BKG

Susilowati, Eny (2017) Analisa Spasial Dan Asesmen Resiko Logam Berat Sedimen Budidaya Peikanan Sekitar Muara Sungai Porong. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Dalam siklus hidrologi kurang dari 1% polutan terlarut dalam air sedangkan lebih dari 99% disimpan dalam sedimen yang merupakan pembawa utama kontaminan di lingkungan perairan. Survei spasial konsentrasi logam dalam sedimen dibandingkan dengan baseline dari lingkungan yang tidak tercemar. Ini adalah langkah kunci dalam memahami transportasi dan pengendapan kontaminan logam dalam sistem perairan. Kontaminasi di sungai dapat dianalisis dengan menggunakan air atau sedimen yang tersuspensi, studi tentang sedimen memberikan peran utama karena mereka memiliki waktu tinggal lebih lama. Peningkatan kadar logam berat dalam air yang awalnya dibutuhkan untuk berbagai proses metabolisme dapat berubah menjadi racun bagi organisme air. Akibatnya, logam tersebut akan diserap dan disimpan dalam sedimen, kemudian terakumulasi ke dalam mikroorganisme melalui rantai makanan. Kepadatan logam berat paling sedikit lima kali lebih tinggi dari kepadatan air. Logam berat mudah teradsorbsi dengan sedimen, yang dapat berfungsi sebagai sumber wastafel dan sekunder dari kontaminan ini dalam air dan biota perairan. Muara Sungai Porong telah digunakan sebagai tambak akuakultur dengan komoditas utama adalah udang dan ikan. Kenaikan dan perkembangan industri di sepanjang sungai Porong disamping memberikan dampak positif terhadap pembangunan, hal tersebut juga dapat berdampak negatif terhadap ekosistem perairan sekitarnya.Tujuan Penelitian ini adalah 1). Berapa kadar logam berat yang terdapat pada sedimen lokasi budidaya perikanan sekitar muara Sungai Porong; 2) Berapa geoaccumulation index (Igeo), Enrichment Factor (EFs) untuk masingmasing logam Mn, Co, Cu, Zn, As, Cd, Hg dan Pb pada sedimen lokasi budidaya perikanan sekitar muara Sungai Porong 3) Berapa Degree of Contamination (DC) dan Ecological Risk Index (ERI) dari logam berat Mn, Co, Cu, Zn, As, Cd, Hg dan Pb pada sedimen lokasi budidaya perikanan sekitar muara Sungai Porong; 4) Bagaimana analisa secara spasial paparan logam berat di sedimen lokasi budidaya perikanan sekitar muara Sungai Porong. Lokasi penelitian ditentukan dengan pertimbangan dapat mewakili karakteristik wilayah budidaya perairan setempat (Skema pengambilan contoh sedimen secara sistematik yaitu metode grid bebas dengan mempertimbangkan kisaran spasial. Jarak pengamatan pada awalnya dibuat secara teratur pada jarak tertentu/jalur segi empat (rectangular grid). Dalam prakteknya titik pengamatan/ pengambilan sampel dapat digeser ke arah utara-selatan atau timur-barat sesuai dengan kondisi setempat. Lokasi pengambilan sampel sedimen dilakukan pada masing-masing grid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi yang diteliti dalam penelitian ini adalah Aluminium (Al), kalsium (Ca), Mangan (Mn), Kobalt (Co), tembaga (Cu), seng (Zn), arsenik (As), kadmium Cd), timbal (Pb) dan merkuri (Hg). Luas penelitian ini adalah sekitar 21,334 hektar (ha). Pola distribusi Igeo untuk logam berat pada x sedimen budidaya muara sungai Porong memperoleh hasil yang menunjukkan distribusi logam berat yang terkandung di sedimen Hg lebih tinggi di sisi selatan muara Porong, dan pola yang hampir serupa juga terlihat pada logam Cu. Igeo Budidaya Sedimen di Sekitar Muara Sungai Porong dari yang terbesar ke terkecil adalah nilai Hg> Pb> Cd> Mn> As> Cu> Zn> Co. Nilai EF diperoleh rata-rata 13,81 yang mengindikasikan pengaruh antropogenik pada konsentrasi logam berat dalam sedimen akuakultur di sekitar Porong. Muara sungai. Nilai EF endapan akuakultur di sekitar muara sungai Porong, dari nilai terbesar sampai terkecil, yang sebagai Hg> Pb> Cd> Mn> Cu> Sebagai> Zn> Co. Hasil DC yang diperoleh di semua 12 stasiun dalam penelitian