BKG

Anggraeni, Luthfia Dwi (2017) Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Fisik Desa Dalam Perspektif Otonomi Desa (Studi pada Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Pembangunan infrastruktur fisik desa memang sangat penting untuk meningkatkan kualitas desa serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan infrastruktur fisik desa merupakan prioritas utama yang di rencanakan oleh pemerintah Desa Pelem dalam keuangan desa, meskipun pembangunan infrastruktur fisik desa belum merata tetapi desa berusaha untuk terus melakukan pembangunan infrastruktur fisik desa. Sedangkan keuangan desa dalam pembangunan infrastruktur desa akan direncanakan setiap tahunnya dalam RPJMDes yang telah disepakati bersama dalam MUSRENBANGDES (musyawarah pembangunan desa) sesuai dengan kebutuhan desa. Pembangunan infrastruktur fisik desa desa juga akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat desa. Jadi pembangunan infrastruktur fisik desa tetap akan menjadi rencana utama meskipun hanya dalam prosentase kecil di dalam keuangan desa. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini mengambil focus yang pertama: Perencanaan pembangunan infrastruktur fisik desa perspektif otonomi desa di Desa Pelem: Perencanaan, Pelaksanaan, Pengawasan, Pertanggung jawaban yang. Kedua: Lingkungan masyarakat dan yang. Ketiga: Pembangunan infrastruktur Desa Pelem, meliputi: jenis infrastruktur fisik desa, Kelayakan pembangunan infrastruktur, Kemanfaatan pembangunan infrastruktur. Adapun lokasi situs penelitian di ruang sekertaris desa, seluruh ruang seksi dan ruang data/arsip-arsip. Sumber data primer diperoleh dari wawancara, dokumen-dokumen, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis data Miles dan Huberman, dengan empat tahap yaitu: Reduksi Data, Penyajian Data, dan yang terakhir Menarik Kesimpulan atau veritifikasi. Dari hasil penelitian ini adalah tidak semua dana desa atau keuangan desa digunakan untuk kegiatan pembangunan infrastruktur, hanya 30% - 40% setiap tahunnya. Pembangunan merupakan kegiatan utama dari setiap tahunnya dalam RPJMDes (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa). Pembangunan infrastruktur fisik desa merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dalam bidang pembangunan. Sasaran utama keuangan desa adalah pembangunan infrastruktur yang berupa sarana dan prasarana. Kegiatan pembangunan juga akan terus dilakukan baik untuk perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur yang sudah ada ataupun pembangunan yang baru direncanakan. Jenis pembangunan yang dilakukan Pemerintah Desa merupakan pembangunan yang akan membantu, serta mempermudah masyarakat untuk melakukan kegiatan sehari-hari demi mencapainya masyarakat yang sejahtera. Pemerintah Desa dan masyarakat akan terus meningkatkan untuk melakukan perbaikan, pemeliharaan, serta pembangunan agar infrastruktur yang ada untuk Desa Pelem ini tetap terjaga.

English Abstract

Village physical infrastructure is very important to improve the communal welfare. Village infrastructural development is the main priority planned by Palem village government, , although the village physical infrastructure is not distributed evenly but the village tries to develop village infrastructure. While the village development in the village infrastructure development will be planned each year in RPJMDes (Medium Development Planning of Village) that has been agreed in MUSRENBANGDES (development planning of village) suitable with the village needs. The village infrastructure development also will influence the village communal welfare level. So the physical infrastructure development will still become the main plan although in small percentage in the village finance. The research method was descriptive with qualitative approach. The research focused first: village physical infrastructure development planning of villag autonomy at Palem Village: Planning, Implementation, Control, Responsibility. Second: communal environment, Third: infrastructural development of Palem village, including: village infrastructure type, feasibility of infrastructure development, benefit of infrastructure development. While the research location at the village secretary room, all section rooms and data / archive room. Primary data were obtained from interview, document, observation and documentation. Data analysis used Miles and Huberman data analysis, with four stages: data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. Research data results were not all village data or village finance were used for infrastructure development, only 30%-40% each year. Development is the main activity each year in RPJMDes (Medium Development Planning of Village). Village infrastructure development is one of the ways to improve village community welfare in the development field. The main objective of village finance is infrastructure development in the form of infrastructure and facilities. The development activities also will be done either for improvement and maintenance of existing infrastructure or will be planned infrastructure. The development type done by village government is development that will help, and facilitate the villager to do their daily activities, to reach their welfare. Village government and community will improve continuously to make improvement, maintenance and development so the existing infrastructure at Pelem village is the maintenance.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FIA/2017/1262/051801419
Uncontrolled Keywords: Perencanaan, Pembangunan, Infrastruktur Fisik Desa, Otonomi Desa
Subjects: 300 Social sciences > 352 General considerations of public administration > 352.1 Jurisdictional levels of administration > 352.17 Rural administration
Divisions: Fakultas Ilmu Administrasi > Ilmu Administrasi Publik / Negara
Depositing User: Yusuf Dwi N.
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/8824
Text
Luthfia Dwi Anggraeni.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item