BKG

Ardiansyah, Wahyu (2017) Pengaruh Pemberian Probiotik (Lactobacillus Spp) Terhadap Jumlah Sel Darah Merah Dan Konsentrasi Hemoglobin Pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Yang Diinduksi LPS E. Coli. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Sepsis dapat menyebabkan perubahan pada sel darah merah dan hemoglobin. Diet probiotik terbukti memberikan berbagai efek positif bagi tubuh. Mikroorganisme yang paling umum digunakan adalah Lactobacillus. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek pemberian probiotik (Lactobacillus spp) dengan dosis 109 CFU/KgBB/hari terhadap jumlah sel darah merah dan konsentrasi hemoglobin pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang terpapar LPS E.coli dengan dosis 1 mg/kgBB. Studi eksperimental menggunakan rancangan acak kelompok pada dua puluh satu ekor tikus putih yang dibagi menjadi tiga kelompok terdiri atas kontrol negatif, kontrol positif, dan perlakuan. Kelompok kontrol negatif memiliki jumlah rata-rata sel darah marah yang paling tinggi (7.21±4.19)x1012 sel/L dibandingkan dengan kelompok kontrol positif (6.55±752)x1012 sel/L dan kelompok perlakuan (5.88±1.99)x 1012 sel/L, tetapi tidak ada perbedaan signifikan pada semua kelompok (p=0,836). Kelompok perlakuan memiliki rata-rata konsentrasi hemoglobin tertinggi (8,9±0,27)mmol/L dibandingkan kontrol negatif (8,01±0,76) mmol/L dan kontrol positif (8,43±0,5) mmol/L. Uji Anova menunjukan terdapat perbedaan yang bermakna pada konsentrasi hemoglobin (p=0,025). Uji Post-hoc menunjukan terdapat perbedaan konsentrasi hemoglobin yang signifikan pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif (p=0,020). Kesimpulan, probiotik tidak memiliki pengaruh terhadap jumlah sel darah merah, dan berpengaruh pada konsentrasi hemoglobin melalui mekanisme upregulasi dan pemenuhan nutrisi.

English Abstract

Sepsis can cause changes in red blood cells and hemoglobin. The probiotik diet has been shown to have positive effect on the host health. Lactobacillus species are the most commonly used. This study is aimed to prove the effect of probiotics (Lactobacillus spp) dose 109 CFU/Kg/day on red blood cells count and hemoglobin concentration in male Rats (Rattus norvegicus) were exposed to LPS from E.coli with dose 1 mg/kg. Experimental study using randomized post test only control group design in twenty-one rats were alocated into three groups: negative control, positive control, and treatments group. The negative control had an average value of red blood cells higher (7.21±4.19)x1012 sel/L than positive control (6.55±752)x1012 sel/L and treatment group (5.88±1.99)x1012 sel/L but not significantly difference in all groups (p= 0.836). The treatment group had an average value of haemoglobin concentration higher (8,9±0,27)mmol/L than positive control (8,43±0,5)mmol/L and negative control (8,01±0,76)mmol/L. Anova test showed there was a significant difference in hemoglobin concentration (p=0,025). The results of post-hoc test showed there was significant differences in hemoglobin concentration in treatment group compare to negative group (p=0,020). Probiotics doesn’t effect red blood cells count and effect on hemoglobin concentration through upregulation mechanism and nutrition compliance.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FK/2016/854/051705377
Uncontrolled Keywords: Sepsis, probiotik, sel darah merah, hemoglobin
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 616 Diseases > 616.9 Other disease > 616.94 Bacterial blood diseases > 616.944 Septicemia
Divisions: Fakultas Kedokteran > Ilmu Keperawatan
Depositing User: Kustati
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/909
Text
Wahyu Ardiansyah.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item