BKG

Jayani, Muhammad Arif (2018) Analisis Scp (Structure, Conduct And Performance) Pada Pemasaran Ikan Koi (Cyprinus Carpio) Di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kabupaten Tulungagung merupakan kawasan minapolitan perikanan budidaya dalam bidang ikan hias. Dinas KKP Kabupaten Tulungagung (2014) merincikan untuk pembudidaya ikan hias di Kabupaten Tulungagung berjumlah 1.295 RTP (Rumah Tangga Pembudidaya) atau sebanyak 2.207 orang. Adapun pembudidaya ikan hias tersebut tersebar pada empat Kecamatan yaitu di Kecamatan Sumbergempol, Kedungwaru, Boyolangu dan Tulungagung. Salah satu jenis ikan hias yang dibudidayakan dan dipasarkan di Kabupaten Tulungagung adalah Ikan Koi. Ikan Koi memiliki beberapa keunggulan salah satunya yaitu nilai jualnya yang sangat tinggi. Selain itu dibandingkan dengan jenis ikan hias lainnya, Ikan Koi merupakan ikan yang paling banyak diminati. Karena minat yang cukup besar dari masyarakat, tentu banyak bermunculan pendatang baru dalam pemasaran Koi di Tulungagung sehingga rentan terjadi persaingan antar lembaga pemasaran. Melihat hal itu tentu diperlukan kajian lebih mendalam mengenai sistem pemasaran yang efisien baik bagi pembudidaya maupun lembaga pemasaran Ikan Koi di Kabupaten Tulungagung. Melalui pendekatan/analisis SCP (structure, conduct and performance) diharapkan dapat mengetahui dan menganalisis struktur, perilaku dan kinerja pasar pada pemasaran Ikan Koi di Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Tulungagung, Kedungwaru dan Boyolangu yang sudah terkenal sebagai sentra ikan hias di Kabupaten Tulungagung. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling (pembudidaya ikan), sampling jenuh (pedagang perantara) dan accidental sampling (konsumen). Pengambilan data menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi dan kuisioner. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan pendekatan SCP. Struktur pasar Ikan Koi di Kabupaten Tulungagung berdasarkan jumlah penjual dan pembeli, pada saluran pemasaran ke-1 dapat diidentifikasi untuk hubungan antara pembudidaya dengan pedagang besar mengarah pada oligopsoni dan hubungan antara pedagang besar dengan supplier mengarah pada oligopoli. Pada saluran pemasaran ke-2 dapat diidentifikasi untuk hubungan antara pembudidaya dengan pedagang besar mengarah pada oligopsoni dan hubungan antara pedagang besar dengan penghobi ikan hias mengarah pada oligopoli. Pada saluran pemasaran ke-3 dapat diidentifikasi untuk hubungan antara pembudidaya dengan pedagang pengepul mengarah pada oligopsoni, hubungan antara pedagang pengepul dengan pengecer mengarah pada oligopsoni dan hubungan antara pengecer dengan konsumen adalah oligopoli. Sedangkan pada saluran pemasaran ke-4 dapat diidentifikasi untuk hubungan antara pembudidaya dengan pengecer mengarah pada oligopsoni dan hubungan antara pengecer dan konsumen mengarah pada oligopoli. Menurut alat analisis konsentrasi pasar, struktur pasar Ikan Koi di Kabupaten Tulungagung berdasarkan pangsa pasar mengarah pada oligopsoni konsentrasi ketat (semua lembaga pemasaran). Sedangkan menurut uji IHH, struktur pasar pada tiap lembaga pemasaran mengarah pada oligopsoni. Tingkat diferensiasi produk tergolong sedang karena terdapat perbedaan yang signifikan yaitu pada tiap lembaga pemasaran memiliki kriteria yang berbeda yaitu pada ukuran dan harga ikan. Terdapat hambatan keluar masuk pada pemasaran Koi. Informasi pasar lebih dikuasai oleh pedagang perantara daripada pembudidaya ikan selaku produsen sehingga informasi pasar tidak merata. Terdapat 4 saluran pemasaran yaitu 1) pembudidaya ikan – pedagang besar – supplier; 2) pembudidaya ikan – pedagang besar – penghobi ikan hias; 3) pembudidaya ikan – pedagang pengepul – pedagang eceran – konsumen; 4) pembudidaya ikan – pedagang eceran – konsumen. Perilaku pasar pada pemasaran Ikan Koi di Kabupaten Tulungagung, penentuan harga ditentukan oleh pedagang perantara karena informasi pasar lebih dikuasai pedagang perantara daripada pembudidaya ikan selaku produsen. Terdapat promosi penjualan khusus yaitu melalui internet dan sosial media serta dari mulut ke mulut. Terdapat taktik yang dlakukan oleh pedagang perantara yakni menjadikan pembudidaya sebagai mitra kerja atau langganan tetap sehingga menimbulkan pendekatan emosional. Tidak terdapat kolusi antar pedagang perantara dalam pemasaran Ikan Koi di Kabupaten Tulungagung. Kinerja pasar pada pemasaran Ikan Koi di Kabupaten Tulungagung, berdasarkan distribusi marjin pemasaran masih tergolong efisien karena nilai farmer share pada tiap saluran pemasaran memiliki nilai yang lebih besar daripada persen marjin. Nilai share harga yang diterima pembudidaya ikan dikatakan efisien. Berdasarkan perhitungan share biaya pemasaran dan share keuntungan pemasaran serta efisiensi pemasaran tergolong efisien. Hal ini dikarenakan biaya pemasaran yang dikeluarkan lebih rendah daripada keuntungan pemasaran yang diterima. Untuk efisiensi pemasaran, hal ini dikatakan efisien karena biaya pemasaran lebih kecil dari harga Koi yang dipasarkan.

English Abstract

-

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2018/92/051803261
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.3 Culture of cold-blooded vertebrates > 639.31 Fish culture in fresh water
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Ilmu Kelautan
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/9422
Text
MUHAMMAD ARIF JAYANI.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item