BKG

Zundraputra, Gilang Prakarsa (2017) Analisa Potensi Debit Menggunakan AVSWAT 2000 Untuk Pola Operasi PLTA Sibundong. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Dengan pertumbuhan penduduk yang semakin pesat menyebabkan penurunan kondisi sumber daya alam, terutama sumber daya tanah dan air di sekitar DAS. Pada DAS Sibundong untuk PLTA dilatarbelakangi dengan semakin meningkatnya penduduk di pulau Sumatra dan pasokan tenaga listrik mengalami penuruan daya mampu karena umur pembangkit semakin tua. DAS Sibundong juga mengalami permasalahan pengukuran debit yang tidak lengkap, banyak pengamatan debit yang kosong. Dengan kondisi tersebut PLN merencanakan pembangunan PLTA Sibundong untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari masyarakatnya. Studi ini bertujuan unuk menentukan debit andalan pada sungai yang nantinya digunakan sebagai pasokan listrik menggunakan model AVSWAT 2000 dan untuk menganalisa potensi daya pola pengoperasian PLTA Sibundong. Studi analisa debit pada DAS Sibundong diawali dengan identifikasi wilayah yang akan dikaji, baik berdasarkan batas administrasi atau berdasarkan daerah aliran sungai. Studi ini dikaji berdasarkan aliran sungai. Untuk pembuatan batas DAS dan pembuatan Digital Elevation Model digunakan Arcview GIS 3.3. Metode yang digunakan dalam mencari data hujan yang hilang adalah Normal Ratio Method yang selanjutnya menggunakan lengkung massa ganda untuk melakukan uji konsistensi data hujan 3 stasiun yakni Sarula, Sibolga, Balige. Data hujan yang sudah lengkap merupakan data input yang akan di olah oleh AVSWAT 2000. Data hujan rerata daerah dihitung saat simulasi pada AVSWAT 2000. Data yang digunakan adalah data curah hujan 6 tahun dimulai dari tahun 2006 hingga tahun 2011, data klimatologi, data peta topografi digital, peta jaringan sungai, peta jenis tanah digital. Perhitungan evapotranspirasi menggunakan data klimatologi berupa suhu, kelembaban relatif, lama penyinaran matahari dan kecepatan angin yang akan disimulasikan oleh AVSWAT 2000. Perhitungan evapotranspirasi di AVSWAT 2000 menggunakan metode Penman. Menurut hasil perhitungan, simulasi debit pada bulan Januari sampai Desember tahun 2006, debit minimal sebesar 17,7 m3/dt dan debit maksimal sebesar 48,76 m3/dt. Simulasi debit pada bulan Januari sampai Desember tahun 2007, debit minimal sebesar 15,87 m3/dt dan debit maksimal sebesar 66,33 m3/dt. Simulasi debit pada bulan Januari sampai Desember tahun 2008, debit minimal sebesar 19,43 m3/dt dan debit maksimal sebesar 61,25 m3/dt. Simulasi debit pada bulan Januari sampai Desember tahun 2009, debit minimal sebesar 11,94 m3/dt dan debit maksimal sebesar 46,37 m3/dt. Simulasi debit pada bulan Januari sampai Desember tahun 2010, debit minimal sebesar 17,98 m3/dt dan debit maksimal sebesar 46,03 m3/dt. Simulasi debit pada bulan Januari sampai Desember tahun 2011, debit minimal sebesar 13,34 m3/dt dan debit maksimal sebesar 63,02 m3/dt. Dari data hasi debit model diatas ternyata tidak menghasilkan nilai korelasi antara 0,6 – 1 sehingga perlu dilakukan proses kalibrasi dengan mengganti beberapa parameter yang ada di AVSWAT 2000. Menurut hasil kalibrasi III, pada bulan januari sampai desember tahun 2006, debit minimal sebesar 12,89 m3/dt dan debit maksimal sebesar 88,78 m3/dt. Pada bulan Januari sampai Desember tahun 2007, debit minimal sebesar 9,23 m3/dt dan debit maksimal sebesar 25,84 m3/dt. Pada bulan Januari sampai Desember tahun 2008, debit minimal sebesar 14,10 m3/dt dan debit maksimal sebesar 42,64 m3/dt. Pada bulan Januari sampai Desember tahun 2009, debit minimal sebesar 9,61 m3/dt dan debit maksimal sebesar 30,62 m3/dt. Pada bulan Januari sampai Desember tahun 2010, debit minimal sebesar 11,12 m3/dt dan debit maksimal sebesar 20,16m3/dt. Pada bulan Januari sampai Desember tahun 2011, debit minimal sebesar 8,88 m3/dt dan debit maksimal sebesar 33,59 m3/dt. Proses kalibrasi antara debit model dengan hasil pengukuran berdasarkan perhitungan Nash-Sutcliffe setelah kalibrasi III didapatkan nilai R = 0,81. Nilai korelasi masuk dalam kategori 0,6 < R < 1 sehingga dinyatakan hubungan langsung positif baik. Besar potensi daya yang bisa dihasilkan untuk pola pengoperasian PLTA adalah 2 x 10 MW dengan keandalan debit 60 % berdasarkan kurva durasi aliran dan energi listrik 159,26 GWh/tahun.

