BKG

Hasanah, Herlin Duwi Holifatul (2017) Analisis Hormon 17-Β Estradiol Pada Gonad Ikan Tawes (Puntius Javanicus) Di Sungai Surabaya Dan Sungai Aloo Sidoarjo Dengan Metode Elisa. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Sungai Surabaya merupakan sumber kehidupan berbagai jenis biota sungai dan menjadi salah satu sumber bahan baku PDAM untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat kota Surabaya. Sungai Aloo merupakan salah satu sungai di Sidoarjo yang di sepanjang alirannya terdapat pemukiman, pertanian dan industri, sedangkan daerah muaranya menjadi tempat tangkapan ikan. Sungai Surabaya mendapatkan banyak pencemaran dari lingkungan sekitarnya, baik itu limbah domestik maupun limbah industri. Pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Surabaya terdapat sejumlah industri-industri yang berpotensi pencemaran logam berat baik berskala besar, Bahkan sejak munculnya lumpur panas Sidoarjo di Kecamatan Porong tanggal 29 Mei 2006 dengan luapan lumpur antara 120.000 sampai 130.000 m3 setiap harinya, turut memperparah beban Sungai Aloo. Pembuangan air lumpur panas Sidoarjo ke Sungai Aloo diduga akan menyebabkan perubahan kualitas atau peningkatan pencemaran perairan. Polutan yang berasal dari pencemaran antropogenik seperti limbah industri dan domestik dapat mengganggu sistem endokrin dan gonad ikan yang berpengaruh terhadap hormon estrogen salah satunya 17β-estradiol. 17β-estradiol memberikan sebuah spektrum yang luas dari aktivitas - aktivitas ikatan pada berbagai sel, jaringan, pada sistem kekebalan tubuh dan juga mempengaruhi metabolisme, reproduksi, perkembangan dan pertumbuhan. Salah satu ikan yang banyak ditemukan di Sungai Surabaya dan Sungai Aloo adalah ikan tawes (Puntius javanicus). Ikan tawes (Puntius javanicus) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomis. Penelitian sebelumnya melakukan Pengukuran konsentrasi hormon estradiol 17-β ikan Torsoro dalam plasma darah dilakukan dengan menggunakan metode ELISA dengan Vidas ELISA kit untuk 17β-estradiol (REF 30 330) (Farastuti, 2014). Oleh karena itu perlu dilakukan pengukuran untuk mengetahui kadar hormon estradiol 17-β pada gonad ikan tawes (Puntius javanicus) dengan menggunakan Enzyme Liked Immunesorbent Assay (ELISA). Tujuan dari penelitian ini adalah melihat nilai hormon 17-β estradiol pada gonad ikan tawes (Puntius javanicus) di sungai Surabaya dan sungai Aloo Sidoarjo dengan metode Enzyme Liked Immunesorbent Assay (ELISA). Mengetahui kualitas air pada Sungai Surabaya dan Sungai Aloo Sidoarjo dengan mengukur suhu, kecepatan arus, pH dan DO. Metode yang digunakan adalah deskriptif, yaitu menggambarkan keadaan mengenaik status suatu gejala yang ada di alam menurut apa adanya dengan cara melakukan analisis laboratoriun pada saat penelitian dilaksanakan. Pengambilan sampel ikan dilakukan di sungai Surabaya dan sungai Aloo Sidoarjo, ikan kontrol dari UD Al-Barokah Pare, Kediri. Pengukuran kadar hormon 17-β estradiol pada gonad ikan tawes (Puntius javanicus) di Laboratoriun LSIH Universitas Brawijaya Malang. Hasil pengamatan Tingkat kematangan gonad ikan betina sungai Surabaya, sungai Aloo Sidoarjo dan kontrol berkisar antara III – V. Sedangkan pada ikan jantan sungai Surabaya berkisar antara IV – V, sungai Aloo Sidoarjo berkisar antara II – IV, dan kontrol berkisar antara II – III. Nilai hormon 17-β estradiol gonad ikan tawes (Puntius javanicus) betina lebih besar dari pada jantan pada sungai Surabaya dengan intensitas rata – rata didapatkan hasil 92.897 ng/L. Ikan jantan mensintesis hormon melebihi kadar normal dengan intensitas rata – rata tertinggi sungi Aloo 87.449 ng/L. Sedangkan nilai intensitas rata – rata air tertinggi sungai Surabaya didapatkan hasil 92.897 ng/L. Pengukuran kualitas air dari kedua sungai nilai suhu didapatkan hasil berkisar 32.57 – 32.63 0C, kecepatan arus didapatkan hasil 0.105 - 0.137 m/s, pH didapatkan hasil berkisar 7.17 – 7.33, dan nilai DO berkisar 2.47 – 2.59 mg/l. Nilai DO tidak memenuhi baku mutu kualitas kelas 2 PP No. 82 tahun 2001. Sedangkan pada kontrol masih dalam kisaran normal.

English Abstract

The conditions of environmental in Surabaya river and the polluted Aloo river affect the 17-β estradiol hormone gonad tawes (Puntius javanicus). This research was conducted in February-May 2017. The purpose of this study was to know the level of 17-β estradiol hornon in tawes gonad (Puntius javanicus) in Surabaya river and Aloo Sidoarjo river by ELISA method, water quality in Surabaya river and Aloo Sidoarjo river. The method that used of this research is descriptive method using 3 female fish and 3 male fish. Fish measured in total length, weight weighed with digital scales, dissected and observed maturity level gonad (TKG), dissected by using a set of weights gonads, and then taken to Central Laboratory of Life Sciences for Analysis of 17-β estradiol hornon in gonad tawes (Puntius javanicus) with ELISA method. The maturity level of Gonad (TKG) of most females III-V and male II – V. Intensity of 17-β hormone estradiol female UD Al-Barokah Pare 89.787 ng/L, Surabaya river 92.897 ng/L, and Aloo Sidoarjo river is 83.946 ng/L. Intensity of 17-β male estradiol hormone UD Al-Barokah Pare 25,049 ng/L, Surabaya river 86,585 ng/L, and Aloo Sidoarjo river 87.449 ng/L. Intensity of 17-β hormone estradiol water UD Al-Barokah Pare 31.909 ng/L, Surabaya river 92.897 ng/L, and Aloo Sidoarjo river 91.299 ng/L.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2017/542/051706997
Uncontrolled Keywords: Ikan Tawes (Puntius javanicus), hormon 17-β estradiol, sungai Surabaya, Sungai Aloo Sidoarjo, TKG
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.3 Culture of cold-blooded vertebrates > 639.31 Fish culture in fresh water
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Manajemen Sumberdaya Perairan
Depositing User: Kustati
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/6448
Text
Herlin Duwi Holifatul Hasanah.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item