BKG

Roni, Rahayu Yusuf (2017) Konduktivitas Hidrolik Tanah Pada Berbagai Penggunaan Lahan Karst Di Desa Karangawen Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Karst merupakan salah satu bentuk lahan yang unik. Karst merupakan bentuk lahan yang terbentuk karena pengangkatan dasar laut sehingga mengakibatkan karst sangat kaya akan kapur atau batu gamping (Wacana dkk, 2014). Lahan pertanian pada lahan karst biasanya mengandalkan air hujan sehingga bisa disebut pertanian lahan kering. Bentuk penggunaan lahan dan vegetasi yang ada sangat berpengaruh terhadap konduktivitas hidrolik (Yu dkk, 2016). Karena perakaran setiap tanaman berbeda sehingga ruang pori yang ada berbeda dan konduktivitas hidrolik yang ada akan berbeda (Yu, dkk, 2016; Rosyidah dan Wirosoedarmo, 2013). Penggunaan lahan yang berbeda akan menyebabkan kecepatan peregerakan air dalam tanah berbeda. Beberapa penggunaan lahan yang ada di kawasan karst yang ada di Desa karangawen Kabupaten Pati antara lain sawah, tegalan, kebun campuran yang tanaman utamanya jati serta penggunaan lahan pemukiman. Beberapa permasalahan yang ada di lokasi penelitian adalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan tanah dan air yang baik dan benar. Selain itu sulitnya menemukan air untuk kegiatan pertanian juga menjadi salah satu masalah utama terutama pada musim kemarau. Oleh karena itu, harus dilakukan pengukuran untuk mengetahui konduktivitas hidrolik jenuh tanah menggunakan metode “Constan head”. Penelitian bertujuan mengetahui nilai konduktivitas hidrolik pada penggunaan lahan yang berbeda dan kedalaman tanah yang berbeda. Penelitian dilakukan pada bulan April-Juli 2017 dengan metode survei untuk mengetahui penggunaan lahan dan kondisi aktual lahan serta mengumpulkan datadata pendukung. Setelah itu dilakukan pengambilan sampel tanah untuk mengukur beberapa parameter sifat fisik tanah yaitu berat isi tanah, berat jenis, porositas, tekstur dan konduktivitas hidrolik jenuh. Sampel tanah berjumlah 48 sampel, yang diambil dari 4 penggunaan lahan pada dua kedalaman di 10 spl yang telah ditentukan. Konduktivitas hidrolik jenuh merupakan kemampuan tanah dalam menghantarkan air pada kondisi tanah jenuh. Nilai konduktivitas tertinggi pada penggunaan lahan sawah tadah hujan dengan nilai 18.41 cm/jam pada spl 3 dengan kedalaman 0-10 cm, dan terendah terdapat pada lahan tegalan spl 5 pada kedalaman 0-10 cm dengan nilai 0.19 cm/jam. Pada kedalaman 10-20 cm nilai tertinggi terdapat pada pemukiman dan terendah pada sawah tadah hujan dengan nilai berurutan yaitu 5.48 dan 0.23 cm/jam. Pada keempat penggunaan lahan setiap nilai konduktivitas hidrolik berbeda pada kedalaman yang berbeda. Nilai Konduktivitas hidrolik jenuh pada setiap penggunaan lahan mengalami penurunan dari kedalaman 0-10 cm ke kedalaman 10-20cm.

English Abstract

Karst is one of the unique land forms. Karst is a form of land formed due to the lifting of the seabed so that karst is very rich in lime or limestone (Wacana et al, 2014). Agricultural land on karst land usually rely on rain water so it can be called dry land agriculture. Existing land use and vegetation forms have an effect on hydraulic conductivity (Yu et al, 2016). Because the roots of each plant are different so that the existing pore space is different and the existing hydraulic conductivity will be different (Yu, et al, 2016; Rosyidah and Ruslan, 2013). Different land use will cause the speed of water movement in the soil to be different. Some of the existing land use in the karst area in Karangawen village Pati Regency are rice field, moor, mixed garden which is the main plant of teak and settlement. Some of the problems that exist in the research location is the lack of public knowledge about the management of land and water is good and correct. In addition, the difficulty of finding water for agricultural activities is also one of the main problems especially in the dry season. Therefore, measurements must be made to determine the saturated hydraulic conductivity of the soil using the "Constan head" method. Research purpose to know the value of hydraulic conductivity on different land use and different soil depth The research was conducted in April-July 2017 with survey method to know land use and actual condition of land and collect supporting data. After that, soil sampling is done to measure some parameters of soil physical properties such as soil contents, specific gravity, porosity, texture and saturated hydraulic conductivity. Soil samples consisted of 48 samples, drawn from 4 land uses at two depths in 10 predetermined spl. Saturated hydraulic conductivity is the ability of the soil to deliver water to saturated soil conditions. The highest conductivity value in the use of rainfed rice field with the value of 18.41 cm / h in spl 3 with a depth of 0-10 cm, and the lowest is in moor land spl 5 at a depth of 0-10 cm with a value of 0.19 cm/hour. At a depth of 10-20 cm the highest value is found in settlements and the lowest in rainfed lowland with sequential values of 5,48 and 0.23 cm/hour. On the fourth land use each value of different hirolic conductivity at different depths. The value of saturated hydraulic Conductivity on each land use decreases from 0-10 cm depth to a depth of 10-20cm.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/472/051710659
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.4 Soil science > 631.43 Soil physics > 631.432 Moisture and hydromechanics
Divisions: Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah
Depositing User: Yusuf Dwi N.
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/6362
Text
Roni, Rahayu Yusuf.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item