BKG

Yuniar, Dewi (2020) Optimasi Waktu Perjalanan Angkutan Batubara Berdasarkan Perilaku Pengemudi, Topografi Dan Kualitas Prasarana Jalan. Doctor thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Ketepatan waktu perjalanan mempunyai keterkaitan yang erat dengan berbagai faktor penentu, antara lain perilaku pengemudi sebagai poin utama, topografi dan kualitas prasarana jalan. Angkutan batubara menjadi kunci keberlangsungan persediaan batubara terutama bagi pasokan listrik dan sektor ekonomi Kalimantan lainnya. Karakteristik pengemudi truk batubara berbeda dengan pengemudi angkutan lain, karena pengemudi truk membawa muatan curah batubara, penuh debu, beban kerja tinggi, perbedaan suasana kerja, letak kerja di pedalaman dan kerja dibawah tekanan target sehingga secara keseluruhan mempengaruhi ketepatan waktu perjalanan. Kondisi topografi dan kualitas prasarana jalan juga berpengaruh signifikan terhadap waktu perjalanan. Tujuan penelitian adalah mengoptimasi waktu perjalanan berdasarkan pengaruh perilaku pengemudi, topografi dan kualitas prasarana jalan pada jalan khusus angkutan batubara. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka dan survei lapangan. Tahapan penelitian meliputi tahap pendahuluan, pengambilan sampel, penyusunan variabel instrumen penelitian, uji validasi dan reliabilitas, pengumpulan data, pengolahan data dan analisis data, tahap sensitivitas, optimasi dan rekomendasi serta tahap kesimpulan dan saran. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner perilaku pengemudi dengan responden 116 orang, kuisioner persepsi terhadap waktu perjalanan dengan responden 20 (dua puluh) orang, dan survei topografi dan kualitas prasarana jalan dengan menggunakan daftar isian survei, pengukuran, video, GPS Garmin dan GPS tracker yang dipasang pada 3 (tiga) buah truk selama 1 (satu) bulan pengamatan. Pengaruh perilaku pengemudi terhadap waktu perjalanan menggunakan 7 (tujuh) variabel yaitu motivasi kerja, operasional kerja, kondisi sosial, kondisi kesehatan, kondisi prasarana jalan, kendaraan dan cuaca. Sedangkan persepsi terhadap waktu perjalanan menggunakan indikator disiplin, motivasi, tanggungjawab, penghargaan, lingkungan kerja, kondisi jalan dan kondisi kendaraan. Survei topografi meliputi jalan lurus, tanjakan, turunan, tikungan, dan crossslope, sedangkan survei kualitas prasarana jalan meliputi kualitas permukaan jalan, drainase, tekanan tanah dan waktu tempuh truk. Penggunaan metode pada analisis data penelitian yaitu (1) analisis perilaku pengemudi menggunakan regresi dan korelasi linier berganda, software SPSS v.23, WarpPLS v.6.0, dan jaring kinerja. (2) analisis persepsi terhadap waktu perjalanan menggunakan AHP (Analytic Hierarchy Process), (3) analisis topografi dan kualiatas prasarana jalan menggunakan software Smart GPS tracker system, KML (Keyhole Markup Language) dan Google earth pro. Hasil penelitian pada perilaku pengemudi yaitu karakteristik pengemudi sebagian besar berasal dari Propinsi Kalsel untuk memberdayakan orang lokal sekitar tambang dan memudahkan dalam akomodasi pengemudi. Pengemudi umumnya memiliki usia produktif, pendapatan di atas UMR (Upah Minimum Regional), namun beban kerja tinggi, operasional kerja tidak teratur, frekuensi mengemudi tinggi, pola waktu dan pola kesehatan tidak teratur. Variabel dominan yang mempengaruhi perilaku pengemudi terhadap waktu perjalanan adalah kondisi kendaraan dan motivasi kerja. Berdasarkan hasil persepsi terhadap waktu perjalanan, variabel paling dominan adalah kondisi kendaraan dan prioritas penanganan adalah kategori evaluasi. Model empirik perilaku pengemudi terhadap ketepatan waktu perjalanan yang dihasilkan adalah Y (ketepatan waktu perjalanan) = -0,879 + 0,258 motivasi kerja + 0,078 operasional kerja + 0,129 kondisi sosial + 0,161 kondisi kesehatan + 0,245 kondisi prasarana jalan + 0,275 kondisi kendaraan + 0,238 cuaca. Berdasarkan pendekatan beberapa modifikasi pada analisis warp.PLS, maka modifikasi e (membuang variabel pada outer model dalam faktor non teknis) memiliki model fit dan quality indices yang paling ideal