BKG

Lembut, Putu Indrajaya (2019) Makna Biaya Kontribusi Dalam Kesepakatan Kontrak: Studi Terhadap Kerjasama Pemanfaatan Aset Daerah (Ksp). Doctor thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna biaya kontribusi yang mendasari praktik dalam mencapai kesepakatan kontrak KSP. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menilai dan mengevaluasi peran aktor dalam usahanya mencapai kesepakatan kontrak. Fenomena yang ada menunjukkan bahwa jika dihadapkan pada prioritas penting yang ditunjukkan melalui angka-angka akuntansi, misalnya “biaya kontribusi” sebagai manifestasi dari risiko yang harus dialokasikan kepada masing-masing aktor, maka proses menuju kesepakatan kontrak lebih sulit untuk bisa dikompromikan. Isu tersebut sekaligus menjadi latar belakang dari penelitian ini, yaitu mengungkap fakta di balik biaya kontribusi dalam rangka menuju kesepakatan kontrak KSP. Situs dalam penelitian ini, adalah Kerjasama Pemanfaatan Aset (KSP) antara Pemda KBM dan PT.SSS sebagai mitra. NeoPolitical Economy of Accounting (NeoPEA) merupakan metodologi yang dikembangkan dari PEA yang diintrodusir oleh Tinker pada tahun 1980 digunakan oleh peneliti, baik sebagai landasan teori maupun sebagai pisau analisis untuk melakukan translasi (analisis), yaitu mengungkap moda alokasi biaya kontribusi terhadap masing-masing aktor yang secara fakta juga tidak terlepas dari aspek politik. Hasil penelitian membuktikan bahwa biaya kontribusi sebagai angka akuntansi selain memiliki makna sebagai pendapatan bagi Pemda-KBM adalah juga sebagai “koin dengan dua sisi mata uang”, yaitu transaksi modal yang dibentuk dari komitmen kontraktual (aspek ekonomi) dan dominasi kekuasaan formal (pemerintah) serta dominasi informal (swasta). Bukti ini sekaligus memberikan implikasi bahwa ketika aset pemerintah dimaknai sebagai “aset komersial” maka KSP di lingkungan KBM adalah berorientasi bisnis. Oleh sebab itu, meskipun adendum ditempuh untuk mencari kesepakatan (negosiasi) kembali, namun adendum bukanlah sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Adendum juga bukan untuk lebih meningkatkan pendapatan bagi Pemda-KBM. Adendum justru berimplikasi kepada distribusi modal (kekayaan) bagi pihak swasta (PT.SSS).

English Abstract

This study aims to understand the meaning of contribution costs that underlie practices to reach KSP contract agreements. In addition, this study aims to assess and evaluate practices, especially the role, of actors to reach contract agreements. The phenomenon shows that, if faced with important priorities of accounting figures such as "contribution costs" as a manifestation of risks that must be allocated to each actor, the process towards contractual agreements is not as simple as being compromised. This issue at the same time serves as the background of this research, which is to uncover the facts behind contribution costs in the context of KSP contract agreement. The site of this study is the Asset Utilization Cooperation (KSP) between KBM Regional Government and PT SSS as the partner. Neo-Political Economy of Accounting (NeoPEA) is a methodology developed from PEA introduced by Tinker in 1980. Besides being used as a theoretical basis, it is also used as the tool of translation (analysis) to uncover the contributions cost allocation mode of each actor, which in fact is inseparable from political aspect. The results of the translation prove that contribution cost as accounting figures, in addition to being an income for KBM Regional Government, is also a "two sides of a coin", namely capital transactions formed from contractual commitments (economic aspects) and dominations of formal (government) and informal (private) power. This evidence implies that, when government assets are interpreted as "commercial assets", KSP in the KBM’s environment is business oriented. Therefore, although an addendum was made to seek reagreement (renegotiation), the addendum cannot be considered as an attempt to improve people's welfare. It is not considered as a measure to increase the revenue of KBM Regional Government, but it causes distribution of capital (wealth) for the private sector (PT SSS).

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Doctor)
Identification Number: DIS/657.42/LEM/m/2020/062003092
Uncontrolled Keywords: COST ACCOUNTING
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 657 Accounting > 657.4 Specific fields of accounting > 657.42 Cost accounting
Divisions: S2 / S3 > Doktor Ilmu Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/183428
Text
Putu Indrajaya Lembut.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item