BKG

Zubaidah, Sitti (2017) Strategi Pengembangan Agroindustri Dendeng Sapi Aceh Berkelanjutan Di Kota Banda Aceh Propinsi Aceh. Doctor thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun Sebuah Model Inovatif Agroindustri Sapi Aceh Berkelanjutan di Propinsi Aceh dengan mengambill sampel pada pelaku usaha dendeng sapi skala mikro di Kota Banda Aceh yaitu Agroindusri Dendeng Sapi Blangrakal (ADSB) dan Gunung Seulawah (ADSGS). Pada kedua pelaku usaha ADSB dan ADSGS ini dilihat : 1) apakah produk dendeng sapi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen di pasar, 2) bagaimana cara mengembangkan skala usaha kedua ADSB dan ADSGS, dan 3) bagaimana model inovatif Agroindustri Dendeng Sapi Aceh Berkelanjutan. Penelitian ini telah dilakukan pada Maret 2016 - Februari 2017. Metode yang digunakan selama penelitian adalah metode eksploratif dan deskriptif melalui survey. Penelitian ini juga menggunakan regresi linear untuk melihat akan hak konsumen terhadap produk dendeng sapi di kedua ADS Aceh ini, dan untuk melihat kesesuaian produk dengan kebutuhan dan keinginan konsumen melalui metode tingkat kepuasan konsumen dengan menggunakan Importance Performance Analysis (IPA), dan pada pengembangan skala usaha ADS Aceh dengan menggunakan SWOT Analysis (Strength, Weakness, Opportunities, Threats), serta pada pengembangan Model inovatif Agroindustri Dendeng Sapi Aceh Berkelanjutan melalui pengambilan keputusan oleh para pakar (expertise judgment) dengan Analytical Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh yaitu : 1. Kepuasan Konsumen. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa kesesuaian produk dengan harapan atau kepentingan konsumen (Importance) terhadap kepuasan konsumen secara simultan berdasarkan hasil metode Importance and Performance Analysis adalah tingkat kepuasan konsumen terhadap produk dendeng sapi di kedua ADS Aceh Kota Banda Aceh Propinsi Aceh, adalah masih dibawah 100% yaitu 57.64%, sehingga tingkat kesesuaian antara X kinerja (performance) = 2.69 dari kedua Agroindustri Dendeng Sapi dan Y harapan (importance) = 4.67 adalah 1. “Concentrate Here”, berkaitan dengan (a) penyampaian dan penyelesaian keluhan konsumen terhadap produk/ jasa, (b) memberikan hak pembinaan dan pendidikan kepada konsumen, (c) tehnik peningkatan frekuensi pembelian produk/ jasa dendeng sapi oleh, (d) kemudahan dalam tehnik pembayaran produk/ jasa oleh konsumen, (e) pemberian diskon terhadap pembelian produk/ jasa; 2. “Keep Up Good Work”, seperti (a) produk aman, nyaman dan memberikan keselamatan bagi konsumen, (b) kesesuaian harga produk/ jasa, (c) informasi produk/ jasa jelas, benar dan jujur, (d) pelayanan prima, dan (e) kualitas produk/ jasa sesuai dengan standar mutu; 3. “Low Priority”, yaitu (a) media saran dan kritikan (b) kompensasi produk/ jasa, (c) lokasi strategis, (d) rasa dan tekstur produk (e) dan (f) Kepuasan produk/ jasa saat ini; 4. “Over Priority” yaitu (a) keahlian dan keterampilan staf, (b) kedisplinan staf, (c) pelayanan prima, (d) warna dendeng, dan (e) kerapian kemasan. ii 2. Pengembangan Skala Usaha. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Kedua Agroindustri Dendeng Sapi secara 1. Strategic Position and Action Evaluation – (SPACE), dapat melakukan peningkatan atau mempertahankan kekuatan faktor internal dan meningkatkan kelemahanan yang dimiliki dalam meraih keuntungan dari peluang eksternal dan menghindari atau meminimalisir faktor ancaman eksternal melalui kerjasama dengan konsumen mitra kerja, dan pedangan perantara agar dapat meningkatkan keuangan dan pendapatan kedua ADS Aceh, 2. Matriks Boston Consulting Group (BCG), berada di “Tanda Tanya” karena keduanya harus memutuskan apakah hendak memperkuat bisnis melalui strategi intensif. 3. “Matriks Internal-Eksternal” memiliki posisi kuat untuk pertumbuhan dan membangun dengan strategi intensif, dan strategi mempertahankan pada faktor internal yang sudah baik, 4. “Matriks Strategi Besar”, memiliki posisi strategis yang sempurna yaitu penetrasi pasar, dan pengembangan pasar dan produk. 