BKG

Putra, Frans Adityatama (2017) Analisis Pengembangan Usaha Pembesaran Ikan Lele Sangkuriang (Clarias sp) Di Desa Pintu Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Ikan lele merupakan salah satu komoditi unggulan perikanan darat saat ini, Perkembangan ikan lele saat ini telah berkembang pesat dan menyebar hampir diseluruh wilayah Indonesia. Hal ini disebabkan karena ikan lele memiliki keunggulan yang tidak kalah dengan komoditi perikanan lainya, yaitu memiliki pertumbuhan yang cepat, kandungan gizi yang cukup besar, serta pemeliharaan yang cukup mudah. Pengembangan usaha ikan lele dapat dilakukan mulai dari pembenihan sampai pembesaran. Setiap segmen usaha ikan lele sangat menguntungkan, selain untuk konsumsi lokal pasar ikan lele telah mencapai ekspor dan permintaanya pun cukup besar. Kabupaten Ponorogo terutamanya Kecamatan Jenangan merupakan daerah yang memiliki potensi perikanan yang cukup bagus di Jawa Timur salah satunya adalah Desa Pintu karena di daerah ini merupakan sentra perikanan terutama pembesaran ikan lele terbesar di Kabupaten Ponorogo Penelitian ini dilaksanakan pada Februari – Maret 2016 di Desa Pintu, Kec. Jenangan, Kab. Ponorogo, Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan metode pengambilan sampel menggunakan metode survey , untuk teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh (semua populasi dijadikan sampel) hal ini dikarenakan jumlah populasi kurang dari 30 orang. Jenis sumber data yang diperoleh adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, studi pustaka. Analisa data menggunakan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif.. Aspek teknis dalam pembesaran ikan lele yang ada di Desa Pintu meliputi sarana dan prasana, persiapan kolam, penebaran benih, pemeliharaan ikan, pemanenan ikan dan pengemasan. Aspek pemasaran pada usaha pembesaran ikan lele di Desa Pintu meliputi permintaan dan penawaran yaitu permintaan pasar yang tinggi tetapi penawaran masih rendah sehingga dibutuhkan jumlah produksi yang tinggi. Untuk penetapan harga berdasarkan kesepakatan penjual dan pembeli, kualitas dan kuantitas barang. Saluran pemasaran untuk hasil pembesaran dari produsen diambil oleh pengepul di distribusikan ke pedagang pengecer hingga smpai ditangan konsumen. Margin pemasaran untuk pengepul sebesar Rp. 1.500,00, untuk pengecer Rp. 2.500,00. Aspek manajemen pada usaha pembesaran ikan lele ini dilakukan secara sederhana, aspek manajemen usaha ini yang meliputi perencanaan yang dilakukan secara sederhana. Pengorganisasian pada usaha ini hanya pembagian tugas secara langsung oleh pemilik kepada pekerjanya. Pengarahan pada usaha ini pemilik memberikan pengarahan terhadap pekerja pada saat melaksanakan pekerjaanya dengan memberikan pengarahan secara jelas dan perkataan yang tidak menyakitkan hati pekerjanya. Pengawasan pada usaha ini dilakukan oleh pemilik sendiri, yaitu melakukan pengawasan secara langsung terhadap pekerja agar dapat mengetahui bagaimana kualitas pekerjanya serta sebagai bahan evaluasi untuk usahanya. Aspek finansial pada usaha ini meliputi finansial jangka pendek dan jangka panjang. Pada usaha ini diperoleh hasil dari analisis finansial jangka pendek selama satu tahun dan finansial jangka panjang selama sepuluh tahun pada usaha pembesaran ikan lele berdasarkan jenis kolam yang digunakan adalah sebagai berikut untuk jenis kolam beton Bapak Heri diperoleh keuntungan sebesar Rp. 325.529.500, R/C 1,17, Rentabilitas 17%, BEP sales Rp. 238.591.123 dan BEP unit 15.906 kg, untuk analisis finansial jangka panjang diperoleh NPV sebesar Rp. 1.657.044.369, Net B/C 5,49, IRR 98% dan PP 1,14 tahun.. Bapak Buyung diperoleh keuntungan sebesar Rp. 248.828.000, R/C 1,23, Rentabilitas 23%, BEP sales Rp. 114.226.643 dan BEP unit 7.615 kg, untuk analisis finansial jangka panjang diperoleh NPV sebesar Rp. 1.304.270.152, Net B/C 7,27, IRR 130% dan PP 0,86 tahun. Bapak Luhur diperoleh keuntungan sebesar Rp. 122.578.500, R/C 1,21, Rentabilitas 21%, BEP sales Rp. 83.717.344 dan BEP unit 5.581 kg, untuk analisis finansial jangka panjang diperoleh NPV sebesar Rp. 626.032.640, Net B/C 5,55, IRR 99% dan PP 1,12 tahun. Untuk kolam terpal Bapak Supar diperoleh keuntungan sebesar Rp. 151.183.500, R/C 1,29, Rentabilitas 29%, BEP sales Rp. 43.650.161 dan BEP unit 2.910 kg, untuk analisis finansial jangka panjang diperoleh NPV sebesar Rp. 816.800.004, Net B/C 11,35, IRR 203% dan PP 0,55 tahun. Bapak Pur diperoleh keuntungan sebesar Rp. 364.964.500, R/C 1,23, Rentabilitas 23%, BEP sales Rp. 104.472.636 dan BEP unit 6.965 kg, untuk analisis finansial jangka panjang diperoleh NPV sebesar Rp. 1.995.386.361, Net B/C 15,36, IRR 274% dan PP 0,41 tahun. Analisis SWOT pada usaha pembesaran ikan lele ini meliputi faktor strategi internal dan eksternal. Dalam analisis diagram SWOT di dapatkan usaha ini terletak pada kuadran 1 yaitu strategi agresif. Untuk strategi pengembangan yang dilakukan adalah menggunakan strategi SO (stenghts opportunity), yaitu memanfaatkan peluang pasar dengan meningkatkan jumlah produksi ikan lele, memanfaatkan sumber daya alam secara optimal, mempertahankan kualitas produksi dengan baik dan melakukan diversifikasi teknologi untuk meningkatan kualitas perikanan di Desa Pintu, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

English Abstract

Pintu Village is one of the villages located in Jenangan District Ponorogo Regency East Java. Enlargement catfish business has been around in Pintu Village since the 1980s. This research aims to examine the technical aspects, financial aspects, marketing aspects, management aspects and SWOT analysis. The method used in this research is descriptive method. The results technical aspects of this business in Pintu Village is still using simple method. Marketing aspects of this business include demand and supply, pricing, marketing channels and marketing margins are running well. The management aspect carried out by the catfish breeder in Pintu village is good and simple. The results of short-term and long-term financial analysis of this business based on the type of the ponds used in both concrete and tarpaulin ponds is profitable and feasible for further development. The result of SWOT matrix analysis show that the Sangkuriang catfish enlargement business is in quadrant 1 (aggressive strategy) because of the strength and opportunity are more dominant. For the development strategy is using SO strategy (strength opportunity).

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2017/711/051710257
Uncontrolled Keywords: Analisis Pengembangan Usaha, Budidaya Lele, Analisis SWOT
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.3 Culture of cold-blooded vertebrates > 639.31 Fish culture in fresh water
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Sosial Ekonomi Agrobisnis Perikanan
Depositing User: Kustati
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/6431
Text
Putra, Frans Adityatama.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item