BKG

Pratama, Sony (2020) Studi Alternatif Perencanaan Bangunan Gedung Laboratorium Vokasi dan Industri Kreatif Vokasi Universitas Brawijaya Kampus Dieng Menggunakan Struktur Balok Komposit (Profil Baja dan Beton Bertulang). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Pembangunan Gedung dengan cara konvensional yakni dengan beton bertulang memiliki kekurangan, yaitu pada pelaksanaannya cenderung memikul beban mati yang relatif lebih besar, hal ini mempengaruhi beban gempa yang juga bertambah besar apabila beban mati juga relatif besar. Struktur Baja Komposit dipilih karena memiliki beberapa kelebihan yaitu dapat memposisikan sifat material pada fungsinya sesuai kebutuhan struktur seperti Baja kuat terhadap tarik dan Beton kuat terhadap tekan. Diharapkan dengan hasil analisis dan evaluasi ini nantinya akan dapat membuka pengetahuan pembaca mengenai analisis serta menjadikan pembanding alternatif yang ingin digunakan dalam melakukan perancangan begitu juga dengan pelaksanaan menggunakan struktur komposit. Dalam pembahasan ini digunakan Gedung Laboratorium Vokasi dan Industri Kreatif Vokasi Universitas Brawijaya Kampus Dieng sebagai objek gedung yang akan dianalisa menggunakan balok komposit. Apabila dibandingkan dengan balok menggunakan profil baja biasa asalnya, balok komposit mampu memikul momen lebih besar karena ada penambahan pelat beton. Sebelum memulai analisis, maka dilakukan pemodelan struktur dan pembebanan pada SAP 2000 hingga didapat hasil berupa gaya yang akan dianalisis. Melakukan pengecekan dimana harus memenuhi syarat perhitungan momen Φ Mn ≥Mu dan harus memenuhi syarat perhitungan geser Φ Vn ≥Vu pada profil baja WF. Apabila tidak memenuhi maka dilakukan modifikasi dan diubah kedalam bentuk balok komposit. Agar terjadi aksi komposit antara baja dengan beton, maka digunakan penghubung geser. Hasil analisis didapatkan bahwa pengaruh beban gempa sangat signifikan pada daerah tumpuan sehingga Mu yang dipakai adalah pada daerah tumpuan, setelah dilakukan analisis perhitungan komposit didapatkan terjadi perbesaran Momen yaitu, jika pada sebelum komposit didapat balok induk dengan Φ Mn = 219,24 kNm dan pada balok anak dengan Φ Mn = 32,49 kNm . Pada saat setelah komposit dida balok induk dengan Φ Mn = 361,57 kNm dan pada balok anak dengan Φ Mn = 72,32 kNm dengan begitu didapat perbesaran momen pada balok induk sebesar 65% dan balok anak sebesar 123%.

English Abstract

Building Construction using conventional procedure with reinforced concrete has deficiency in its implementation due to its tendency in carrying a relatively larger dead load. This condition affects the seismic load which applies when the dead load is relatively large. Composite Beam Structure was chosen due to its strength of being able put the material properties of its function in accordance with the structural requirements, such as Steel withstands Pull and Concrete withstands Push. It is expected that the results of this analysis and evaluation would strengthen the readers understanding about analysis and serve as a desirable alternatif comparison in planning and implementing the usage of composite structure. In this discussion, The Buildings of Vocational Laboratory and Vocational Creative Industry of Dieng Campus of Brawijaya University serve as the objects that would be analyzed using composite beam. If compared with the beam that uses its original steel profile, composite beam is able to carry a bigger moment because of the addition of concrete plate. Before starting the analysis, we conducted a structural modeling and loading to SAP 2000 to achieve the force that would be analyzed. We checked the moment to fulfill the Φ Mn ≥Mu moment calculation and Φ Vn ≥Vu sliding calculation requirements in WF steel profile. If the result did not fulfill the requirements, the steel profile would be modified into composite beam form. In order for the composite action between steel and concrete to happen, sliding connector was used. The result that we acquired was that the seismic load was significant to the focus area which determined that Mu used in the study was Mu in the focus area. After the calculation using moment was conducted, we learned that a Moment magnification occured. Before the composite, we knew that moments from the main beam and the joist were Φ Mn = 219,24 kNm and Φ Mn = 32,49kNm. However, after the composite, the moments that we acquired were Φ Mn = 361,57kNm and Φ Mn = 72,32 kNm. In conclusion, the main beam and the joist experienced a moment magnification by 65% and 123%

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520070296
Uncontrolled Keywords: Struktur Balok, Baja Komposit, Struktur Komposit, Balok Komposit, LRFD Beam Structure, Composite Steel, Composite Structure, Composite Beam, LRFD
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 693 Construction in specific types of materials and for specific purposes
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Bambang Septiawan
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/183545
Text
Sony Pratama.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item