BKG

Buburayai, Hana Irmawati (2017) Kajian Atas Rencana Kebijakan Penurunan Tarif Pajak Penghasilan Badan dan Bentuk Usaha Tetap (BUT),. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Sejak tahun 2015, era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) resmi diberlakukan. Adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) membuat negara ASEAN10 berlomba-lomba melakukan penurunan tarif pajak serendah-rendanya dengan maksud menarik investor (race to the bottom). Indonesia menjadi salah satu negara ASEAN10 yang juga berencana menurunkan tarif Pajak Penghasilan Badan dan Bentuk Usaha tetap (BUT). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian atas rencana kebijakan penurunan tarif Pajak Penghasilan Badan dan Bentuk Usaha Tetap (BUT). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode analisis data dilakukan dengan model interaktif dari Miles dan Huberman. Pengujian keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Dengan adanya penurunan tarif yang dilakukan maka investor asing akan lebih tertarik untuk melakukan investasi di Indonesia. Namun, pemerintah juga harus memperhatikan beberapa hal diantaranya tingkat kepatuhan Wajib Pajak, keadaan perekonomian negara, turunnya penerimaan pajak karena penurunan tarif dan resiko masa tenggang. Pengurangan fasilitas karena penurunan tarif belum tentu dapat menutupi kekurangan penerimaan pajak. Terdapat beberapa alternatif lain yang dapat dilakukan pemerintah diantaranya perluasan basis data perpajakan di Indonesia, mempertegas sanksi perpajakan dan membiarkan fasilitas yang sudah ada selama ini dan semakin memfokuskan fasilitas bagi investor. Didalam pembuatan kebijakan antara Badan dan BUT pun, pemerintah harus dapat berlaku adil terhadap Badan dan BUT. Kemudian, penurunan tarif kali ini juga sebaiknya dilakukan secara bertahap. Penurunan tarif pajak dapat memiliki dampak bagi negara, Badan, BUT dan investor asing.

English Abstract

Since 2015, the era of the ASEAN Economic Community (AEC) was officially enacted. The existence of the ASEAN Economic Community (AEC) makes ASEAN10 countries vying to make lower tax rates as low as possible with the intention to attract investors (race to the bottom). Indonesia becomes one of the ASEAN10 countries which also plans to lower the rates of Corporate Income Tax and Permanent Establishment. This study aims to review the policy plan for the reduction of Corporate Income Tax Rate and Permanent Establishment. The type of this research is descriptive research with qualitative approach. Methods of data analysis performed with interactive models from Miles and Huberman. Testing the validity of this research data uses source triangulation. With the decrease in tariffs, foreign investors will be more interested to invest in Indonesia. However, the government should also pay attention to several things including the level of taxpayer compliance, state of the state economy, declining tax revenue due to tariff reduction and grace period risk. Reduction of facilities due to tariff reductions may not necessarily cover the shortage of tax revenues. There are several other alternatives that can be done by the government such as the expansion of taxation database in Indonesia, affirming the sanction of taxation and allowing existing facilities and increasingly focusing facilities for investors. In policy making, the government must be fair to the Corporate and Permanent Establishment. Then, the tariff reduction this time should also be done gradually. A reduction in tax rates can have an impact for the state, Corporate, Permanent Establishment and foreign investors.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FIA/2017/515/051706816
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 300 Social sciences > 336 Public finance > 336.2 Taxes > 336.24 Income taxes
Divisions: Fakultas Ilmu Administrasi > Perpajakan
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/6174
Text
Hana Irmawati Buburayai.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item