Model Fasilitas Pembiayaan Sekunder Perumahan (Secondary Mortgage Facility) Sebagai Alternatif Pembiayaan Perumahan di Indonesia.

Priharti, DimasVeronica (2007) Model Fasilitas Pembiayaan Sekunder Perumahan (Secondary Mortgage Facility) Sebagai Alternatif Pembiayaan Perumahan di Indonesia. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Sektor perumahan di Indonesia menjadi perhatian utama setelah terjadi kekurangan perumahan yang layak bagi masyarakat sebesar 5,93 juta unit per tahun 2003. Permasalahan terbesar yang dihadapi oleh para pelaku dalam pasar perumahan adalah sektor pembiayaan perumahan yang kurang memadai bagi peningkatan kualitas dan kuantitas perumahan di Indonesia. Hal ini dikarenakan karakteristik pembiayaan perumahan yaitu nilai pembiayaan besar dan jangka waktu jatuh tempo yang panjang. Di berbagai negara lain saat ini telah digunakan sebuah model pembiayaan alternatif yang dapat mengatasi masalah tersebut. Secondary mortgage facility adalah model yang dianggap mampu mengatasi permasalahan kurangnya pembiayaan perumahan bagi sektor perumahan. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk melihat kondisi pembiayaan perumahan di Indonesia sampai dengan saat ini. Setelah mengetahui kondisi aktual saat ini maka akan dibentuk karakteristik model secondary mortgage facility yang sesuai bagi Indonesia. Berdasarkan tinjauan pustaka yang digunakan dalam penelitian ini diketahui bahwa terdapat beberapa model pembiayaan perumahan. Penggunaan model pembiayaan perumahan dalam suatu perekonomian sangat dipengaruhi oleh karakteristik perekonomian tersebut. Terdapat delapan model pembiayaan perumahan yang dibagi berdasarkan kompleksitas, mekanisme, dan sumber dana. Model terbaru yang digunakan adalah secondary mortgage facility dan secondary mortgage market. Dalam penggunaannya secondary mortgage market digunakan dalam perekonomian yang lebih maju. Model secondary mortgage facility mempunyai tujuan utama untuk menyediakan sumber dana jangka panjang bagi sektor perbankan yang akan digunakan untuk pembiayaan perumahan. Teori mengenai penawaran kredit juga digunakan untuk mendukung analisa mengenai kondisi pembiayaan perumahan di Indonesia saat ini. Mengacu pada teori tersebut maka penelitian ini menggunakan empat variabel bebas dengan variabel terikat yaitu kredit konsumsi yang disalurkan oleh perbankan bagi KPR (Y). Variabel bebas yang digunakan adalah, suku bunga kredit konsumsi (X1), jumlah Dana Pihak Ketiga (X2), rasio NPL terhadap kredit perumahan (X3), dan jumlah modal perbankan (X4). Penelitian ini merupakan penelitian ekplanatori yang menggunakan dua pendekatan, yaitu kuantitatif untuk mengetahui kondisi pembiayaan perumahan di Indonesia dan kualitatif untuk menjelaskan karakteristik secondary mortgage facility yang sesuai bagi perekonomian Indonesia. Penelitian ini menggunakan data time series bulanan periode 2003:1–2006:12 yang didapatkan dari Bank Indonesia dan Pusat Studi Properti Indonesia. Selanjutnya juga digunakan uji statistik dan uji asumsi klasik guna pengujian analisa regresi yang dilakukan. Melalui hasil analisa regresi didapatkan bahwa keempat variabel terbukti secara signifikan mempengaruhi penyaluran kredit perumahan di Indonesia. Variabel tingkat suku bunga (X1) dan rasio NPL terhadap jumlah kredit perumahan (X3) berhubungan negatif dengan kredit perumahan yang disalurkan. Sedangkan variabel jumlah Dana Pihak Ketiga (X2) dan jumlah modal perbankan (X4) berhubungan positif dengan kredit perumahan yang disalurkan. Berdasarkan teori penawaran kredit yang digunakan seluruh hasil analisa tersebut sesuai dengan teori kecuali tingkat bunga kredit perumahan yang berlainan dengan teori. Berdasarkan kondisi pembiayaan perumahan aktual tersebut maka dapat disusun sebuah model secondary mortgage facility yang sesuai dengan karakteristik perekonomian Indonesia. Model tersebut telah mengakomodasi berbagai tingkat pendapatan masyarakat dan juga menambahkan perlunya peningkatan kualitas manajemen resiko kredit perumahan dengan membangun lembaga asuransi dan pemeringkat kredit perumahan. Berdasarkan analisa yang dilakukan maka didapatkan kesimpulan bahwa kondisi pembiayaan perumahan di Indonesia masih didominasi oleh penggunaan Dana Pihak Ketiga sebagai sumber dana. Kondisi ini dapat diatasi dengan menggunakan model secondary mortgage facility yang sesuai dengan karakteristik perekonomian Indonesia.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FE/2007/392/050702445
Subjects: 300 Social sciences > 330 Economics
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Ilmu Ekonomi
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 27 Sep 2007 00:00
Last Modified: 20 Oct 2021 10:14
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/103233
[thumbnail of 050702445.pdf]
Preview
Text
050702445.pdf

Download (3MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item