ini memberi nilai 27,47 - 36,35 dan Luas keseluruhan 21,334 hektar kawasan penelitian menunjukkan hasil Uji Kontaminasi Sangat Tinggi. Titik awal aliran Sungai Porong di Stasiun 12 (kawasan Mlirip) telah mendapatkan hasil yang menunjukkan kondisi tingkat kontaminasi sangat tinggi. Nilai ERI menunjukkan hampir total (20.767 dari 21 344 Ha) keseluruhan lahan di wilayah budidaya muara sungai Porong menunjukkan hasil High Risk, baik di daerah yang berdekatan dengan laut (Stasiun 3,4 dan 7), bersebelahan dengan sungai (Stasiun 3 dan 11) dan bersebelahan dengan areal budidaya padi (stasiun 1, 10 dan 11). Sumber Hg diperkirakan) terletak di daerah antara sumber air Sumber Brantas sampai sebelum lokasi stasiun 12. Secara umum, kondisi endapan budidaya perikanan di muara sungai Porong memenuhi ambang batas. Pola distribusi Igeo menunjukkan bahwa distribusi logam berat yang terkandung di sedimen Hg lebih tinggi di sisi selatan muara. Nilai EF endapan budidaya perikanan di sekitar muara sungai Porong, dari nilai terbesar sampai terkecil, adalah hasil Hg> Pb> Cd> Mn> As> Cu> Zn> Co DC yang diperoleh di semua 12 unit penelitian ini memberikan nilai 27,47 - 36,35 dalam Kategorisasi sangat tinggi derajat kontaminasi. Nilai ERI menunjukkan bahwa hampir keseluruhan area menunjukkan hasil High Risk. Analisis spasial menyimpulkan kondisi sedimen di daerah akuakultur di muara sungai Porong dalam kondisi terkontaminasi logam berat, dan logam berat Hg (merkuri) memberikan kontribusi terbesar.

English Abstract

In the hydrological cycle less than 1% of the dissolved pollutants in water while more than 99% is stored in sediments which are the main carriers of contaminants in aquatic environments. Spatial survey of metal concentrations in sediments were compared with baseline from unpolluted environment. This is a key step in the understanding of transport and deposition of metal contaminants in aquatic systems. Contamination in the river can be analyzed using either water or sediment suspended, the study of sediments provide a major role because they have a longer residence time. Increased levels of heavy metals in water which originally required for various metabolic processes may turn out to be toxic to aquatic organisms. As a result, the metal will be absorbed and stored in the sediment, then accumulated into microorganisms through the food chain. Heavy metal density at least five times higher than the density of water. Heavy metals are easily adsorbed to sediments, which can act as a sink and secondary source of these contaminants in water and aquatic biota. Porong River estuary has been used as aquaculture ponds with main commodities are shrimp and fish. Increase and development of the industries along the river Porong beside gave positive impacts on development, it can also have negative impacts on the surrounding aquatic ecosystems.This research aims 1) What is the degree of heavy metal found in the sediment in the location of aquaculture around the estuary of the Porong River; 2)How many geoaccumulation index (Igeo), Enrichment Factor (EFs) for each Mn, Co, Cu, Zn, As, Cd, Hg and Pb metals in the sediment cultivation location around the estuary of Porong River; 3)How much is the Degree of Contamination (DC) and Ecological Risk Index (ERI) of heavy metals Mn, Co, Cu, Zn, As, Cd, Hg and Pb in sediment fishery location around the estuary of Porong River; 4) How is the analysis of spatial exposure of heavy metals in sediment fishery cultivation locations around the estuary of the Porong River. The location of the study was determined with consideration to represent the characteristics of the local aquaculture area (Systematic sediment sampling scheme is the free grid method taking into account the spatial range.) Observation distance was initially made regularly at a certain distance / rectangular grid. Observation / sampling may be shifted north-south or east-west according to local conditions Sediment sampling sites are conducted on each grid. The result show that Heavy Metal concentrations that examined in this study are Aluminum (Al), calcium (Ca), Manganese (Mn), Cobalt (Co), copper (Cu), zinc (Zn), arsenic (As), cadmium (Cd), lead (Pb) and mercury (Hg). The area of this research is about 21.334 hectares (ha). Igeo distribution pattern for heavy metals in aquaculture sediments of Porong river estuaries obtained results that indicate the distribution of heavy metals contained in the sediments Hg higher on the south side Porong estuaries, and almost similar pattern is also seen in metal Cu. Igeo of sediment Cultivation Around Porong River Estuary from largest to smallest is Hg> Pb> Cd> Mn> As> Cu> Zn> Co. EF value obtained an average of 13.81 which indicates anthropogenic influence on heavy metal concentrations in sediments of aquaculture around Porong river estuary. EF value of aquaculture sediment around Porong river estuary, from largest to smallest values, which as Hg> Pb> Cd> Mn> Cu> As> Zn> Co. DC Results obtained in all 12 stations in this study gave value 27.47 – 36.35 and the overall area of 21.334 hectares of the research area shows the results of Very High Degree of Contamination. The starting point of the Porong River flow at Station 12 (Mlirip Zone) has obtained results that indicate the condition of the level of contamination is very high. Value ERI showed almost total (20.767 of 21 344 Ha) of overall land in area aquaculture of Porong river estuary shows the results of High Risk, both in the area adjacent to the sea (Stations 3,4 and 7), adjacent to the river (Stations 3 and 11) and adjacent to the area of rice cultivation (station 1, 10 and 11). If the terms of the original flow in Porong river contamination (especially Hg) is located in an area between the water source Sumber Brantas until before the location of the station 12. In general, the condition of aquaculture sediment in Porong River estuaries meet the threshold. Igeo distribution pattern indicated that the distribution of heavy metals contained in the sediments Hg higher on the south side of estuaries. EF value of aquaculture sediment around Porong river estuary, from largest to smallest values, are Hg> Pb> Cd> Mn> As> Cu> Zn> Co. DC results obtained in all 12 units of this study gave value 27.47 – 36.35 is within categorization of Very High Degree of Contamination. ERI value shows that almost the entirely of the area shows the results of High Risk. Spatial analysis concluded sediment conditions in the area of aquaculture in Porong River estuaries in conditions that are contaminated by heavy metals, and heavy metals Hg (mercury / mercury) provided the largest contribution.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/571.95/SUS/a/2017/041705657
Uncontrolled Keywords: POLLUTION, FRESHWATER MICROBIOLOGY, HEAVY METALS - ENVIRONMENTAL ASPECTS, HEAVY METALS - TOXICOLOGY, RIVER SEDIMENTS - TOXICOLOGY
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 577 Ecology > 577.6 Aquatic ecology > 577.627 Water Pollution (Effect on natural ecology)
Divisions: S2 / S3 > Magister Bioteknologi Perikanan dan Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/709
Text
BAGIAN DEPAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
Bab 1_Final.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
BAB 2_Final.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
Bab 3_Final.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
Bab 4_Final.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
Bab 5_Final.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
Bab 6_Final.pdf
Restricted to Repository staff only

Download
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item