BKG

Atmaja, Intan Cahyaning Tyas (2017) Implementasi Program Desa Siaga Dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Kabupaten Pasuruan (Studi Pada Desa Jatisari, Kecamatan Purwodadi). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Program Desa Siaga diluncurkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2006 melalui Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 564/MENKES/SK/VIII/2006, tentang Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Desa Siaga. Kabupaten Pasuruan dijadikan sebagai salah satu fokus pelaksana program Desa Siaga, karena masih banyaknya jumlah desa yang tertinggal. Adapun kemudian, Desa Jatisari yang terletak di Kecamatan Purwodadi dipilih sebagai salah satu desa yang melaksanakan program Desa Siaga pada tahun 2012. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis Implementasi Program Desa Siaga dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Kabupaten Pasuruan dan untuk memahami faktor pendukung serta faktor penghambat Implementasi Program Desa Siaga di Desa Jatisari Kecamatan Purwodadi. Metode penelitian yang digunakan metode deskripti dengan pendekatan kualitatif. Analisis data yang digunakan adalah model analisis data interaktif oleh Miles, Huberman, dan Saldana. Pada model ini peneliti melakukan empat tahapan yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Kesimpulan dari penelitian ini antara lain, hubungan antar pihak dalam implementasi program Desa Siaga di Desa Jatisari sudah baik, dengan adanya pertemuan serta sosialisasi yang dilakukan oleh Kepala Desa, Bidan Desa serta Kader Desa Jatisari. Adapun pengembangan akan sumber daya dibentuk melalui pelatihan. Dilihat dari segi organisasi, koordinasi dibentuk oleh Bidan Desa dan Kader Desa Jatisari dalam membentuk sosialisasi kesehatan melalui Posyandu kepada masyarakat. Dalam implementasi program Desa Siaga terdapat UKBM atau Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat yang telah dilaksanakan sebagian yaitu P4K (Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi), donor darah serta tersedianya ambulan desa. Adapun faktor pendukung dari implementasi program Desa Siaga yaitu komitmen pemimpin, kemampuan organisasi, komitmen dan dukungan dari pelaksana, serta tersedianya fasilitas yang mendukung. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat yaitu, kurangnya sumber daya kesehatan, dan prasarana yang kurang memadai. Saran yang diberikan peneliti adalah perlu adanya pengembangan akan Poskesdes atau Pos Kesehatan Desa serta penambahan sumber daya kesehatan agar lebih mampu mendukung implementasi program Desa Siaga.

English Abstract

Desa Siaga Program was included by The Ministry of Health of Indonesia in 2006 through Decree of the Minister of Health of Indonesia No. 564/MENKES/SK/VIII/2006, on Guidelines for Implementation of Desa Siaga Development. Pasuruan regency has become one of the focus of Desa Siaga program implementers, because there are still many villages left behind. Later on, Jatisari Village located in Purwodadi District was chosen as one of the villages that implemented Desa Siaga program in 2012. Objectives of this research were to describe and analyze the implementation of Desa Siaga Program to improve the Public Health of Pasuruan Regency and to understand the supporting and inhibiting factors Implementation of Desa Siaga Program in Jatisari Village, Purwodadi Subdistrict. The research method used descriptive method with qualitative approach. Data analysis used is interactive data analysis model by Miles, Huberman, and Saldana. In this model the researcher performs four stages namely, data collection, data reduction, data presentation and conclusion or verification. Conclusions of this research were, among others, the relationship between the parties in the implementation of Desa Siaga program in Jatisari Village has been good, with the meeting and socialization conducted by the leader of the village, Village Midwife and Kader of Jatisari Village. The development of resources will be formed through training. In terms of organization, coordination is formed by Village Midwife and Kader of Jatisari Village in forming health socialization through Posyandu to society. In the implementation of Desa Siaga program, there are UKBM or Community Based Health Efforts that have been implemented in part such as P4K (Birth Planning and Complication Prevention), blood donor and availability of village ambulance. The supporting factors of the implementation of Desa Siaga program are leadership commitment, organizational capability, commitment and support from the implementer, and the availability of supporting facilities. While the inhibiting factors are, lack of health resources, and inadequate infrastructure. The suggestion given by the researcher is the need of development of Poskesdes or Village Health Post and the addition of health resources to be more able to support the implementation of Desa Siaga program.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FIA/2017/509/051706810
Uncontrolled Keywords: Implementasi Program, Desa Siaga, Kesehatan Masyarakat
Subjects: 300 Social sciences > 352 General considerations of public administration > 352.1 Jurisdictional levels of administration > 352.17 Rural administration
Divisions: Fakultas Ilmu Administrasi > Ilmu Administrasi Publik / Negara
Depositing User: Kustati
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/6025
Text
Intan Cahyaning Tyas Atmaja.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item