BKG

Zakinah, Yulia (2017) Penentuan Kinerja DAS di Sub-Sub DAS Keyang Kabupaten Ponorogo Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 52 Tahun 2001. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kerusakan dan penurunan kinerja pada daerah aliran sungai (DAS) di Indonesia tidak terlepas dari kegiatan intervensi yang dilakukan oleh manusia sebagai pelaku pemanfaat sumber daya alam. Pertambahan jumlah penduduk yang semakin meningkat menyebabkan semakin meningkatnya tuntutan atas sumber daya alam (air, tanah, dan hutan) yang berakibat pada perubahan kondisi hidrologi DAS. Kerusakan dan penurunan kinerja DAS ini terjadi akibat dari tindakan-tindakan manusia yang tidak terkendali dengan tanpa memperhatikan kaidah-kaidah konservasi tanah dan air yaitu kegiatan pengembangan daerah kawasan budidaya yang berdampak pada terjadinya perubahan fungsi lahan dan adanya konversi lahan menjadi pemukiman, perubahan fungsi daerah bukit menjadi lahan sawah dan tegalan, peningkatan perkembangan industri, dan maraknya penggundulan hutan. Hal serupa juga terjadi pada Sub-Sub DAS Keyang Ponorogo, dimana sejak tahun 2007 sungai keyang menjadi penyebab utama bencana banjir di wilayah Kabupaten Ponorogo dan telah terjadi bencana tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung pada sabtu, 01 April 2017. Sehubungan dengan hal tersebut, maka upaya yang perlu dilakukan adalah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja DAS di Sub-Sub DAS Keyang yang mutlak diperlukan untuk mengetahui dampak dari kegiatan pengelolaan dan pembangunan yang telah dilakukan di DAS sehingga kondisi DAS dapat diketahui baik tingkat kerusakan maupun penurunannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil klasifikasi parameter yang dikaji meliputi kofisien regim sungai (KRS), indeks penutupan lahan oleh vegetasi (IPL) dan indek erosi (IE) serta untuk menentukan kinerja DAS di Sub-Sub DAS Keyang Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode perhitungan sesuai dengan Keputusan Menteri Kehutanan No. 52/Kpts-II/2001 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Hasil dari perhitungan diperoleh hasil klasifikasi nilai Koefisien Regim Sungai (KRS) sebesar 190 termasuk dalam kategori jelek dengan skor 5; Indeks Penutupan oleh Vegetasi (IPL) sebesar 17,77% termasuk dalam kategori jelek dengan skor 5; dan Indeks Erosi (IE) sebesar 166,4% termasuk dalam kategori jelek dengan skor 5. Hasil penentuan kinerja DAS di Sub-Sub DAS Keyang sebesar 5, yang menunjukkan bahwa kinerja Sub-Sub DAS Keyang termasuk dalam kategori “Buruk”.

English Abstract

The destruction and degradation of performance in Indonesia watershed is inevitably of intervention activities conducted by humans as perpetrators of natural resource user. The increasing population growth has led to increasing demands on natural resources (water, land and forests) resulting in changes in watershed hydrological conditions. The degradation and decreasing of the watershed performance is the result of uncontrolled human actions with no regard to the rules of soil and water conservation such as the development of the area of cultivation area that affects the change of land function and the conversion of land into settlement, Into paddy fields and moor, increased industrial development, and rampant deforestation. Similarly, the Keyang Ponorogo Watershed, which since 2007 keyang river has been the main cause of the flood disaster in Ponorogo regency and there has been a landslide disaster in Banaran Village, Pulung District on Saturday 01 April 2017. In relation to that , the effort that needs to be done is to monitor and evaluate the performance of the Watershed in the Sub-watershed of Keyang is absolutely necessary to know the impact of management and development activities that have been done in the watershed so that watershed conditions can be known both the level of damage and decline. The purpose of this research is to determine the result of classification of the parameters studied include the river regime coefficient (KRS), land cover index by vegetation (IPL) and erosion index (IE) and to determine the watershed performance in Sub-watershed of Keyang, Ponorogo. This study uses the calculation method in accordance with the Decree of the Minister of Forestry no. 52 / Kpts-II / 2001 on Guidelines for implementing watershed management. The results of the calculation obtained by the classification value of River Regime Coefficient (KRS) of 190 included in the bad category with a score of 5; The Vegetation Closure Index (IPL) of 17.77% is included in the bad category with score 5; and Erosion Index (IE) of 166,4% included in the bad category with score 5. The results of determining the watershed performance in the Keyang Sub-watershed is 5, indicating that the performance of the Keyang Sub-watershed is included in the "Bad" category.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FTP/2017/420/051709267
Uncontrolled Keywords: Indeks Erosi, Indeks Penutupan Lahan oleh Vegetasi, Koefisien Regim Sungai, dan Monitoring dan Evaluasi Kinerja DAS
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 627 Hydraulic engineering > 627.1 Inland waterways > 627.12 Rivers and streams / Watershed management
Divisions: Fakultas Teknologi Pertanian > Keteknikan Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/3687
Text
YULIA ZAKINAH.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item