BKG

Zakiyah, Indah (2017) Uji Toksistas Akut (LC50-96 JAM) Limbah Cair Industri Penyamakan Kulit Terhadap Tingkat Mortalitas Organisme Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Pada Bak-Bak Percobaan. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Perkembangan sektor industri di Indonesia yang semakin bertambah waktu semakin pesat maka juga mengakibatkan limbah industri yang kian meningkat. Industri Penyamakan Kulit imerupakan industri pengelolaan berbagai macam kulit mentah, kulit setengah jadi menjadi kulit jadi. Dalam proses industrinya,bahan penyamak yang biasa digunakan adalah larutan Krom, namun hal tersebut tidak sepenuhnya terserap dan mengakibatkan limbah atau buangan sisa yang juga masih terdapat unsur tersebut. Kromium merupakan salah satu logam berat yang mempunyai sifat akumulatif dan beracun.Untuk itu jika limbah dibuang langsung tanpa pengelolaan terlebih dahulu maka akan mengganggu ekosistem perairan. Ikan nila merupakan salah satu organisme yang dapat dijadikan sebagai bioindikator. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai uji toksisitas akut LC50-96 jam limbah cair industri penyamakan kulit terhadap tingkat mortalitas ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan 13 Maret – 16 April 2017 yang bertempat di Laboratorium Reproduksi Ikan. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan dua tahapan yaitu uji pendahuluan dan uji sesungguhnya. Uji pendahuluan dilakukan untuk mengetahui ambang atas dan bawah yang akan digunakan pada uji sesungguhnya. Pada uji sesungguhnya konsentrasi yang digunakan sesuai dari uji pendahuluan yaitu ambang atas 10% (1000 ml/L Limbah) dan ambang bawah 1% (100 ml/L Limbah), lalu digunakan konsentrasi berdasarkan tabel rand yang didapatkan hasil konsentrasi (ml/L limbah) yaitu 135, 180, 240, 320, 420, 650, 870 dan 0 ml/L limbah (kontrol) dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Pengamatan kualitas air meliputi suhu, pH dan DO serta mortalitas ikan dilakukan setiap 6 jam sekali selama 96 jam. Hasil pengamatan prosentase mortalitas selama 96 jam pada konsentrasi 0 ml/L dan 135 ml/L limbah adalah sebesar 0%, 180 ml/L limbah sebesar 3,3%, 240 ml/L limbah sebesar 6,7%, 320 ml/L limbah sebesar 26,7%, 420 ml/L limbah sebesar 56,7% dan pada konsentrasi 650 dan 870 ml/L limbah sebesar 100%. Perhitungan analisis probit didapatkan nilai LC50 – 96 jam sebesar 344,97 ml/L. Nilai hasil uji toksisitas akut LC50 – 96 jam. Hasil dari pengukuran parameter kualitas air yaitu suhu 23,5-25,20C denga rata-rata suhu 24,1 0C. Pengamatan niali pH 5,21 – 8,02 denagn rata-rata 7,06 dan pengamatan DO 6,15-7,02 mg/L dengan rata-rata 6,45 mg/L. Dari hasil uji laboratorium, limbah cair industri penyamakan kulit ini nilai yang didapatkan meliputi parameter seperti BOD, COD, Krom (Cr), Minyak/Lemak, Amoniak dan pH yang diukur hasilnnya tidak memenuhi baku mutu limbah cair industri penyamakan kulit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah niali LC50-96 jam Limbah cair industri penyamakan kulit sebesar 344,97 ml/L. Kualitas air pada penelitian masih termasuk normal. Saran yang dapat diberikan dari hasil penelitian ini adalah diharapkan adanya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pertumbuhan dan fisiologi ikan nila supaya dapat melengkapi data yang sudah ada. Serta penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan tentang kebijakan pemerintah dalam penetapan baku mutu limbah dikarenakan jika tanpa adanya pengelolaan limbah dari suatu perusahaan maka limbah tersebut dapat bersifat toksik terhadap organisme perairan.

English Abstract

Tannery industry is an industry which uses large quantities of chemicals and water. The increasing of chrome salt is to stabilize collagen in the skin that aims to block chemical reactions. The chrome salt in tanning process is not fully absorbed by the skin so that the remainder is dumped in form of liquid waste. Acute toxicity test is a useful test in order to determine the toxicity of a contaminant substance. This study were aimed to determine LC50-96 hours value of tannery industry liquid waste towards mortality of Oreochromis niloticus and the quality of water (temperature, pH, and DO). This study was using experimental method with two testing phases, namely preliminary test and real test. The real test was implemented by using 8 treatments with 0 ml/L; 135 ml/L; 180 ml/L; 240 ml/L; 320 ml/L; 420 ml/L; 650 ml/L and 870 ml/L of liquid waste concentration. The data was calculated by using probit analysis in which the result of LC50-96 hours was found 344,97 ml/L. This indicated that the concentration value could cause 50% of tilapia death within ± 96 hours. The temperatures ranged between 23.5 °C - 25.2°C, pH ranged between 5.21 to 8.02, and DO ranged between 6.15 to 7.02 mg/L. The water quality at that time was in normal range for fish. This study can be used as an information for the government policy in determining waste water quality

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2017/568/051707022
Uncontrolled Keywords: Penyamakan Kulit, LC50-96 jam, Ikan Nila, Mortalitas Tannery, LC50-96 Hours, Oreochromis niloticus, Mortality
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 628 Sanitary engineering > 628.4 Waste technology, public toilets, street cleaning > 628.43 Liquid wastes
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Manajemen Sumberdaya Perairan
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/5810
Text
INDAH ZAKIYAH.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item