BKG

Gaharu, Januar (2017) Pengaruh Ketinggian Tempat Terhadap Nilai Heat Tolerance Coefficiant (HTC) Dan Efisiensi Reproduksi Kambing Peranakan Ettawa (PE) Pada Berbagai Parietas. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kambing Peranakan Ettawa (PE) merupakan komoditas ternak yang paling banyak diminati dikalangan masyarakat Indonesia, karena kemampuan adaptasi Kambing PE yang cukup baik. Kondisi suhu dan kelembaban lingkungan pada dataran yang berbeda dimungkinkan mempengaruhi nilai HTC dan efisiensi reproduksi Kambing PE. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 8-15 Maret di Peternakan Kambing PE Sengon, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Lokasi penelitian berada pada dataran rendah (44 mdpl) dan Peternakan Agus Farm Kecamatan Bumiaji, Kota Batu sebagai lokasi penelitian pada dataran tinggi dengan ketinggian 800 mdpl. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat terhadap nilai HTC dan efisiensi reproduksi Kambing Peranakan Ettawa (PE) pada berbagai parietas. Hasil penelitian ini diharapkan mampu membantu para peternak untuk mengetahui dimana ketinggian tempat yang cocok bagi Kambing PEagar merasa nyaman dan mampu berproduksi dengan baik.Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 15 ekor Kambing PE laktasi dengan kriteria minimal telah menghasilkan 1 parietas, masih mampu bereproduksi, dan tidak memiliki cacat fisik. Kambing pada peternakan dataran tinggi maupun dataran rendah merupakan Kambing PE laktasi yang akan digunakan penelitian, dengan rataan usia 2-3 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah survei dengan pengukuran secara langsung di lapang. Penentuan lokasi dan penelitian dilakukan secara purposive sampling yang dilanjutkan menggunakan uji-t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan temperatur rektal harian dataran rendah sebesar38,86±0,67°C; sedangkan pada dataran tinggi sebesar38,94±0,57°C. Pada pengamatan rataan rekuensi pernafasan harian dataran rendah menunjukkan hasil 31,91±0,67 kali/menit, sedangkan pada dataran tinggi menunjukkan rataan frekuensi pernafasan harian sebesar 24,24±0,57 kali/menit. Pada pengamatan nilai HTC dataran rendah menghasilkan 2,12±0,05, sedangkan pada dataran tinggi menghasilkan nilai HTC sebesar2,07±0,04. Pada pengamatan efisisiensi reproduksi, Kambing PE dataran rendah menghasilkan rataan anak sebanyak 1,53±0,51/ekor; sedangkan pada dataran tinggi menghasilkan rataan anak sebanyak1,86±0,63/ekor. Ketinggian tempat meningkatkan temperatur rektal dan frekuensi pernaasan di dataran rendah dan menurunkan temperatur rektal dan frekuensi pernafasan di dataran tinggi (P<0,05). Ketinggian tempat tidak memiliki pengaruh yang nyata terhadap jumlah anakan pada ketinggian tempat yang berbeda (P>0,05). Kesimpulan dari hasil penelitian tersebut bahwa ketinggian tempat menyebabkan perbedaan nyata terhadap temperatur rektal, frekuensi pernafasan dan nilai HTC, sedangkan tidak berpengaruh nyata terhadap efisiensi reproduksi Kambing PE.Disarankan terhadap para peternak untuk lebih memilih dataran tinggi sebagai tempat berternak Kambing PE.

English Abstract

Different altitude lands or places, both in the highlands and low, effect on Ettawa Crossbreed’s goat adaptability, especilly milk production and reproduction. Another influental factor was the availability of feed material in which two different lands. This research was conducted at the EC Goat Ranch Sengon, Jombang Sub District, Jombang Residence as lowland (2m above sea level) and Agus Farm, Bumiaji, Batu as a highland (800m asl). The purpose of this study was to compare the response of HTC and reproduction eficiency in different land. The research materials in each land were 15 lactation ettawa crossbreed’s with minimal 2 pariety before. The research method used descriptive by direct observation. Data were analyzed by unpaired t-test. The variables measured were the air temperature and humidity, body temperature, respiratory rate and eficiency reproduction. The results indicated that the different land influenced the rectal temperature, respiratory and HTC rate (P<0.05), but did not effect the value of eficiency reproduction Ettawa Crossbreed’s. Ettawa Goat expected maintain that Ettawa Crossbreed goat at highland because better condition than lowland(P>0.05).

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPT/2017/316/051709912
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.3 sheep and goats > 636.39 Goats > 636.390 82 Goats--Breeding > 636.390 824 Goats--Reproduction
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/5475
Text
Januar Gaharu.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item