BKG

Siswanto, Adil (2018) Pengaruh Hubungan Kelembagaan, Insentif Program Partisipasi, Modal Sosial, dan Social Learning Terhadap Partisipasi Masyarakat, Dimediasi Kesejahteraan Dalam Pengelolaan Hutan (Studi Pada Hutan Konservasi Taman Nasional Baluran-Situbondo). Doctor thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Latar belakang penelitian bahwa Taman Nasional sebagai kawasan hutan konservasi memiliki berbagai jenis flora, fauna dan kekayaan alam. Namun demikian kawasan konservasi menghadapi berbagai ancaman atau gangguan seperti perladangan dan perambahan liar. Dengan demikian, peran partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan, merupakan hal yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan: (1) pengaruh hubungan kelembagaan, insentif program partisipasi, modal sosial, social learning, dan kesejahteraan masyarakat terhadap partisipasi masyarakat; (2) kesejahteraaan masyarakat didalam memediasi pengaruh hubungan kelembagaan, insentif program partisipasi, modal sosial, dan social learning terhadap partisipasi masyarakat. Pendekatan penelitian kuantitatif dengan alat analisis Structural Equation Modelling Partial Least Square (SEM PLS). Unit analisis adalah kepala rumah anggota Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaaan sebanyak 120 orang sebagai responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) hubungan kelembagaan, insentif program partisipasi, dan kesejahteraan masyarakat berpengaruh positif signifikan terhadap partisipasi masyarakat; (2) modal sosial, dan social learning tidak berpengaruh positif signifikan terhadap partisipasi masyarakat; (3) kesejahteraaan masyarakat memediasi pengaruh insentif program partisipasi secara penuh, dan modal sosial secara parsial terhadap partisipasi masyarakat; (4) kesejahteraan masyarakat tidak memediasi pengaruh hubungan kelembagaan dan social learning terhadap partisipasi masyarakat. Implikasi praktis untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan, yaitu dengan meningkatkan: (1) peran lembaga kehutanan; (2) peran tim/kelompok Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaaan; (3) program partisipasi dan pemberdayaan; (4) keeratan hubungan lembaga sebagai good governance; insentif program partisipasi; potensi modal sosial; social learning sebagai upaya peningkatan kualitas hidup yang lebih baik, dan program kesejahteraan masyarakat. Keterbatasan penelitian: (1) responden merupakan kepala rumah tangga kelompok Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan, sebagai penerima manfaat, sedangkan pihak penyedia manfaat (pengelola) tidak dilibatkan; (2) tidak menguji variabel karakteristik sosio-demografi yang diprediksi berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat.

English Abstract

Despite its richness in flora and fauna, Baluran National Park is facing threats and disruptions of illegal encroachment and farming. Thus, public participation in forest management is essential. Using quantitative approach with Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM PLS), this study aims to analyze and explain the influence of forest institution connectedness, participation program incentives, social capital, social learning, and welfare on public participation. In addition, this study also explores the role of welfare in mediating the aforementioned relation. The respondents of this study are 120 heads of families, member of Forestry Community Training Center. The results of this study indicate that forest institution connectedness, participation program incentives, and welfare positively and significantly influence public participation, but social capital and social learning do not have positive and significant influence on it. Furthermore, welfare fully mediates the influence of participation program incentives and partially mediates the influence of social capital on public participation. However, it does not mediate the influence of forest institution connectedness and social learning. The results imply that public participation in forest management can be improved by increasing the role of forest institutions, Forestry Community Training Center team, and participation and empowerment program. In addition, improving forest institutions connectedness as a good governance, participation program incentives, the use of social capitals potencies, social learning to create a better life, and welfare program might further enhance the participation. This study is limited to that the respondents of this study are benefit receivers, not involving the providers, and that it does not examine sociodemographic characteristics that influence public participation.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Doctor)
Identification Number: DIS/634.92/SIS/p/2018/061803852
Uncontrolled Keywords: FOREST MANAGEMENT
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 634 Orchards, fruits, forestry > 634.9 Forestry > 634.92 Forest management
Divisions: S2 / S3 > Doktor Ilmu Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/184041
Text
Adil Siswanto.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item