BKG

Ansyahri, Thio (2017) Jumlah Dan Jenis Polen Lebah Madu (Apis Cerana Sp) Pada Berbagai Ketinggian Tempat Di Kabupaten Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Apis cerana sp memiliki kebutuhan akan makanan yang harus selalu terpenuhi untuk mempertahankan hidupnya, baik berupa nektar ataupun tepung sari (polen). Banyaknya varietas tanaman sebagai pakan sumber polen lebah dipengaruhi oleh ketinggian tempat, dimana semakin tinggi ketinggian tempat berkorelasi dengan semakin rapat vegetasi yang ada. Vegetasi paling lebat hanya akan ditemukan ditempat-tempat yang kelembaban tanahnya (air tanah) selalu tersedia dan juga drainasenya cukup sehingga tidak terjadi penggenangan. Variasi musim dan faktor kelembaban sangat penting bagi vegetasi juga situasi ekstrim yang terjadi dapat menentukan ada dan tidaknya jenis tertentu. Semakin tinggi letak tempat dari permukaan laut, maka semakin dingin atau makin rendah suhunya, dari dataran rendah menuju ke daerah pegunungan, untuk setiap kenaikan ketinggian tempat 100 mdpl, maka suhunya akan menurun 0,61°C. Ketinggian tempat suatu daerah mempengaruhi kondisi lingkungan seperti suhu kelembaban udara, kandungan air tanah, intensitas sinar matahari dan kandungan zat hara yang tersedia. Semakin tinggi letak suatu daerah diatas permukaan laut, maka suhu udara semakin rendah. Perbedaan kondisi lingkungan tersebut dapat mempengaruhi biodiversitas tanaman sumber pakan lebah yang tumbuh. Berdasarkan perbedaan tersebut maka perlu adanya pengamatan mengenai jumlah, jenis dan dominasi polen yang dikumpulkan oleh lebah madu Apis cerana sp pada berbagai ketinggian tempat di Kabupaten Malang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi perbedaan jumlah dan jenis polen yang dibawa oleh lebah madu Apis cerana sp pada berbagai ketinggian tempat di Kabupaten Malang dan mendapatkan ketinggian tempat terbaik untuk lebah madu Apis cerana sp dalam mengumpulkan polen. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai Maret pada tiga daerah dengan ketinggian tempat yang berbeda. P1 (dataran rendah) 0-100 mdpl dilakukkan di pantai Ngeliyep Desa Kedungsalam, Donomulyo Kabupaten Malang. P2 (dataran sedang) 400-499 mdpl yang dilakukan di Dusun Druju, Subermanjing Wetan Kabupaten Malang. P3 (dataran tinggi) yaitu 800-899 mdpl yang di lakukkan di Desa Boro Gondang, Karangploso Kabupaten Malang. Selajutnya sampel yang diperoleh dibawa ke Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH) Universitas Brawijaya untuk diamati. Peralatan dan bahan yang digunakan dalam penelitian adalah Pollen trap untuk mengumpulkan polen dari sarang lebah, GPS smartphone dan altimeter, HTC (Hand Tally Counter), cawan petri, oject glass, cover glass, mikro pipet, jarum pemisah, kuas kecil, pinset, mikroskop trinokuler Nikon Eclipse C1, thermohygrometer, tissue, amplop kertas, kertas label, nampan, koran, kamera handpone, polen bunga, aquades dan gula. Metode penelitian ekperimental lapang mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variabel yang diamati meliputi jumlah polen, jenis polen, dominasi polen, letak geografis, suhu udara dan kelembaban udara. Hasil analisis jumlah polen menunjukan bahwa, P1 berbeda sangat nyata (P<0,01) dibandingkan dengan P2 dan P3, adapun nilainnya secara berturut-turut adalah 890.176.000±264.931.280,16, 223.520.000±139.328.233,09, 297.920.000±246.976.105,43 sel/gram. Hasil analisis jenis polen menunjukan hal yang sama dimana P1 berbeda sangat nyata (P<0,01) dibandingkan dengan P2 dan P3 dengan nilai berturut-turut 12,13±1,46, 8,50±2,00, 7,75±1,28. Hasil persentase dominasi polen menunjukan bahwa, jenis Kelapa (Cocos nucifera) mendominasi pada ketinggian 0-100 mdpl, sementara pada ketinggian 400-499 mdpl jenis Lamtoro (Leucaena leucocephala) mendominasi dan pada ketinggian 800-899 mdpl jenis Jonge (Youngia japonica) mendominasi. Kesimpulan dari hasil analisis menunjukan bahwa jenis polen pada ketinggian 0-100 mdpl (dataran rendah) yang mendominasi adalah jenis polen Kelapa (Cocos nucifera). Ketinggian 400-499 mdpl (dataran sedang) yang mendominasi adalah jenis polen Lamtoro (Leucaena leucocephala). Ketinggian 800-899 mdpl (dataran tinggi) yang mendominasi adalah jenis polen Jonge (Youngia japonica). Ketinggian tempat 0-100 mdpl merupakan ketinggian terbaik dalam menggembalakan lebah Apis cerana sp dikarenakan biodeversitas pada ketinggian tersebut yang banyak sehingga ketersediaan pakan tersedia sepanjang tahun.

English Abstract

The purpose of this study was conducted to evaluate of number and types of pollen by Apis cerana sp an various altitude in Malang district and map the best altitude for Apis cerana sp to collect the pollen. The treatments of this research were T1 (0-100 masl) T2 (400-499 masl) and T3 (800-899 masl). Data were analyzed using analysis of variance by Completely Randomized Design (CRD). The result showed that number and types of pollen of T1 (0-100 masl) was significantly different from T2 (400-499 masl) and T3 (800-899 masl) have not significantly different (P<0.01). While for the domination kind of pollen T1 dominated by Coconut (Cocos nicifera), T2 dominated by Lead tree (Leucaena leucocephala) and T3 dominated by Japanese hawkweed (Youngia japonica). It can be concluded type of pollen at altitude 0-100 masl was Coconut pollen (Cocos nucifera). The altitude of 400-499 masl was dominated with Lead tree (Leucaena leucocephala). The altitude of 800-899 masl was dominated with the type of pollen Japanese hawkweed (Youngia japonica) and the altitude of 0-100 masl was the best altitude in rearing Apis cerana sp because it had higher biodiversity and feed availability.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPT/2017/356/051709952
Uncontrolled Keywords: Apis cerana sp, pollen, altitude places.
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 571 Physiology and related subjects > 571.8 Reproduction, development, growth > 571.84 Reproduction and growth of cells > 571.845 Gametogenesis > 571.845 2 Plants
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/4754
Text
Thio Ansyahri.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item