BKG

Tyas, Nevi Setyaning (2017) Pengaruh Frekuensi Penggantian Balutan Kompres Betaine Polyhexanide 0,1% Dengan Foam Dressing Pada Tingkat Kelembaban 80% Terhadap Jumlah Pembuluh Darah Pada Luka Bakar Derajat Iia Model Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Galur Wistar. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Moist Wound Healing adalah metode mempertahankan kelembaban luka sehingga dapat meningkatkan proliferasi dan meningkatkan jumlah pembuluh darah. Betaine polyhexanide 0,1% adalah cairan yang digunakan untuk membersihkan dan melembabkan luka serta dan berperan sebagai antimikroba, sedangkan foam adalah jenis balutan modern yang dapat menjaga kelembaban luka, sehingga dapat mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi penggantian balutan kompres betaine polyhexanide 0,1% dengan foam dressing pada tingkat kelembaban 80% terhadap jumlah pembuluh darah pada luka bakar derajat IIA model tikus putih (Rattus Norvegicus) galur wistar. Penelitian ini menggunakan metode Rendomized Posttest Only Controlled Group Design dilakukan terhadap 24 tikus putih wistar jantan selama 14 hari. Sampel dibagi dalam 4 kelompok, setiap kelompk terdiri dari 6 ekor tikus yaitu kelompok “setiap 24 jam”, kelompok “setiap 48 jam”, kelompok “setiap 72 jam” dan kelompok kontrol. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah persentase pembentukan jumlah pembuluh darah. Uji Shapiro-Wilk dan Levene didapatkan nilai signifikan (p>0.05) menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen. Uji One Way ANOVA didapatkan nilai signifikan (p<0.05) dengan nilai tertinggi terdapat pada kelompok perlakuan dengan penggantian balutan setiap 72 jam. Kesimpulan penelitian ini adalah perawatan luka bakar derajat IIA yang memiliki jumlah pembuluh darah tertinggi adalah pada kompres betaine polyhexanide 0,1% dengan foam pada penggantian setiap 72 jam.

English Abstract

Moist Wound Healing is a method of retaining moisture so can increasing proliferation and increase and synthesis of angiogenesis. Betaine polyhexanide 0,1% is a liquid that is used to clean and mosturizer the wound and as antimicrobial, while the foam is a kind of modern dressing to keep the wound moisture, so it can accelerate wound healing. This study aimed to determine the effect of dressing replacement frequency with betaine polyhexanide 0.1% compress with foam dressing on the moisture level of 80% to the amount of blood vessel in burns grade IIA at albino wistar rat (rattus norvegicus). this study used posttest only rendomized contolled group design conducted on 24 male albino wistar for 14 days. the samples were divided into 4 groups, every group has 6 rats, those are "every 24 hours" group, "every 48 hours" group, "every 72 hours" group and control group. The variables measured in this study was the percentage of blood vessel. The Shapiro Wilk and Levene test significant value (p> 0.05) showed normal distribution and homogeneous. One Way ANOVA test was found significant (P <0.05) with the highest amount of blood vessel when using betaine polyhexanide 0.1% is on every 72 hours groups. The conclusion of this study is the treatment of burns grade IIA that has optimal the highest amount of total blood vessel is every 72 hours.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FK/2017/247/051705384
Uncontrolled Keywords: Foam dressing, Betaine Polyhexanide 0,1%, Jumlah Pembuluh Darah, Luka Bakar, Frekuensi penggantian balutan
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 617 Surgery, regional medicine, dentistry, ophthalmology, otology, audiology > 617.1 Injuries and wounds > 617.11 Burns and scalds > 617.110 6 Burns and scalds--Treatment
Divisions: Fakultas Kedokteran > Ilmu Keperawatan
Depositing User: Kustati
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/981
Text
Nevi Setyaning Tyas.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item