Motif Angkatan Kerja Bekerja Pada Sektor Informal di Kota Malang (Studi Kasus Pada Pedagang Kaki Lima di Pasar Besar Malang)

AangWahyudi (2009) Motif Angkatan Kerja Bekerja Pada Sektor Informal di Kota Malang (Studi Kasus Pada Pedagang Kaki Lima di Pasar Besar Malang). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Pedagang kaki lima sebagai salah satu sektor informal selalu menjadi topik yang seolah tidak pernah selesai diperbincangkan disetiap kota di Indonesia. Keberadaannya pada satu sisi dianggap sangat membantu dalam melayani konsumen menengah ke bawah dan sebagai jalan keluar alternatif dari terbatasnya kesempatan kerja pada sektor formal. Namun, pada sisi lain dianggap sebagai "penyakit" perkotaan yang harus disingkirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif angkatan kerja bekerja pada sektor informal yaitu dengan berprofesi sebagai pedagang kaki lima, ditengah pandangan sebagian pihak yang menganggap profesi tersebut sebagai "penyakit" dan sumber ketidak teraturan yang harus disingkirkan. Penelitian ini merupakan penelitian kualtatif dengan pendekatan fenomenologis dan menggunakan data primer yang diperoleh langsung dari informan melalui wawancara, pengamatan langsung dan dokumentasi yang kemudian direduksi dan diperiksa keabsahannya secara induksi melalui triangulasi dan diskusi. Hasil analisa yang diperoleh menunjukkan bahwa motif angkatan kerja bekerja pada sektor informal didasari oleh motif ekonomi yaitu terdesak oleh pemenuhan kebutuhan yang disertai oleh rasa keterpaksaan. Berkali-kali gagal memperoleh pekerjaan pada sektor formal yang disebabkan rendahnya keterampilan dan tingkat pendidikan yang dimiliki serta terbatasnya lapangan pekerjaan pada sektor formal yang sesuai dengan keterampilan dan tingkat pendidikan mereka yang rendah, menyebabkan angkatan kerja memasuki sektor informal. Sedangkan motif angkatan kerja berprofesi sebagai pedagang kaki lima didasari oleh motif ekonomi dan non ekonomi. Motif ekonomi berupa tingkat keuntungan yang cukup menjanjikan serta keinginan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan untuk merubah nasib agar dapat keluar dari kemelut kemiskinan. Sedangkan motif non ekonomi yaitu kemudahan akses dan tarikan komunitas yang sudah lebih dulu ada di Malang. Dimana kemudahan akses tersebut berupa tingkat pendidikan dan keterampilan yang tidak harus tinggi untuk menjadi seorang pedagang kaki lima. Sedangkan untuk tarikan komunitas adalah berupa kesuksesan yang dialami oleh kerabat dan sanak famili angkatan kerja informal, yang mereka harapkan akan berulang pada diri mereka, yaitu menjadi pedagang kaki lima yang sukses seperti kerabat mereka di Malang.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FE/2009/472/050902809
Subjects: 300 Social sciences > 330 Economics
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Ilmu Ekonomi
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 08 Oct 2009 11:19
Last Modified: 22 Oct 2021 09:38
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/104357
[thumbnail of 050902809.pdf]
Preview
Text
050902809.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item