BKG

Azhari, Karina (2017) Efek Pemberian Ekstrak Kulit Batang Jamblang (Syzygium Cumini) Terhadap Kadar Malondialdehyde Ginjal Tikus Wistar Model Nefrolitiasis. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Jamblang (Syzygium cumini) telah digunakan di India sebagai obat tradisional untuk penyakit nefrolitiasis (batu ginjal). Nefrolitiasis terjadi peningkatan penempelan kristal pada sel epitel ginjal yang terluka. Luka pada sel ginjal disebabkan lipid peroksidasi yang menghasilkan produk berupa malondialdehyde (MDA) yang dihambat oleh triterpenoid, flavonoid, dan senyawa fenol. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen secara in vivo dengan randomized post test only controlled group design pada 30 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar jantan yang diberi etilen glikol (EG) 0,75% dan amonium klorida (AC) 1% dan terbagi menjadi 6 kelompok, yaitu kontrol negatif (KN), kontrol positif (KP), kelompok nefrolitiasis + ekstrak 150 mg/kgBB (P01/P1), kelompok nefrolitiasis + ekstrak 350 mg/kgBB (P02/P2), kelompok nefrolitiasis + ekstrak 550 mg/kgBB (P03/P3), serta kelompok nefrolitiasis + 0,0081 mL/gramBB Batugin Elixir (KS0/KS). Dilakukan urinalisis pada H-3, H-14 dan H- 28 untuk analisis berupa pH, volume, dan jumlah kristal kalsium oksalat urin. Parameter utama penelitian ini adalah kadar MDA ginjal tikus Wistar menggunakan metode Thiobarbituric Acid Reactive Substances (TBARS) yang diukur dengan spektrofotometer UV-Vis UV-1700 PharmaSpec. Kadar MDA ginjal yang diukur diperoleh hasil yang berurutan dari rendah ke tinggi yaitu KN, KS, P3, P2, P1, dan KP. Kelompok KP memiliki perbedaan yang signifikan dengan KN, P2, P3, dan KS (p < 0,05). Oleh karena itu ekstrak S. cumini dapat menurunkan kadar MDA ginjal pada dosis 350 mg/kgBB dan 550 mg/kgBB sebanding dengan Batugin Elixir.

English Abstract

Jamblang (Syzygium cumini) is a traditional medicine in India for treatment nephrolithiasis. Nephrolithiasis occurred when the increased attachment of crystals to injured renal epitelium cells. This injured renal cells are caused by lipid peroxidation that produces malondialdehyde (MDA) and inhibited by triterpenoid, flavonoid, and phenol. This study was in-vivo experimental with post test only control group design applied to 30 male Wistar Rats given ethylene glycol (EG) 0,75% and ammonium chloride (AC) 1% and devided into 6 groups, consist of negative control (KN), positive control (KP), group of nephrolithiasis + 150 mg/kgBW extract (P01/P1), group of nephrolithiasis + 350 mg/kgBW extract (P02/P2), group of nephrolithiasis + 550 mg/kgBW extract (P03/P3), and group of nephrolithiasis + 0,0081 mL/gramBW Batugin Elixir (KS0/KS). Urinalysis were held on 3, 14, and 28th day to analyzed their pH, volume, calcium oxalate crystal in urine. Creatinine serum was analyzed on 29th day (euthanasia). This principal parameter is MDA using Thiobarbituric Acid Reactive Substances (TBARS) method and measured with UV-1700 PharmaSpec UV-Vis spectrophotometer. The result of measured MDA showed lowest to highest in sequence is KN, KS, P3, P2, P1, dan KP. KP was different significantly compared to KN, P2, P3, and KS (p < 0,05). Therefore the S. cumini stem bark extract can reduce MDA at 350 mg/kgBW and 550 mg/kgBW comparable with Batugin Elixir.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FK/2017/398/051710148
Uncontrolled Keywords: Kulit batang jamblang, Syzygium cumini, nefrolitiasis, malondialdehyde (MDA).
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 615 Pharmacology and therapeutics > 615.3 Organics drugs > 615.32 Drugs derived from plants and mikroorganisms > 615.323 765 Drugs derived from specific plants (Myrtaceae)
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/4322
Text
Karina Azhari.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item