BKG

Aufahaq, Rinaldy Rizky (2017) Pendugaan Potensi Keberadaan Air Tanah Di Desa Ganjaran Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Desa Ganjaran merupakan Desa Santri dengan kepadatan penduduk yang tinggi di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, karena memiliki banyak Pondok Pesantren. Hal tersebut menyebabkan kebutuhan air yang tinggi di Desa Ganjaran, sehingga perlu dilakukan upaya pengadaan sumber air, salah satunya dengan melakukan pengeboran sumur air tanah. Sebelum melakukan tahap pengeboran, perlu dilakukan identifikasi bawah permukaan untuk mengurangi risiko ketidaktepatan titik pengeboran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lapisan bawah permukaan dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger. Pengambilan data dilakukan pada 22 titik pengukuran yang dibagi menjadi dua daerah, yaitu daerah “A” dan daerah “B”. Daerah “A” berada pada ketinggian 361 – 372 mdpl, dan daerah “B” berada pada ketinggian 380 mdpl. Jarak maksimal antar elektroda arus pada setiap titik bervariasi dari 125 – 185 meter. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa lapisan bawah permukaan daerah penelitian terdiri dari lima litologi batuan, yaitu soil, clay, clayey-sand, tuff, dan lava. Batuan tuff diduga merupakan lapisan akuifer dengan kisaran nilai resistivitas 98,2 – 177 Ωm pada daerah “A” dan 109 – 188 Ωm pada daerah “B”. Di daerah “A” lapisan tuff berada pada kedalaman 20,3 – 54,8 meter, sedangkan di daerah “B” berada pada kedalaman 31,2 – 70,1 meter. Lapisan tuff yang berasosiasi dengan batu pasir (tufa-pasiran) dapat menjadi akuifer yang baik. Lapisan akuifer pada daerah penelitian berjenis akuifer setengah terkekang.

English Abstract

Ganjaran Village called as Santri1 Village with densely populated in Gondanglegi Subdistrict, Malang District, because it has many Islamic Boarding Schools. That dense population needs an abundance of water. One solution is lifting the groundwater by using deep well. To reduce the risk of inaccuracy of the drilling points and increasing the possibility to get into groundwater reservoir, subsurface identification is required. This study aims to identificate subsurface layer with electrical resistivity method, Schlumberger array. Data acquisition has been done at 22 measurement points, which divided into “A” and “B” areas. The elevation of “A” area is at 361 – 372 meters above sea level, and “B” area is at 380 meters above sea level. Maximum space between the current electrodes are variative, from 125 – 185 meters. Data processing results shown that subsurface layers consists of five different lithologies, that is soil, clay, clayey-sand, tuff, and lava. Tuff is estimated as an aquifer layer with range of resistivity value from 98,2 – 177 Ωm at “A” area, and 109 – 188 Ωm at “B” area. For “A” area the depth of tuff layers is at 20,3 – 54,8 meters, while for “B” area the depth of tuff layers is at 31,2 – 70,1 meters. Tuff layers that associated with sandstone (sandy-tuff) can be a good aquifer. Type of aquifer layer from this study area is semiconfined aquifer.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FMIPA/2017/422/051709762
Uncontrolled Keywords: Metode geolistrik resistivitas, konfigurasi Schlumberger, akuifer, air tanah, Desa Ganjaran.
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 551 Geology, hydrology, meteorology > 551.4 Geomorphology and hydrosphere > 551.49 Groundwater (Subsurface water)
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Fisika
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/3916
Text
Rinaldy Rizky Aufahaq.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item