BKG

Aldea, Insantia Fahmil Fairus (2017) Perbedaan Kandungan Quercetin Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Pada Metode Pengolahan Juicing (Sari) Dan Blending (Smoothie). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Pada penyakit diabetes mellitus, salah satu upaya pengobatannya adalah dengan cara mengonsumsi buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) yang memiliki efek anti-insulin resisten karena buah ini memiliki kandungan flavonoid yang memiliki aktifitas antioksidan tertinggi yaitu quercetin. Kandungan quercetin dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah metode pengolahan juicing (sari) dan blending (smoothie) yang banyak digunakan pada masyarakat. Metode pengolahan ini dapat mempengaruhi kandungan quercetin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kandungan quercetin pada buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) pada metode pengolahan juicing dan blending. Studi eksperimen laboratorik menggunakan tiga perlakuan untuk mengetahui kandungan quercetin pada buah naga merah. Sampel diberi perlakuan segar (ditumbuk manual menggunakan mortar), juicing (menggunakan juicer), dan blending (menggunakan blender). Uji kandungan quercetin diuji menggunakan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kandungan quercetin antar kelompok perlakuan (p = 0,494). Kandungan quercetin pada buah naga merah dalam bentuk segar (P0) sebesar 4,06 mg/100g, juicing (sari / P1) sebesar 3,79 mg/100g dan blending (smoothie / P2) sebesar 3,89 mg/100g. Kesimpulannya dengan tidak adanya perbedaan ini masyarakat yang sedang menjalani terapi penyembuhan penyakit Diabetes Mellitus menggunakan jus buah naga merah dapat bebas memilih pengolahan rumah tangga seperti dalam bentuk juicing atau blending.

English Abstract

In order to treat diabetes mellitus, one of the treatment effort is by consuming red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus). Red Dragon fruits contain flavonoids quercetin i.e. Quercetin has high antioxidant activity so that it is able to deal with insulin resistance in diabetes mellitus patients. The content of quercetin can be affected by several factors, one of them is a method of juicing process (cider) and blending (smoothie) that are widely used in the community. This processing method can affect the content of quercetin. This research aimed to know the difference of quercetin in red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) on the method of juicing process and blending. This research used experimental laboratoric study by using three treatment to find out the content of quercetin in the red dragon fruit. The samples were given fresh (pounded manual using a mortar), juicing (using the juicer), and blending (using a blender). The content of quercetin was tested by spectrophotometer. The result showed that there is no difference in the content of quercetin between groups p = 0.494). The content of quercetin in the red dragon fruit in the form of fresh (P0) was 4,06 mg/100 g, juicing (cider/P1) was 3,79 mg/100 g and blending (smoothie/P2) was 3,89 mg/100 g. The conclusion of this research is diabetes mellitus patients can freely choose the processing method of red dragon fruit, because no significant difference in quercetin content caused by different processing method.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FK/2017/361/051710111
Uncontrolled Keywords: quercetin, buah naga merah (Hylocereus polyrhizus), juicing (sari), blending (smoothie)
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 616 Diseases > 616.4 Diseases of endocrine, hematopoietic, lymphatic, glandular system; diseases of male breast > 616.46 Diseases of islands of Langerhans > 616.462 Diabetes mellitus > 616.462 065 4 Diabetes--Nutritional aspects
Divisions: Fakultas Kedokteran > Ilmu Gizi
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/4154
Text
Insantia Fahmil FairusĀ Aldea.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item