BKG

Febrina, Rosa Rizka (2017) Analisis Wacana Kritis Teun A Van Dijk pada Fanpage “Jonru Ginting” Terkait Isu Penistaan Agama Islam oleh Ahok Periode Oktober 2016. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Isu penistaan agama Islam oleh Ahok yang muncul pada bulan September tahun 2016 mendapatkan pemberitaan yang intensif pada media massa Indonesia. Berlangsungnya era demokrasi telah membuka kebebasan masyarakat dalam berbagai aspek, salah satunya sentimen antar golongan etnis atau agama yang berujung pada konflik. Pemberitaan isu penistaan agama Islam ini tidak muncul dalam media massa dan media online saja, tetapi juga sampai kepada media sosial facebook. Kehadiran ruang publik virtual inilah yang dimanfaatkan oleh Jonru Ginting yang secara konsisten menanggapi kegelisahan isu penistaan agama Islam. Untuk mengetahui wacana yang dimunculkan oleh Jonru Ginting maka dianalisis secara kritis menggunakan model Teun A. Van Dijk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wacana penistaan agama Islam oleh Ahok dimunculkan Jonru Ginting dengan cukup propagandis. Ahok dipandang sebagai orang yang telah merusak kerukunan beragama dan tatanan hukum negara. Penistaan agama oleh Ahok ini sangat keji dan melukai umat muslim sehingga harus diproses hukum. Jonru berusaha menggiring opini publik bahwa ketidaktegasan hukum memperlihatkan bahwa pemerintah melindungi Ahok karena adanya kepentingan politik. Wacana penistaan agama Islam tidak dipisahkan dengan politik. Jonru mempraktikkan ideologi dalam ranah kepercayaan yang dianutnya yaitu agama Islam lewat jalan personal yang menyentuh ruang publik dalam konsep Ideological State Apparatus (ISA) yang sifatnya mempengaruhi. Dalam hal ini media sosial Facebook sebagai ruang publik virtual digunakan Jonru sebagai akses untuk memproduksi dan menyebarkan wacana.

English Abstract

Isuue of Islamic blasphemy by Ahok who appeared in September 2016 to get an intensive coverage on the mass media of Indonesia. The ongoing era of democracy has opened the freedom of society in various aspects, one of which is the sentiment between ethnic or religious groups that lead to conflict. This issue of Islamic blasphemy does not appear in mass media and online media only, but also up to social media facebook. The presence of virtual public space is utilized by Jonru Ginting who consistently responds to the anxiety of Islamic blasphemy issues. To find out the discourse raised by Jonru Ginting then analyzed critically using Teun A. Van Dijk model. The results of this study indicate that Islamic blasphemy by Ahok raised Jonru Ginting with propaganda. Ahok is seen as a person who has damaged religious harmony and the state legal order. An abuse of religion by Ahok is very cruel and injures Muslims so that must be processed law. Jonru is trying to lead public opinion where legal indecision shows that the government protects Ahok because of political interests. Islamic blasphemy discourse isn’t separated with politics. Jonru practiced the ideology in the realm of belief that he embraced Islam through a personal way that touches public space in the concept of Ideological State Apparatus (ISA) that are affecting. Social media facebook as a virtual public space used by Jonru as access to produce and spread the discourse.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FIS/2017/875/051711208
Uncontrolled Keywords: Penistaan Agama Islam, Ideologi, Ruang Publik Virtual
Subjects: 300 Social sciences > 364 Criminology > 364.1 Criminal offenses > 364.17 Offenses againts public morals > 364.177 Drugs > 364.177 095 99 Drugs (Philippines) > 364.188 Offenses against religion
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/5350
Text
Rosa Rizka Febrina.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item