BKG

Ningtyas, Dizha Trianda Putri (2017) Pengontrolan Pencahayaan terhadap Pertumbuhan Vegetatif Bawang Merah (Allium cepa var. Aggregatum L) dalam Plant Factory Hidroponik Deep Flowing Technique (DFT). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Bawang merah (Allium cepa var. Aggregatum L) merupakan sayuran umbi yang multiguna, dapat digunakan sebagai bumbu masakan, sayuran, serta sebagai obat tradisional. Tanaman bawang merah merupakan tanaman musiman yang hanya dapat ditanam dan dipanen saat musim kemarau, karena tanaman bawang merah memerlukan panas dan cahaya matahari minimal 12 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyinaran tanaman bawang merah pada plant factory bawang merah sistem hidroponik Deep Flowing Technique. Variasi perlakuan lama penyinaran yang digunakan yakni 12 jam, 14 jam dan 16 jam dengan intensitas cahaya sebesar 1250 lux. Parameter pertumbuhan vegetatif tanaman bawang merah yang diukur selama 36 hari adalah tinggi tanaman dan jumlah daun. Kandungan klorofil daun diukur pada hari ke 6 dan 36. Pengontrolan pencahayaan dalam plant factory menggunakan lampu LED Growth 10 watt, dengan panjang gelombang merah (660 nm) dan biru (450 nm) intensitas 1250 lux dapat dikontrol lama penyinarannya menggunakan Programmable Timer Digital dan menghasilkan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah. Pada lama penyinaran 16 jam dengan intensitas cahaya 1250 lux, memiliki tinggi dan jumlah daun yang relatif baik dibandingkan perlakuan lain, serta pada lama penyinaran 12 jam dengan intensitas cahaya 1250 lux memiliki tinggi yang relatif sama dengan tanaman bawang merah yang ditanam secara konvensional, namun memiliki jumlah daun yang lebih sedikit dan tidak lebat. Pengukuran kandungan jumlah klorofil pada perlakuan pengontrolan lama penyinaran 16 jam memiliki hasil yang relatif lebih baik dibandingkan tanam secara konvensional dan perlakuan lainnya,

English Abstract

Shallot (Allium cepa var. Aggregatum L) is one of the tubes vegetables that have a lot of function. Mostly, it used as a foods seasoning but also able to used as a traditional drug. In order to grow this plant, light directly from sun is require for at least 12 Hours. Thus, this plant will only able to grows at dry season. With those limitation, a research in needed, a Shallot will be plant using one of the Hydroponics methode, Deep Flowing Technique. A diffrent duration of light is given to shallot with 12 hours, 14 hours, and 16 hours with constant 1250 lux. As the plant grows for 36 days, Shallot’s height and leaf will be record everyday, however the clorophyll will only counted at day 6 and 36. This research use a 10 Watt LED lamp as the the replacements of the sun, this LED will have red Spectrum (660 nm) and Blue Spectrum (450 nm) with 1250 Lux. Programmable Timer Digital is used to control the timer so LED Lamp will only active for desirable time. The conclusion is the shallots with 16 Hours of constant 1250 Lux have more height and leaf compared with 12hours of constant 1250 Lux. A shallot with treathment of light for 12 Hours have similarity with a shallots that plants under sunlight dirrectly, however it have slighly smaller amount of leaf. The clorophyll of 16 Hours Shallot also have relatively better amount compared with other threathment.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FTP/2017/365/051709212
Uncontrolled Keywords: Bawang Merah, Cahaya, Lampu LED, Plant Factory
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 635 Garden crops (Horticulture) > 635.2 Edible tubers and bulbs > 635.25 Onions
Divisions: Fakultas Teknologi Pertanian > Keteknikan Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/3749
Text
DIZHA TRIANDA PUTRI NINGTYAS.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item