BKG

Larasati, Sandra Andariani (2017) Analisis Perencanaan Pajak Melalui Pemilihan Metode Perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Karyawan (Studi Kasus Pada PT X Jakarta). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi akibat adanya asimetri informasi dan perbedaan kepentingan antara pihak manajemen dan pemegang saham atau yang disebut masalah principal-agent. Pihak manajemen selalu berupaya untuk bisa memaksimalkan laba perusahaan melalui manajemen laba (earning management). Perolehan laba yang maksimal salah satunya dapat dilakukan dengan manajemen pajak. Salah satu langkah dalam manajmen pajak adalah perencanaan pajak (tax planning). PT X sebagai perusahaan penyedia jasa outsourcing memiliki jumlah karyawan yang besar dengan jenis karyawan yang berbeda. Oleh sebab itu, tax planning yang paling memungkinkan untuk dilakukan adalah pada PPh Pasal 21 karyawannya. Penelitian ini berfokus pada praktik perencanaan pajak PT X. Fokus penelitian ini dibatasi dengan melihat apakah pemilihan metode perhitungan PPh Pasal 21 mampu meminimalkan beban pajak perusahaan. Selain itu, melalui penelitian ini akan diketahui metode perhitungan PPh Pasal 21 mana yang efektif dalam menghemat beban pajak PT X berdasarkan kondisi-kondisi yang ada di dalam perusahaan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan pada PT X Jakarta, dimana perusahaan tersebut merupakan perusahaan penyedia jasa outsourcing yang memiliki jumlah karyawan yang besar dengan jenis karyawna yang beragam. Lokasi penelitian lainnya adalah pada EF Sinergy Consultant selaku kuasa pajak dari PT X yang membantu perusahaan melaksanakan tax planning PPh Pasal 21. Hasil dari penelitian ini adalah pemilihan metode perhitungan PPh Pasal 21 dapat meminmalkan beban pajak perusahaan, sebab setiap metode menghasilkan jumlah beban pajak perusahaan yang berbeda. Metode yang paling efektif untuk keperluan tax planning perusahaan adalah metode gross-up. Selain itu, dalam kondisi perusahaan memberikan tunjangan transport ke seluruh karyawan tetapnya, metode yang menghsilkan beban pajak perusahaan terkecil tetap metode gross-up. Namun, perlu dipertimbangan apabila perusahaan ingin menerapkan metode ini, sebab metode gross-up menghasilkan laba bersih perusahaan yang paling rendah pula.

English Abstract

This research was motivated due to asymetrical information and the difference of interests between the management and the shareholders, it is called principalagent problem. The management always strives to maximize the profit though earning management. One of them that done by the management to obtain maximum profit is by tax management and by tax management, it can be done by tax planning. PT X as an outsourcing service provider company has a large number of employees with different types of them. Therefore, the most appropriate tax planning to do is done on the type of employees tax income article 21. This research focused on the practice of tax planning in PT X. The focus of this research is limited by observing whether the selection of the methode of calculating income tax article 21 is able to minimize the company tax burden. In addition, through this research, it will be known which method calculating income tax article 21 is more effective in saving PT X tax burden based on conditions within the company. This research is done by using qualitative method with case study approach. This research is conducted on PT X Jakarta, where the company is an outsourcing service provider with a large number of employees with different types of them. Other research site is at EF Sinergy Consultant as a tax attorney of PT X who help the implementation of tax planning on income tax article 21 in PT X. The result of this research is the selection of income tax article 21 which can minimize the company tax burden, because each method produces different amounts of company tax burden. The most effective method for company tax planning purposes is the gross-up method. In addition, under the circumstances if the company provides a transport allowances to all its permanent employees, the method that generates the smallest tax burden for the company, still is the gross-up method. However, the company also should take a notice to the method, the method also produces the lowest net profit for the company as well.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FIA/2017/704/051708391
Uncontrolled Keywords: Tax planning, Metode Perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21, Pajak Penghasilan Badan
Subjects: 300 Social sciences > 336 Public finance > 336.2 Taxes > 336.24 Income taxes
Divisions: Fakultas Ilmu Administrasi > Ilmu Administrasi Bisnis / Niaga
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/5848
Text
BAGIAN DEPAN (1).pdf

Download | Preview
Text
BAB I.pdf

Download | Preview
Text
BAB II.pdf

Download | Preview
Text
BAB III.pdf

Download | Preview
Text
BAB IV.pdf

Download | Preview
Text
BAB V.pdf

Download | Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item