BKG

Hakim, Farid Andi (2017) Ekspresi Metallothionein (Mt) Dan Logam Berat Timbal (Pb) Pada Lambung Tiram (Saccostrea Glomerata) Menggunakan Metode Imunohistofluorescenee (IHF) Di Pantai Karanggongso, PPN Prigi Dan Pantai Damas Kabupaten Trenggalek. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tiram merupakan salah satu bioindikator perairan yang dapat digunakan sebagai indikator yang baik dalam memonitor suatu pencemaran lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi protein metallothionein yang terdeteksi pada sampel lambung tiram (Saccostrea glomerata) dari perairan Pantai Karanggongso, PPN Prigi dan Pantai Damas yang terpapar logam berat Pb. Manfaat penelitian sebagai bahan acuan untuk pemnfaatan perikanan atau pengawasan kondisi lingkungan.Penelitian dilakukan pada bulan Januari – Mei 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang dijelaskan secara deskriptif. Dilakukan pengukuran yang meliputi kandungan logam berat di air, sedimen, intensitas metallothionein pada lambung tiram (Saccostrea glomerata) dan parameter kualitas air antara lain suhu, pH, salinitas dan oksigen terlarut (DO). Pengukuran logam berat air dan sedimen dilakukan dengan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) yang dilakukan sedangkan analisa intensitas metallothionein pada lambung tiram (Saccostrea glomerata) dilakukan dengan imunohistofluorescenee dengan CLSM (Confocal Laser Scanning Microscope). Hasil rata rata kandungan logam berat timbal (Pb) di air di Pantai Damas adalah 0.0024 mg/l, Pantai Karanggongso adalah 0.0781 mg/l dan PPN Prigi adalah 0.0064 mg/l. Hasil rata – rata kandungan logam berat sedimen di Pantai Damas adalah 0.0723 mg/l, Pantai Karanggongso adalah 0.0781 mg/l dan PPN Prigi adalah 0,1475 mg/l. Sedangkan hasil rata-rata logam berat Pb di lambung tiram Pantai Damas 0.0248mg/l, Pantai Karaggongso 0.0264mg/l, PPN Prigi 0.0436 mg/l. Hasil ini menunjukkan kandungan Pb di lambung tiram sudah melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh Kementrian LH No.51 tahun 2004. Hasil pegukuran kualitas air dan ekpresi MT dengan CLSM menunjukkan bahwa PPN Prigi memiliki tingkat pencemaran paling tinggi, kemudian diikuti Pantai Karanggongso dan Pantai Damas. Hasil perhitungan regresi linier berganda menunjukkan bahwa meningkatnya konsentrasi logam berat Pb juga diikuti dengan meningkatnya intesitas metallothionein. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa hasil ekspresi MT di PPN Prigi sudah melebihi ambang batas sehingga tiram berbahaya apabila dikonsumsi untuk organisme pemangsa tiram. Saran penelitian tiram di 3 lokasi penelitian tidak dapat dimanfaatkan untuk konsumsi manusia ataupun organisme pemangsanya, dikarenakan kandungan logam berat yang masuk pada tiram sudah melebihi ambang batas.

English Abstract

-

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2017/433/051706522
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 641 Food and drink > 641.3 Food > 641.39 Game and seafood > 641.392 Game and seafood (Catfishes, Cichlidae, Milkfish, Mackerel) > 641.394 Oysters
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Manajemen Sumberdaya Perairan
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/6509
Text
Farid Andi Hakim.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item