dengan persamaan: ketepatan waktu perjalanan = 0,137 Operasional kerja + 0,074 Kondisi sosial - 0,095 Kondisi kesehatan + 0,206 Kondisi prasarana jalan + 0,502 Kondisi kendaraan + 0,188 cuaca + 0,302 Motivasi kerja; Darixxii jaring kinerja (performance grid) menunjukkan data pendekatan optimasi perilaku pengemudi dengan 9 (sembilan) skenario berdasarkan kendala dengan hasil optimal adalah pada skenario 8 dengan nilai 10,00 dan termasuk pada level 4 (rentang 8-10) sehingga menghasilkan model yaitu ketepatan waktu perjalanan = -0,879 + 2,13 motivasi kerja + 1,84 operasional kerja + 2,00 kondisi sosial + 3,67 kondisi kesehatan + 3,80 kondisi prasarana jalan + 2,94 kondisi kendaraan + 2,54 cuaca; Analisis sensitivitas dan optimasi waktu perjalanan akibat pengaruh topografi dan kualitas prasarana jalan pada angkutan batubara meliputi (a) menerapkan kecepatan rencana pada angkutan batubara 40 km/jam untuk truk bermuatan dan 60 km/jam untuk truk tanpa muatan; (b) ada penurunan waktu perjalanan berkisar 31,4% - 40% untuk truk dengan muatan dan truk tanpa muatan sebesar 25,5% - 31,7%. Pengemudi truk dapat menggunakan kecepatan normal sehingga mendapatkan waktu perjalanan yang efisien; (c) Analisis sensitivitas kelandaian jalan lurus di jalur angkutan batubara menghasilkan penurunan 4-6 menit waktu perjalanan setelah penyesuaian kelandaian 8%; (d) terdapat 13 titik lokasi tikungan masih dibawah standar sehingga harus dilakukan pelebaran. Semakin lebar tikungan maka semakin memudahkan truk dalam melakukan manuver dan kecepatan dapat lebih stabil. Hubungan panjang jalan tikungan terhadap waktu tempuh perjalanan pada jalan khusus hauling batubara menghasilkan Y = 0,1365 Xpanjang tikungan – 2,5664 dengan R2 = 0,8942; (e) hasil analisis rimpull dengan ketahanan gulir menunjukkan bahwa waktu tempuh yang dibutuhkan truk Hino 500 FM 260 TI bermuatan adalah 133,03 menit dan optimasi waktu tempuh menjadi 95,80 menit, waktu tempuh eksisiting yang dibutuhkan truk tanpa muatan adalah 68,93 menit sedangkan optimasi waktu tempuh kosong menjadi 52,19 menit. Rekomendasi dalam optimasi waktu perjalanan berdasarkan skenario dan sensitivitas pengaruh perilaku pengemudi, topografi dan kualitas prasarana jalan yaitu skenario 1 dengan mengatur kecepatan secara normal akan menghemat waktu perjalanan sebesar 15,57 % dari waktu eksisting. Skenario 2 dengan mengatur kecepatan secara normal, pengurangan waktu berhenti dan perbaikan kelandaian jalan akan menghemat waktu perjalanan sebesar 29,35 % dari waktu eksisting. Skenario 3 dengan mengatur kecepatan secara normal, pengurangan waktu berhenti, mengurangi durasi waktu pemuatan di stockpile dan perbaikan kelandaian jalan akan menghemat waktu perjalanan sebesar 43,32 % dari waktu eksisting. Skenario 4 dengan mengatur kecepatan secara normal, pengurangan waktu berhenti, mengurangi durasi waktu di pelabuhan dan perbaikan kelandaian jalan akan menghemat waktu perjalanan sebesar 42,01 % dari waktu eksisting. Skenario 5 dengan mengatur kecepatan secara normal, pengurangan waktu berhenti, mengurangi durasi waktu di stockpile dan pelabuhan serta perbaikan kelandaian jalan akan menghemat waktu perjalanan sebesar 48,61 % dari waktu eksisting. Implikasi penelitian antara lain berperan penting terhadap industri pertambangan batubara dan industri lainnya yang berkaitan dengan persediaan batubara. Studi optimasi ini dapat menghemat waktu perjalanan sebesar 15,57 % - 48,61 % dari waktu perjalanan eksisting dengan beberapa skenario yang dapat diterapkan. Siklus angkutan aktual rata-rata 2 (dua) siklus, maka dengan optimasi waktu perjalanan dapat meningkat sebanyak 4 (empat) siklus perjalanan. Sehingga akan menguntungkan berbagai pihak seperti pengemudi, perusahaan angkutan dan perusahaan penyedia batubara. Selain itu, perjalanan lebih efektif, menjamin keberlangsungan stok batubara untuk pemenuhan Domestic Obligation Market (DMO), ketersediaan bahan bakar PLTU sehingga pemadaman listrik tidak sering terjadi dan bisa menekan harga listrik yang secara langsung berimbas kepada fluktuatif harga barang serta menjadi bahan pertimbangan untuk rekrutmen pengemudi truk.

