BKG

Putra, Muhammad Kresna (2017) Ekstraksi Logam Berat Merkuri (Hg) Dari Limbah Pengolahan Bijih Emas (TAILING) Menggunakan Tanaman Akar Wangi (Vetiveria zizanioides L.) Dengan Penambahan Edta Dan Kompos. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Permasalahan lingkungan bukanlah hal yang baru, melainkan telah ada sejak manusia mengeksploitasi sumberdaya alam. Eksploitasi sumberdaya alam digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Salah satu kegiatan eksploitasi sumberdaya alam adalah pertambangan. Daerah Jawa Barat khususnya di wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor banyak kegiatan pertambangan, khususnya pertambangan logam emas (Au). Pertambangan dilakukan oleh masyarakat sekitar dikoordinasi oleh badan usaha milik desa (BUMDES) dan dilakukan dengan teknik tradisional. Pengolahan bijih emas dilakukan dengan amalgam merkuri (Hg). Pengolahan menghasilkan limbah (tailing) berupa lumpur yang banyak terkandung logam merkuri (Hg). Adanya pencemaran merkuri dari tailing perlu ditanggulangi karena dapat berdampak bagi kesehatan manusia. Salah satu cara menanggulangi permasalah ini adalah fitoremediasi. Fitoremediasi adalah penggunaan tumbuhan untuk menghilangkan polutan dari tanah atau perairan yang terkontaminasi (Rondonowu, 2014). Tanaman yang digunakan adalah tanaman hiperakumulator. Akar wangi (Vetiveria zizanioides L.) merupakan salah satu jenis tanaman hiperakumulator ideal menyerap logam merkuri. Upaya untuk meningkatkan serapan logam merkuri dan pertumbuhan tanaman adalah dengan penambahan kompos dan bahan khelat Ethylene Diamine Tetraacetic Acid (EDTA). Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah penambahan kompos dan khelat EDTA dapat meningkatkan serapan logam merkuri (Hg). Penelitian dilaksanakan di rumah kaca yang terletak di Kecamatan Dau, Kota Batu dan analisis laboratorium di Laboratorium Kimia Tanah, Jurusan Tanah FP UB dan Laboratorium kimia, jurusan MIPA UB. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2017. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial (RALF) yang memiliki 9 kombinasi perlakuan kompos dan khelat EDTA dengan dosis berbeda, dan 3 kali ulangan sehingga total perlakuan sebanyak 27 perlakuan. Analisis kimia yang dilakukan adalah pH, KTK, dan Konsentrasi logam merkuri awal dan akhir pada media tanam (tailing). Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kombinasi perlakuan kompos dan khelat EDTA dapat meningkatkan serapan logam merkuri oleh tanaman. Penambahan khelat EDTA mampu meningkatkan serapan logam merkuri sebanyak 178%. Pengaruh dari aplikasi kompos dengan dosis berbeda memberikan pengaruh nyata bagi jumlah daun, panjang daun, dan berat kering tanaman. Pemberian kompos mampu meningkatkan konsentrasi merkuri pada akar sebesar 108% dan 165% pada tajuk. Selain itu pemberian kombinasi keduanya mampu memperbaiki pH tanah, dan KTK tanah.

English Abstract

Environmental issues is not something new but existed since humans exploited natural resources. Humans use the exploitation of natural resources as economic necessities. One of the exploitation of natural resources is mining. In West Java, especially in Sukabumi and Bogor has many mining activities, especially gold (Au) metal mining. Mining activities are caried out by local residents coordinated by Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). This activity uses traditional techniques and gold (Au) ore processing using mercury (Hg) amalgam. Processing of gold ores generates waste and tailing containing mercury (Hg). There is mercury contamination from tailing that need to be removed because can affects human healths. One method to solve this problem is phytoremediation. Phytoremediation is the activity of using plants to remove pollutants from contaminated soil or water (Rondonowu, 2014). Hyperaccumulator plants are used in phytoremediation activity. Vetiveria zizanioides L. is one of the ideal hyperaccumulator plants can uptake mercury (Hg). From the results of the research the addition of compost and chelate EDTA can increase the uptake of metal mercury (Hg). The research was conducted at Glasshouse in Dau district, Batu and laboratory analysis was conducted at Soil Chemistry Laboratory, soil department FP UB, and Chemistry Laboratory, MIPA UB. The research was started from april 2017-June 2017. The designed of experiment used complete randomized factor (RALF) with 9 combination of compost and chelat EDTA in a various dosage with 3 repetition. Total of treatment was 27. The observed chemical analysis was pH, KTK, and concentration of metals mercury in planting medium (tailing) before and after hyperaccumulator planting. Based on the result of this research, has been known that the combination of compost and chelat EDTA can increased the uptake of metal mercury (Hg) in hyperaccumulator plant. Addition of EDTA chelate can increase 178% the uptake of mercury. Application of compost with different doses have a significant effect on number of leaves, leaf length, anf dry weight of the plant. Composting was able to increase mercury concentration in root by 108% and 165% in canopy. In addition a combination of both can increase soil pH, and Soil KTK.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2017/726/051710957
Uncontrolled Keywords: Permasalahan Lingkungan, Sumberdaya Alam, Eksploitasi, Logam Berat Merkuri (Hg), Limbah Pengolahan Bijih Emas (Tailing), Akar Wangi (Vetiveria zizanioides L.)
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.4 Soil science > 631.42 Soil fertility, acidity, alkalinity
Divisions: Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah
Depositing User: Yusuf Dwi N.
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/5818
Text
Putra, Muhammad Kresna.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item