BKG

Perawira, I Gusti Bagus Yuda (2018) Efektivitas Pasal 10 Ayat (1) Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 4 Tahun 2013 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (Studi Di Pura Di Kota Mataram). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Pada Skripsi ini, Penulis mengangkat Permasalahan Efektivitas Pasal 10 Ayat (1) Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 4 Tahun 2013 Tentang Kawasan Tanpa Rokok. Pilihan judul ini dilatar belakangi kesadaran hukum dalam masyarakat masih terbilang kurang, hal ini terbukti masi banyaknya perokok yang melakukan kegiatan merokok di area pura, karena banyaknya masyarakat yang belum mengetahui terkait Perda KTR Kota Mataram, serta budaya dari masyarakat itu sendiri yang mengatakan merokok di tempat ibadah tidak dilarang ataupun dilarang dalam budaya masyarakat Hindu, serta masih jarangnya aparat penegak hukum di dalam menegakan hukum mengenai larangan merokok di kawasan pura padahal sudah ada aturan yang mengatur, serta masih belum adanya tanda-tanda larangan merokok di kawasan pura. Berdasarkan latar belakang diatas penulis mengangkat rumusan masalah : Bagaimana Efektivitas Pasal 10 Ayat (1) Perda KTR Kota Mataram, serta Apa Hambatan dan upaya Efektivitas Pasal 10 Ayat (1) Perda KTR Kota Mataram. Kemudian penulisan karya tulis ini menggunakan metode empiris dengan metode pendekatan yuridis sosiologis. Data primer,data sekunder yang diperoleh oleh penulis akan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian diatas Tidak efektivnya Pasal 10 ayat (1) Perda KTR Kota Mataram adanya beberapa hambatan dari berbagai faktor, pertama faktor penegak hukum yaitu ketua krama pura yang masih belum melakukan kewajibannya sebagai penegak hukum dikarenakan tidak adanya sosialisasi dari pemerinta daerah kota mataram sehingga ketua krama pura tidak bisa melakukan kewajibannya, faktor sarana dan fasilitas yang menjadi tanggung jawab dari ketua krama pura dalam memasang tanda-tanda larangan meroko di pintu utama pura dan juga kawasan pura yang mudah dilihat, faktor masyarakat menjadi salah satu faktor juga yang membuat tidak efektivnya Pasal 10 ayat (1) Perda KTR Kota Mataram diakrenakan masih belum tahunya masyarakat mengenai Perda KTR Kota Mataram dan merokok di pura telah menjadi kebiasaan dari masyarakat yang melakukan peribadahan di pura. Faktor budaya juga adalah salah satu dari faktor yang membuat tidak efektivnya aturan tersebut dikarenakan didalam aturan hindu tidak mengenal adanya sesuatu yang dilarang maupun tidak dilarang melainkan makanan itu ditujukan untuk siapa, sesuatu apapun dimakan berlebihan didalam konsepsi hindu pasti tidak baik bagi kesehatan. penelitian ini terdapat berbagai hambatan didalam melakukan penegakan hukum xi yang dialam oleh penegak hukum yaitu ketua krama pura selaku penegak hukum, pertama adanya hambatan mengenai sumber daya masyarakat yang dimilki phak krama pura membuat ketua krama pura belum bisa melakukan pengawasan secara maksimal mengenai larangan merokok di pura. Faktor kedua yaitu faktor kurang sadarnya masyarakat mengenai atuarn hukum dan kesehatan membuat masyarakat banyak melakukan aktivitas merokok di pura serta kurang pahamnya mengenai konsepsi yang menajdi landasan hindu yaitu tri kaya parisudha. Ketua krama pura juga sedang melakukan upaya berupa membentuk tim pengawasan bersama banjar atau lingkungan hindu terdekat dengan lokasi pura untuk melakukan pengawasan mengenai larangan merokok ini dan akan dilakukan secara bergilir. Upaya lainnya yang akan dilakukan yaitu melakukan penyuluhan mengenai kesehatan mengenai bahaya merokok dan adanya larangan merokok di pura serta penjelassan konsepsi hindu mengenai tri kaya parisudha yang harus ditanamkan sejak dini kepada masyarakat hindu.

English Abstract

The author, in this research, took a problem about the effectiveness of Article 10 Paragraph (1) Regional Regulation of Mataram City No. 4 of 2013 about Non Smoking Areas. Background of this title is that the legal awareness in society is still less, that proved with many smokers in temple’s area because there were many people didn’t know Regional Regulation of Mataram about Non Smoking Areas, their culture that said smoking in temples were not prohibited in Hindu society, the minimal control of law officers, and there were still no signs of no smoking at temples. Because of that background, the author took a problem formula about : The Effectiveness of Article 10 Paragraph (1) Regional Regulation of Mataram City No. 4 of 2013 about Non Smoking Areas, the obstacles, and how to overcome the obstacles. The author used empiric method with sociological-juridical approach. Primary data, secondary data that collected will be analyze with descriptive-qualitative method. Based on the research: Article 10 Paragraph (1) Regional Regulation of Mataram City No. 4 of 2013 about Non Smoking Areas was still not effective because of several factors. First is the law enforcement factor. The temple’s chairman hasn’t done his duty yet as a law enforcement due to less socialization from local government of Mataram. Then, the facilities factor that was the responsibility of the temple’s chairman to put the no smoking signs at the main entrance and unseen site of the temple has not done yet. Society factor also was one of several factors that made the regulation was still not effective. People still didn’t know about Article 10 Paragraph (1) Regional Regulation of Mataram City No. 4 of 2013 about Non Smoking Areas and smoking was still becoming a habit for those who were doing worship at the temple. Beside that, cultural factor also one of several factors. Hindu doesn’t recognize what are prohibited and not prohibited, but tho whom the foods are intended for. All things that consumed excessive are not good for health in Hindu concept. In this research, there are obstacles experienced by the temple’s chairman as a law enforcement. First is obstacle in human resources of temple that couldn’t xiii control the non smoking areas maximally. Second factor is less conscious of society about law regulation and health, so there were still lot of people who were smoking in temples and less understood about conception which also as a foundation in Hindu, Tri Kaya Parisudha’’. The temple’s chairman already did some efforts, such as formed a supervisor team with banjar or closest Hindu areas to the temple’s location to control about this non smoking areas regulation and will be done in rotation. The other effort is did a socialization about health, the danger effect of smoking, non smoking areas in temples, and Hindu’s conception about ‘Tri Kaya Parisudha’ that should be early implanted to Hindu society.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FH/2018/92/051802929
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 300 Social sciences > 348 Laws, regulations, cases > 348.598 Laws, regulations, cases (Indonesia)
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/9636
Text
BAGIAN DEPAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item