English Abstract

vel timeliness is closely related to various determinants, including driver behaviour as the primary point, topography and road infrastructure quality. Coal transportation is the key to the coal supply sustainability, especially for electricity supply and other Kalimantan economic sectors. The characteristics of coal truck drivers are different from those of other transport drivers because truck drivers carry bulk coal loads, full of dust, high workloads, differences in work atmosphere, work location and work under target pressure so that overall affect the travel time timeliness. The topography and road infrastructure quality also has a significant effect on travel time. The study aims are to optimize travel time based on the influence of driver behaviour, topography and road infrastructure quality on special coal haul roads. The study was conducted in Tapin District, South Kalimantan. The research method uses a literature review and field survey. The research stages include the preliminary, sampling, the preparation of research instrument variables, validation and reliability testing, data collection, data processing and data analysis, the sensitivity, optimization and recommendations, conclusion and suggestion. The research instrument used a driver behaviour questionnaire with 116 respondents, a perception questionnaire for travel time with twenty respondents (stakeholder), topographic surveys and the road infrastructure quality using survey questionnaires, measurements, videos, Garmin GPS and GPS tracker mounted on three trucks for one month of observation. The influence of driver behaviour on travel time uses seven variables, namely work motivation, work operations, social conditions, health conditions, road infrastructure, vehicles and weather conditions. Travel time perceptions use indicators of discipline, motivation, responsibility, appreciation, work environment, road conditions and vehicle conditions. The topographic survey includes straight roads, climbs, derivatives bends, and cross-slopes, while surveys of road infrastructure quality include road surface quality, drainage, soil pressure and truck travel time. The use of methods in the research data analysis is (1) driver behaviour analysis using regression and multiple linear correlations, SPSS v.23 software, WarpPLS v.6.0, and performance grid. (2) analysis of the travel time perception using AHP (Analytic Hierarchy Process), (3) topographic analysis and road infrastructure quality using Smart GPS tracker system software, KML (Keyhole Markup Language) and Google earth pro. The results of the study are the driver's characteristics are mostly from South Kalimantan Province to empower local people around the mine and make it easier for driver accommodation. Drivers generally have a productive age, income above the Regional Minimum Wage (UMR), but high workloads, irregular work operations, high driving frequency, time patterns and irregular health patterns. Dominant variables that influence driver behaviour towards travel time are vehicle conditions and work motivation. Based on the results of perception of travel time, the most dominant variable is vehicle condition, and priority handling is the evaluation category. Empirical model of driver behaviour toward the resulting travel time timeliness (Y) is -0.879 + 0.258 work motivation + 0.078 work operations + 0.129 social conditions + 0.161 health conditions + 0.245 road infrastructure conditions + 0.275 vehicle conditions + 0.238 weather. Based on the approach of several modifications in the warpPLS analysis, the modification e (removing variables in the outer model in non-technical factors) has the most ideal model of fit and quality indices with the equation: travel time timeliness is 0.137 work operations + 0.074 social conditions - 0.095 health conditions + 0.206 road infrastructure conditions + 0.502 vehicle conditions + 0.188 weather + 0.302 work motivation. The performance grid shows the data approach to the driver behavior optimization