BKG

Dharmawan, Prasetia (2017) Pengaruh Aplikasi Multi Isolat Rhizobium sp. Dan Beberapa Pupuk Kandang Terhadap Ketersediaan Dan Serapan P K Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril) Pada Lahan Kering Masam. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Ekstensifikasi merupakan upaya yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan produksi hasil pertanian untuk mencapai swasembada pangan menggunakan lahan kering masam. Kendala budidaya kedelai di lahan kering masam adalah produktivitas lahan rendah, terutama pada tanah-tanah yang mudah mengalami erosi, kadar bahan organik rendah, tanah bereaksi masam, mengakibatkan rendahnya kandungan basa-basa dapat tukar dan KTK, defisiensi P dan K dan penghambatan simbiosis antara rhizobia dengan tanaman legum. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh aplikasi Rhizobium sp. dan beberapa pupuk kandang terhadap ketersediaan dan serapan P K dalam tanah, serapan P K tanaman kedelai, dan pertumbuhan tanaman kedelai pada lahan kering masam. Penelitian ini dilakukan di rumah kaca BALITKABI (Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi) Kendalpayak, Kabupaten Malang. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Oktober-Desember 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan 2 faktor. Faktor pertama Inokulasi bakteri Rhizobium sp. T0) Tanpa inokulasi, T1) Inokulasi. Faktor kedua adalah aplikasi pemupukan yaitu: P0) Tanpa pemupukan, P1) Pupuk kandang ayam 2,5 ton ha-1, P2) Pupuk kandang sapi 2,5 ton ha-1, dan P3) Pupuk kandang kambing 2,5 ton ha-1, 5. P4) Pupuk Anorganik. Sehingga terdapat 10 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan dan didapatkan 30 satuan percobaan. Data diolah menggunakan ANOVA kemudian jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test taraf 5% dan di uji korelasi antar parameter pengamatan menngunakan aplikasi DSAASTAT. Hasil menunjukkan aplikasi pupuk kandang ayam 2,5 ton ha-1 memberikan hasil tertinggi terhadap P tersedia tanah, serapan P, tinggi tanaman, jumlah daun dan bintil akar dibandingkan dengan kontrol. Sedangkan aplikasi pupuk kandang sapi 2,5 ton ha-1 memberikan peningkatan K-dd tanah, serapan K, kadar klorofil dan berat kering total tanaman dibandingkan dengan kontrol. Aplikasi pupuk kandang ayam 2,5 ton ha-1 berpengaruh nyata terhadap ketersediaan P tanah dan memberikan peningkatan tertinggi sebesar 43,85%, aplikasi pupuk kandang sapi 2,5 ton ha-1 berpengaruh nyata terhadap K-dd tanah dan memberikan peningkatan tertinggi sebesar 37,50%. Aplikasi pupuk kandang ayam 2,5 ton ha-1 berpengaruh nyata terhadap serapan P tanaman, tinggi tanaman, jumlah daun, dan bintil akar pada 42 HST berturut-turut memberikan peningkatan sebesar (69,33%), (32,06%), (63,41%), dan (72,29%) dibanding perlakuna kontrol. Aplikasi pupuk kandang sapi 2,5 ton ha-1 berpengaruh nyata terhadap serapan K tanaman, kadar klorofil dan berat kering tanaman pada 42 HST berturut-turut memberikan peningkatan sebesar (78,58%), (16,60%), dan (65,98%) dibandingkan kontrol.

English Abstract

Extensification is an effort by the government to increase production of agricultural products to achieve self-sufficiency in food using acid dryland. Soybean cultivation constrait in acid dryland are low productivity, especially in soils that are easily eroded, low organic matter content, acid reacting soils, resulting low base saturation and low CEC, P and K deficiencies and inhibition of symbiosis between rhizobia and legumes. The purpose of this research is to know the influence of Rhizobium sp. and several manure application toward P K avaailability in soil, P K uptake in soybean and growth of soybean plant on acid dryland. This research was conducted in glass house at BALITKABI (Balai Penelitian Aneka Kacang and Umbi) Kendalpayak, Malang Regency. The study was conducted in October-December 2016. Compiled using a Complete Factorial Randomized Design with two factor. First factor are Inoculation of multi isolates of Rhizobium sp. T0) without inoculation, T1) inoculated. Second factor are fertilizer application: P0) without fertilizer, P1) poultry manure 2,5 ton ha-1, P2) cowdung 2,5 ton ha-1, dan P3) goat manure 2,5 ton ha-1, 5. P4) Inorganic fertilizer. This research used 10 treatments and 3 replications so there are 30 repetitions. The data was processed using ANOVA then continued with Duncan's Multiple Range Test test of 5% level and correlation test between observation parameters using DSAASTAT application. The results show application of poultry manure 2,5 ton ha-1 gave highest yield to soil P available, P uptake, plant height, number of leaf and number of nodule compared with control. Application of cowdung 2,5 ton ha-1 gave the highest soil K-exc, K uptake, chlorophyll content and total dry weight of plant compared with control. Application of poultry manure 2,5 ton ha-1 had significant effect on soil P availability and increase the highest soil P availability by 43,85%, application of cowdung 2,5 ton ha-1 had significant effect on soil K-exc and increase the highest K-exc by 37,50%. Application of poultry manure 2,5 ton ha-1 significantly affect P uptake, plant height, number of leaf and nodules at 42 DAP and increase consecutively (69,33%), (32,06%), (63,41%), and (72,29%) compared with control. Application of cowdung 2,5 ton ha-1 significantly affect K uptake, chlorophyll content and total plant dry mass at 42 DAP and increase consecutively (78,58%), (16,60%), and (65,98%) compared with control.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/938/051712030
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.4 Soil science > 631.42 Soil fertility, acidity, alkalinity
Divisions: Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah
Depositing User: Yusuf Dwi N.
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/7269
Text
PRASETIA DHARMAWAN.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item