BKG

Widiastanti, Tia (2017) Desain Organisasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) dalam Perannya Terhadap Pembangunan Fisik Desa (Studi Di Desa Pandanlandung Kecamatan Wagir Kabupaten Malang). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) sebagai mitra pemerintah desa bertugas menjadi motivator masyarakat untuk lebih partisipatif dalam pembangunan desa terutama pembangunan non fisik. Desa Pandanlandung adalah salah satu desa yang memfungsikan LPMD di kabupaten Malang. Yang menjadi masalah dari desa ini adalah kualitas pendidikan yang masih rendah. Hal ini mengakibatkan rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia di desa tersebut. Kurang memadainya sarana dan prasarana pendidikan serta kurang adanya dorongan baik dari pemerintah maupun dari masyarakat yang menyebabkan munculnya LPMD di Desa Pandanlandung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis Miles, Huberman dan Saldana. Hasil penelitian menunjukan bahwa LPMD Desa Pandanlandung termasuk ke dalam teori kelembagaan Simple Structure oleh Henry Mintzberg dalam bukunya yang berjudul Structure in Fives: Designing Effective Organizations.. Disini peneliti menyederhanakan teori karena disesuaikan dengan kondisi dilapangan. Karakteristiknya menjadi kompleksitas organisasi, formalisasi organisasi dan pengambilan keputusan. Berdasarkan karakteristik tersebut LPMD memiliki faktor yang menjadi pendorong peran LPMD dalam pembangunan fisik Desa Pandanlandung yaitu sumber daya aparatur desa dan partisipasi masyarakat. Sedangkan terdapat juga faktor yang menjadi penghambat peran LPMD dalam pembangunan fisik Desa Pandanlandung yaitu kurangnya komunikasi dan sumber daya manusia yang rendah. Saran dari peneliti untuk mengatasi kekurangan tersebut adalah meningkatkan komunikasi antar anggota LPMD agar lebih efektif dengan cara respect, empathy,audible dan humble. Menukarkan posisi antara sekretaris dan ketua LPMD, meningkatkan formalisasi dengan memberikan LPMD ruangan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan studi banding, pemilihan LPMD periode selanjutnya sebaiknya tingkat pendidikan anggota minimal SMA.

English Abstract

The Village Community Empowerment Institution (LPMD) as a partner of the village is assigned to supportthe society to be more participative in rural development, especially non-physical development. Pandanlandung village is one of the villages which run LPMD in Malang. The problem of this village is the low quality of education. This condition is impactingthe low quality of human resources in the village. Lack of adequate infrastructurein term of education and lack of support from both the government and the community,is the reason of emergence of LPMD in Pandanlandung Village. This research is a descriptive research with qualitative approach. The type of data which used is primary and secondary data. The data collection process is using some methodssuch as interviews, observation, and documentation. Data analyses used are Miles analysis, Huberman and Saldana. The research showed that LPMD Pandanlandung Village was included in the institutional theory of Simple Structure. This can be seen from the results of field research. The characteristicsare uncomplicated, low complexity, little formalization, centralization and also usually informal decision making. Based on these characteristics, LPMD has a factor that becomes asupporter in the physical development of Pandanlandung Village, whichare the resources of village apparatus and community participation. There are also some factors that inhibit the role of LPMD in the physical development of Pandanlandung Village such as the lack of communication and low human resources. The researcher's suggestion to overcome the deficiency is maintaining a member who has good and active performance. Improve communication between LPMD members to be more effective by the way of respect, empathy, audible and humble, To exchange positions between LPMD secretary and chairman, to increase formalization by giving LPMD work office,improving the quality of human resources through training and comparative, and the lastisfor the election of LPMD members of the next period should be the minimum level of education is Senior High School.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FIA/2017/1121/051712140
Uncontrolled Keywords: Desain Organisasi, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), Pembangunan Fisik
Subjects: 300 Social sciences > 352 General considerations of public administration > 352.1 Jurisdictional levels of administration > 352.17 Rural administration
Divisions: Fakultas Ilmu Administrasi > Ilmu Administrasi Publik / Negara
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/6470
Text
TIA WIDIASTANTI.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item