BKG

Lestari, Linda Dwi (2017) Penampilan Fenotipik Dan Analisa Korelasi Pada 10 Galur Ciplukan (Physalis sp.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kesadaran akan kesehatan pada saat ini membuat masyarakat menjadi lebih selektif dalam menentukan makanan yang dikonsumsinya. Salah satu sumber makanan yang banyak mengandung manfaat adalah buah ciplukan yang mengandung nilai gizi tinggi, vitamin yang tinggi, mineral, antioksidan serta antiinflamasi, anti kanker, dan obat lainnya. Umumnya sebagian masyarakat masih menganggap ciplukan sebagai tanaman gulma dan hanya sebagian orang yang mengerti tentang tanaman berkhasiat ini. Ciplukan juga memiliki nilai ekonomi atau nilai jual yang sangat menjanjikan atau menguntungkan untuk peluang usaha. Ciplukan mempunyai nilai jual yang tinggi dikarenakan mempunyai khasiat yang tinggi bagi kesehatan. Berdasarkan potensi dari tanaman ciplukan yang ada, maka perlu di lakukan upaya dalam pengembangan tanaman ciplukan. Pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui domestikasi dari tanaman liar menjadi tanaman budidaya dan meningkatkan kapasitas genetik melalui program pemuliaan tanaman. Kapasitas genetik dapat menyusun sebuah karakter yang dapat saling mempengaruhi, sehingga bisa dihitung menggunakan korelasi. Dengan demikian, pemulia dapat menduga keunggulan dari suatu karakter melalui penampilanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari penampilan fenotipik dan korelasi beberapa karakter pada 10 galur ciplukan. Hipotesis yang mendasari penelitian ini adalah terdapat perbedaan penampilan fenotipik beberapa karakter pada 10 galur ciplukan. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2017 bertempat di Screen House Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Alat yang digunakan meliputi polybag, gembor, cetok mistar, ajir bambu, tali, timbangan analitik, papan penelitian, kamera dan alat tulis. Bahan yang digunakan adalah 10 galur ciplukan serta bahan pendukung yaitu kompos, Urea, SP-36, dan KCl. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan barisan tunggal dengan perlakuan terdiri dari 10 galur ciplukan dalam 1 baris terdiri dari 9 tanaman, sehingga akan terdapat 90 plolybag. Pada penelitian ini karakter pengamatan yang diamati ialah kualitatif dan kuantitatif. Karakter kuantitatif antara lain tinggi tanaman pada cabang utama, luas daun, panjang tangkai daun, panjang ruas, panjang buah, diameter buah, jumlah buah pertanaman, bobot buah pertanaman, jumlah biji perbuah, padatan terlarut total. Sedangkan karakter kualitatif antara lain tipe pertumbuhan, bentuk daun, batas gerigi daun, letak tangkai daun, tipe tangkai bunga, rambut ruas, warna daun, warna utama buah, warna daging buah, warna biji, bentuk penampang melintang, bentuk penampang membujur dan bentuk ujung buah. Data kuantitatif dianalisis menggunakan korelasi dan regresi sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Pada karakter kuantitatif didapatkan penampilan dengan nilai koefisien keragaman tertinggi dan terendah berturut-turut adalah bobot buah per tanaman sebesar 46,44% dan panjang buah sebesar 6,81%. Nilai korelasi positif tertinggi antar karakter kuantitatif terdapat pada hubungan tinggi tanaman pada cabang pertama dan panjang daun sebesar r = 0,75 dan hubungan jumlah buah per tanaman dan bobot buah per tanaman sebesar ii r = 0,99. Sedangkan nilai koreasi negatif tertinggi terdapat pada hubungan panjang buah dan padatan terlarut total sebesar r = -0,47 dan hubungan jumlah biji dan padatan terlarut total sebesar r = -0,57. Pada karakter kualitatif memiliki penampilan yang berbeda-beda seperti tipe pertumbuhan, betuk daun, batas gerigi daun, letak tangkai daun, tipe tangkai bunga, rambut ruas dan warna buah saat panen.

English Abstract

Health awareness at this time makes people become more selective in determining the food consumed. One source of food that contains many benefits is a ciplukan fruit that contains a high nutritional value, high vitamin, minerals, antioxidants and anti-inflammatory, anti-cancer, and other drugs. Generally, some people still consider ciplukan as weed crop and only some people who understand about this nutritious crop. Ciplukan also has economic value or selling value that is very promising or profitable for business opportunities. Ciplukan has a high selling value due to having high health benefits. Based on the potential of existing ciplukan plants, it is necessary to make efforts in the development of ciplukan plants. Through domestication from wild plants into cultivated plants and increasing genetic capacity through plant breeding programs. To know the relationships that influence between characters can be done using correlation. Thus, the breeder can predict the superiority of a character through its appearance. The purpose of this study was to study the phenotypic appearance and correlation of some characters on 10 lines of ciplukan. The hypothesis underlying this research is that there are differences in phenotypic appearance of some characters on 10 lines of ciplukan. The research was conducted from February to June 2017 at Screen House of Faculty of Agriculture Universitas Brawijaya Malang. The tools used include polybag, hoes, cycat ruler, bamboo pedicure, strap, analytical scale, research board, camera and stationery. The materials used are 10 lines of ciplukan and supporting materials such as compost, Urea, SP-36, and KCl. This research was conducted by using a single row with treatment consisting of 10 lines of ciplukan in 1 row consisting of 9 plants, so that there will be 90 polybag. In this study observation character observed is qualitative and quantitative. Quantitative characters include plant height on the first branch, leaf area, length of a petiole, length of internodes, fruit length, fruit diameter, number of fruit crops, fresh fruit weight with petals, fruit crop weight, number of seeds of fruit, total dissolved solids. While qualitative characters include growth habit, leaf shape, dentation of margin leaf, attitude of petiole leaf, attitude of pedicle, pubescence of internodes, leaf color, main color of fruit, fruit color, seed color, shape in cross section, shape in longitudinal section and shape fruit of apex. Quantitative data were analyzed using correlation analysis, while the qualitative data were analyzed descriptively. From the resulting research that ten lines, in quantitative character appearance obtained by coefficient of diversity highest and lowest values in a row is the weight of fruit per plant amounted to 46.44% and amounted to 6.81% fruit length. The highest positive correlation value between quantitative characters was found in the plant height relationship in the first branch of the leaf length of r = 0.75 and the relation of the number of fruits per plant to the fruit weight per plant of r = 0.99. While the highest negative value of corelation is in fruit length iv relation to total dissolved solids of r = -0.47 and the relation of the total number of seeds to total soluble solids is r = -0.57. In qualitative characters have different appearance such as plant growth habbit, shape of the leaf, dentation of margin leaf, attitude of petiole leaf, attitude of pedicle, pubescence of internodes and main color of fruit.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/1005/051800177
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Yusuf Dwi N.
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/7858
Text
Bagian Depan.pdf

Download | Preview
Text
BAB I.pdf

Download | Preview
Text
BAB II.pdf

Download | Preview
Text
BAB III.pdf

Download | Preview
Text
BAB IV.pdf

Download | Preview
Text
BAB V.pdf

Download | Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item