with nine scenarios based on constraints with optimal results is in scenario eight with a value of 10.00 and included at level 4 (range 8-10) so produce a travel timeliness model is -0,879 + 2.13 work motivation + 1.84 operational work + 2.00 social conditions + 3.67 health conditions + 3.80 road infrastructure conditions + 2.94 vehicle conditions + 2.54 weather. Analysis of sensitivity and optimization of travel time due to the influence of topography and road infrastructure quality in coal transportation include (a) applying the planned speed of coal transportation of 40 km/h for loaded trucks and 60 km/h for unloaded trucks; (b) there was a decrease in travel time ranging from 31.4% - 40% for trucks with loaded and trucks without load by 25.5% - 31.7%. Truck drivers can use normal speed, so they get efficient travel time; (c) Analysis of the sensitivity of straight road slope in coal transportation resulting in a 4-6 minute reduction in travel time after an 8% slope adjustment; (d) there are thirteen locations where the bend is still below the standard so widening must be done. The wider the bend, the easier it is for the truck to manoeuvre and the speed can be more stable. The relationship of the bend length road to the travel time on a specialxxiv hauling road produces Y = 0.1365 X bend length - 2.5664 with R2 = 0.8942; (e) The results of the rimpull analysis show that the required travel time for a Hino 500 FM 260 TI truck loaded is 133.03 minutes and the optimized travel time to be 95.80 minutes, the actual travel time required for unloaded trucks is 68.93 minutes while the optimization of unloaded trucks to 52.19 minutes. The recommendations for optimizing travel time based on scenarios and sensitivity to the influence of driver behavior, topography, and road infrastructure quality, ie scenario 1 by regulating speed normally will save travel time by 15.57% of the existing time. Scenario 2 by adjusting speed normally, reducing stop time, and improving road slope will save travel time by 29.35% of the existing time. Scenario 3 by regulating speed normally, reducing stop time, reducing the duration of loading time in the stockpile, and improving road slope will save travel time by 43.32% of the existing time. Scenario 4 by regulating speed normally, reducing stop time, reducing the duration of time at the port, and improving road slope will save travel time by 42.01% of the existing time. Scenario 5 by regulating speed normally, reducing stop time, reducing the duration of time in stockpiles and ports, and improving road slope will save travel time by 48.61% of the existing time. Research implications include a vital role in the coal mining industry and other industries related to coal supply. This optimization study can save travel time by 15.57% - 48.61% of the existing travel time with several scenarios that can be applied. The actual transportation cycle is an average of two cycles, so by optimizing the travel time, it can increase by four travel cycles so that it will benefit various parties such as drivers, transport companies and coal supply companies. Also, travel is more effective, ensuring the sustainability of coal stock to fulfil the Domestic Obligation Market (DMO), the availability of PLTU fuel so that power outages do not occur frequently and can reduce the price of electricity which directly impacts the fluctuating price of goods and becomes a consideration for driver recruitment truck.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Doctor)
Identification Number: 0620070007
Uncontrolled Keywords: optimasi, perilaku_pengemudi, topografi, kualitas_prasarana_jalan, angkutan_batubara optimization, driver_ behaviour, topography, road_ quality, coal_ transportation
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 625 Engineering of railroads and roads > 625.7 Roads
Divisions: S2 / S3 > Doktor Teknik Sipil, Fakultas Teknik
Depositing User: Bambang Septiawan
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/183716
Text
Dewi Yuniar.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item