English Abstract

With the increasingly rapid population growth led to degradation of natural resources, especially land and water resources in the basin. On Sibundong watershed for hydroelectric power is motivated by the increasing population on the islands of Sumatra and the electricity supply experienced deterioration due to the aging power plant capable of getting older. Sibundong watershed also experienced problems of incomplete discharge measurements, observations debit empty lot. Under these conditions the State Electricity Company planned Sibundong hydropower development to meet the electricity needs of everyday people. This study aims to transform and determine discharge mainstay on the river that will be used as a power supply using AVSWAT 2000 and to analyze potential Sibundong Hydroelectric power operation pattern. The study of debit analysis on the Sibundong watershed begins with the identification of areas to be studied, either by administrative boundaries or by watersheds. This study was studied based on river flow. For the creation of watershed boundaries and the manufacture of Digital Elevation Model used Arcview GIS 3.3. The method used in searching the missing rain data is Normal Ratio Method which then use double buckle mass to test consistency of rainfall data 3 station that is Sarula, Sibolga, Balige. The complete rainfall data is the input data that will be sampled by AVSWAT 2000. The mean regional rainfall data is calculated during simulation at AVSWAT 2000. The data used are 6-year rainfall data starting from 2006 to 2011, climatology data, topography map data digital, river network maps, digital soil type maps. The calculation of evapotranspiration uses climatological data in the form of temperature, relative humidity, duration of solar irradiance and wind speed to be simulated by AVSWAT 2000. Evapotranspiration calculation at AVSWAT 2000 using Penman method. According to the calculation results, the simulation of the debit from January to December 2006, the minimum debit of 17.7 m3/s and the maximum discharge of 48.76 m3/s. Simulated debit from January to December 2007, minimum discharge of 15.87 m3 /s and maximum discharge of 66.33 m3/s. Simulated debit from January to December of 2008, minimum discharge of 19.43 m3/s and maximum discharge of 61.25 m3/s. Simulated debit from January to December of 2009, minimum discharge of 11.94 m3/s and maximum discharge of 46.37 m3/s. Simulated debit from January to December of 2010, minimum debit of 17.98 m3/s and maximum discharge of 46.03 m3/s. Simulated debit from January to December 2011, minimum debit of 13.34 m3/s and maximum discharge of 63.02 m3/s. From the data debit above model did not produce correlation value between 0.6 - 1 so it is necessary to do the calibration process by replacing some parameters in AVSWAT 2000. According to the results of calibration III, in January until December 2006, the minimum discharge of 12, 89 m3/s and maximum discharge of 88.78 m3/s. In January to December of 2007, the minimum debit is 9.23 m3/s and maximum discharge is 25.84 m3/s. In January to December of 2008, the minimum debit is 14.10 m3/s and the maximum debit is 42.64 m3/s. In January to December of 2009, the minimum debit is 9.61 m3/s and maximum discharge is 30.62 m3 /s. In January to December of 2010, the minimum debit is 11.12 m3/s and the maximum debit is 20.16 m3/s. In January to December 2011, the minimum debit is 8.88 m3/s and the maximum debit is 33.59 m3/s. The calibration process between the model debit with the result of measurement based on Nash-Sutcliffe calculation after calibration III got the value of R = 0.81. Correlation value entered in the category of 0.6 <R <1 so declared a positive direct positive good. The power potential that can be generated for the hydropower operation pattern is 2 x 10 MW with 60% discharge reliability based on the flow duration curve and 159.26 GWh / year of electrical energy.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2017/1038/051711624
Uncontrolled Keywords: DAS, debit, hujan, AVSWAT 2000
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 627 Hydraulic engineering > 627.1 Inland waterways > 627.12 Rivers and streams / Watershed management
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Pengairan
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/6905
Text
GILANG PRAKARSA ZUNDRAPUTRA.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item