Pengaruh Tingkat Pemangkasan Batang Utama Pada Tiga Jarak Tanam Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bengkuang (Pachyrhizus erosus)

Desyndia, Denys Angrina (2017) Pengaruh Tingkat Pemangkasan Batang Utama Pada Tiga Jarak Tanam Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bengkuang (Pachyrhizus erosus). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Tanaman bengkuang (Pachyrrhizus erosus) adalah tanaman yang memiliki famili Leguminosae berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah bagian Utara yang tergolong hortikultura yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai tanaman pangan sumber karbohidat sekaligus protein nabati dengan produktivitas nasional tahun 2009 mencapai 40 ton ha-1. Tanaman bengkuang merupakan tanaman merambat yang terus tumbuh memanjang hingga 4-5 m serta membutuhkan jarak tanam yang optimal agar umbi yang berada di dalam tanah dapat tumbuh optimal (Prabowo et al., 2013). Perlu dilakukan pemeliharaan yang lebih diatur agar tanaman dapat tumbuh optimum seperti pemangkasan batang utama dan penganturan jarak tanam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengaturan jarak tanam dan tingkat pemangkasan tanaman terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bengkuang. Hipotesis dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pengaruh tingkat pemangkasan batang utama pada tiga jarak tanam berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bengkuang. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Maret 2017 sampai Juni 2017 bertempat di desa Bajulan Kecamatan Papar Kabupaten Kediri dengan Koordinat 7° 44' 48,700” LS 112° 13' 4,200” BT dengan ketinggian 143 mdpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial dengan 9 perlakuan kombinasi dan 3 kali ulangan, antara lain J20 P75 : jarak tanam 20 x 30 dan tingkat pemangkasan 75 % ; J25 P75 : jarak tanam 25 x 30 dan tingkat pemangkasan batang utama 75 % ; J30 P75 : jarak tanam 30 x 30 dan tingkat pemangkasan batang utama 75 % ; 20 P50 : jarak tanam 20 x 30 dan tingkat pemangkasan 50 % ; J25 P50 : jarak tanam 25 x 30 dan tingkat pemangkasan batang utama 50 % ; J30 P50 : jarak tanam 30 x 30 dan tingkat pemangkasan batang utama 50 % ; J20 P505 : jarak tanam 20 x 30 dan tingkat pemangkasan batang utama 25 % ; J25 P505 : jarak tanam 25 x 30 dan tingkat pemangkasan batang utama 25 % ; J30 P50 : jarak tanam 30 x 30 dan tingkat pemangkasan batang utama 25 % . Hasil pengamatan pertumbuhan tanaman bengkuang menujukkan bahwa jumlah daun pada pengamatan 60, 75 dan 90 hst berturut-turut 25,13 helai, 27,56 helai dan 39, 73 helai lebih tinggi pada pemangkasan batang utama 25% . Luas daun lebih besar dihasilkan pada pengamatan 90 hst yaitu 5514,56 cm2 tan-1 dan 6299,11 cm2 tan-1 untuk perlakuan pemangkasan batang utama 50% dan 25%. Indeks luas daun lebih besar secara berturut-turut pada 60, 75 dan 90 hst adalah 5,72 ; 5, 18 ; 9, 59. Hasil panen bengkuang menunjukkan bahwa berat pertanaman berturut turut dihasilkan oleh J1+ P2 (50%) sebesar 957,67, J2+ P3 (25%) sebesar 908,59, J3+ P3 (25%) sebesar 993,81. Total bobot umbi berturut turut J2 + P1 (75%) sebesar 166,49 t ha-1 , J1 + P1 (75%) sebesar 161,00 t ha-1, J1 + P1 (75%) sebesar 160,89 t ha-1. analisi usaha tani menujukkan bahwa dengan perlakuan P75J25 (Pemangkasan 75 + jarak tanam 25x30 cm) mendapatkan keuntungan lebih baik sebesar Rp. 225.576.000 dengan R/C ratio 10,3 di mana R/C ratio tersebut >1 yang artinya usaha tani layak dan dapat diteruskan.

English Abstract

Yam bean (Pachyrrhizus erosus) is a plant that has Leguminosae family originating from Mexico and Central Central America belonging to horticulture which has the potential to be developed as food crop of carbohydrate source as well as vegetable protein with national productivity in 2011 reached 40 ton ha-1(Panggabean, 2013). Yam bean is a vine that continues to grow extending up to 4-5 m and requires optimal spacing to keep the tubers in the soil can grow optimally (Prabowo et al., 2013). It needs to be done more regulated main stemtenance so that plants can grow optimum such as pruning tendrils and planting spacing. The purpose of this research is to know the effect of plant defoliation and plant spacing on the growth and yield of yam bean plants. The hypothesis of this study is that there is an effect of main stem pruning level on different three row spacing on growth and yield of yam. This research was conducted from March 2017 until June 2017 located at Bajulan Village, Papar Subdistrict of Kediri Regency with Coordinate 7 ° 44 '48,700 "LS 112 ° 13' 4,200" East with height 143 mdpl. The study used Factorial Randomized Block Design (LSD) with 9 treatment combinations and 3 replicates, among others J20 P75: spacing 20 x 30 and pruning rate 75%; J25 P75: spacing of 25 x 30 and the main stem pruning rate of 75%; J30 P75: spacing of 30 x 30 and the main stem pruning rate of 75%; 20 P50: spacing 20 x 30 and 50% pruning; J25 P50: spacing of 25 x 30 and 50% main stem pruning rate; J30 P50: spacing 30 x 30 and 50% main stem stem pruning rate; J20 P505: plant spacing of 20 x 30 and 25% main stem pruning rate; J25 P505: plant spacing 25 x 30 and 25% main stem pruning rate; J30 P50: spacing of 30 x 30 and 25% main stem pruning rate. The result of observation of yam bean growth showed the number of leaves on observation 60, 75 and 90 dap respectively 25,13 strands, 27,56 strands and 39, 73 strands higher at 25% pruning. The leaf area is larger at 90 dap is 5514.56 cm2 tan-1 and 6299,11 cm2 tan-1 for the main stem pruning treatment of 50% and 25%. Larger leaf area index at 60, 75 and 90 hst was 5.72; 5, 18; 9, 59. Yields showed that the weight generated by J1 + P2 (50%) of 957.67, J2 + P3 (25%) was 908.59, J3 + P3 (25%) of 993.81. The total weight of the tuber was consecutively J2 + P1 (75%) of 166.49 t ha-1, J1 + P1 (75%) of 161.00 t ha-1, J1 + P1 (75%) of 160.89 t ha-1. farming analysis showed with P75J25 treatment (Pruning 75 + spacing 25x30 cm) get better benefit with Rp. The ratio of R / C ratio is 10.3 where R / C ratio is> 1 which means farming is feasible and can be forwarded.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/961/051712154
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 583 Magnoliopsida (Dicotyledons) > 583.7 Rosidae > 583.74 Fabales (Leguminales)
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Yusuf Dwi N.
Date Deposited: 19 Dec 2017 08:40
Last Modified: 24 May 2023 08:30
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/7247
[thumbnail of DENYS ANGRINA DESYNDIA.pdf] Text
DENYS ANGRINA DESYNDIA.pdf

Download (3MB)

Actions (login required)

View Item View Item