk belajar seperti metode pembelajaran di luar kelas. Selain itu, perlu suatu pemahaman yang lebih mendalam mengenai hak untuk memperoleh pendidikan bagi anak didik pemasyarakatan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FH/2009/124/050901489
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Unnamed user with email repository.ub@ub.ac.id
Date Deposited: 22 May 2009 10:11
Last Modified: 19 Oct 2021 03:02
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/110341
[thumbnail of 050901489.pdf]
Preview
Text
050901489.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item