5. “Matrik Perencanaan Strategis Kuantitatif”, yaitu (1) ADSB Faktor Internal adalah peningkatan kualitas produk dan modal (kekuatan) dan peningkatan keuangan perusahaan (kelemahan) sedangkan pada Faktor Eksternal adalah peningkatan hubungan dengan konsumen, pengingkatan teknologi, peningkatan hubungan dengan mitra kerja, peningkatan keterlibatan pemerintah daerah, pemamfaatan kondisi ekonomi, pemamfaatan social budaya dan peningkatan hubungan dengan pedagang perantara (peluang), serta faktor ancaman melalui peningkatan kerjasama dengan kompetitor usaha yang sama di dalam dan luar daerah dan pemanfaatan kondisi keamanan saat ini, (2) Pada ADSG Aceh Faktor Internal yang perlu untuk dilakukan peningkatan, penguatan, dan mempertahankan adalah kualitas produk dan modal (kekuatan), dan promosi produk dan pelayanan (kelemahan), sedankan Faktor Eksternal adalah perlu dilakukan peningkatan, pemamfaatan atau kerjasama dengan mitra kerja, konsumen, teknologi, keterlibatan Pemda Aceh, kondisi ekonomi saat ini, kegiatan/ pelaku sosial budaya, dan pedagang perantara (peluang) dan pangsa pasar, kompetitor usaha yang sama di dalam dan di luar daerah serta keamanan. 3. Pengambilan Keputusan Agroindustri Dendeng Sapi Aceh Berkelanjutan oleh Stakeholders Kota Banda Aceh, Propinsi Aceh. Berdasarkan hasil penelitian, Para Pakar (Expertise) mengambil keputusan bahwa Pengembangan Agroindustri Peternakan Sapi Aceh Berkelanjutan di Propinsi Aceh dapat dilakukan dengan Keoptimisan Pemda Aceh dengan ikut andil dalam pembuatan produk ADS sesuai dengan Kepentingan dan Kepuasan Konsumen ADS, menerapkan Strategi Alternatif 1 bersama Pelaku Usaha ADS yaitu berfokus pada Faktor Internal dan Eksternal, mendampingi Pelaku Usaha ADS pada faktor Internal, menghindari atau mengurangi dampak ancaman Faktor Eksternal, dan mempertimbangkan dimensi Faktor Keberlanjutan ADS Aceh .

English Abstract

This study aims to development An Innovative Sustainable Agroindustrial Aceh Cattle in Aceh by taking sample on small Dendeng Aceh Beef Agroindustrial in Kota Banda Aceh, namely Agroindustri Dendeng Sapi Blangrakal (ADSB) and Agroindustri Dendeng Sapi Gunung Seulawah (ADSGS). On both entrepreneurs ADSB and ADSGS, is seen: 1) Whether Dendeng Aceh Beef products are produced in accordance with the needs and desires of consumers in the market, 2) How to develop the business scale of both ADSA-B and ADSA-GS, also 3) how Agroindustrial innovative models Aceh Sustainable Dendeng Aceh Beef. This research was conducted in March 2016 - February 2017. The method used during the research is explorative and descriptive method through survey. This study also uses linear regression to see the consumer rights to Dendeng Aceh Beef products in both ADS Aceh, And to see the suitability of the product to the needs and desires of consumers through the method of consumer satisfaction level by using Importance Performance Analysis (IPA), And on the scale-up of ADS Aceh's efforts by using SWOT Analysis (Strength, Weakness, Opportunities, Threats), as well as on the development of innovative models of Sustainable Agroindustry Dendeng Aceh Beef through expertise judgment with Analytical Hierarchy Process (AHP). Based on the research results obtained are: 1. Consumer Satisfaction. Simultaneously based on result of Importance and Performance Analysis method is consumer satisfaction level toward Dendeng Aceh Beef product in both ADS Aceh Kota Banda Aceh Province of Aceh, is still under 100% that is 57.64%, so the level of compatibility between X performance = 2.69 of both Dendeng Aceh Beef Agroindustry and Y importance = 4.67 are 1. “Concentrate Here”, in (a) the delivery and settlement of consumer complaints about products/ services, (b) provide rights of coaching and education to consumers, (c) techniques to increase the frequency of purchase of products/ service of Dendeng Aceh Beef by consumers, (d) easy in payment techniques of products/ services by consumers, (e) Giving discounts on purchases of products / services; 2. “Keep Up Good Work”, likes (a) products are safe, comfortable and provide safety for consumers, (b) conformity of product / service price, (c) product / service information is clear, truthful and honest, (d) excellent service, and (e) Quality of products / services in accordance with quality standards; 3. “Low Priority”, that are (a) media suggestions and criticism (b) compensation of products / services, (c) strategic location, (d) taste and texture of the product (e) Satisfaction of current products/ services; 4. “Over Priority” Specifically (a) expertise and skills of staff, (b) staff discipline, (c) excellent service, (d) color Dendeng Aceh Beef, and (e) neatness of packaging. 2. Pengembangan Skala Usaha. Based on the result of research that both Dendeng Aceh Beef Agroindustry 1. Strategic Position and Action Evaluation – (SPACE), can improve or sustain internal factor strengths and increase the resilience they possess in benefiting from external opportunities and avoid or minimize external threat factors through cooperation with iv customers and business partners, also Intermediary traders in order to improve the financial and income of both ADSA, 2. Matriks Boston Consulting Group (BCG), Are in "Question Mark" because both must decide whether to strengthen the business through intensive strategy. 3. “Matriks Internal-Eksternal” Has a strong position for growth and building with intensive strategy, and a strategy of maintaining on already good internal factors, 4. “Matriks Strategi Besar”, Has a perfect strategic position of market penetration, and market and product development. 5. “Quantitative Strategic Planning Matrix”, (1) ADSA-B Internal factor is the improvement of product quality and capital (strength) and improvement of company's finance (weakness) whereas in External Factor is improvement of relationship with consumer, technological enhancement, improvement of relationship with partner, increasing of local government involvement, exploiting economic condition, the use of social culture and the enhancement of relationships with intermediary traders (opportunities), as well as threatening factors through increased cooperation with the same business competitors in and out of the region and utilization of current security conditions, (2) At ADSA-GS Aceh Internal factors that need to be improved, strengthening and maintaining are product and capital quality, and promotion of products and services (weaknesses), while External Factors are necessary to improve, utilize or cooperate with partners, consumers, technology, the involvement of the Aceh Government, current economic conditions, activities/ socio-cultural actors, and intermediate trades (opportunities) and market share, competitors of the same business within and outside the region as well as security. 3. Decision Making of Sustainable Dendeng Aceh Beef Agroindustrial by Stakeholders in Bnda Aceh City, Aceh Province. Experts take the decision that the Development of Agroindustry of Sustainable Livestock Husbandry in Aceh Province can be done with optimism of Aceh Government by taking part in making ADSA product according to Interests and Consumer Satisfaction of ADSA, applying Alternative Strategy 1 with ADSA Business Actor is focusing on Internal and External Factors, assisting ADSA Businessmen on Internal factors, avoid or reduce the impact of the threat of External Factors and consider into dimensions of ADSA Sustainability Factors.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Doctor)
Identification Number: DIS/338.1/ZUB/s/2017/061709041
Uncontrolled Keywords: AGRICULTURAL INDUSTRIES, AGRICULTURE - ECONOMIC ASPECTS, DRIED BEEF, COOKING (beef) INDONESIA - BANDA ACEH
Subjects: 300 Social sciences > 338 Production > 338.1 Agriculture > 338.17 Products > 338.176 2 Products (Cattle)
Divisions: S2 / S3 > Doktor Ilmu Ternak, Fakultas Peternakan
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/9121
Text
SITTI ZUBAIDAH.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item