BKG

Murni, Nurlita Setia (2020) Analisis Tingkat Keberlanjutan Wisata Bahari Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Pulau Tidung merupakan salah satu pulau yang berkembang menjadi tujuan wisata bahari di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kecantikan pulau ini berhasil menaikkan PDRB Kepulauan Seribu tahun 2014 sebesar 215.668 juta rupiah melalui sektor perikanan. Sehingga pada tahun 2015, Presiden Joko Widodo memberikan instruksi kepada Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan untuk turut andil dalam mewujudkan misi pembangunan nasional yang melibatkan Kepulauan Seribu pada program “10 Destinasi Pariwisata Nasional”. Hadirnya program tersebut menjadikan Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu menggencarkan kegiatan promosi wisata terhadap pulau-pulau di dalamnya. Sehingga tingkat kunjungan wisatawan ke Pulau Tidung mengalami kenaikan grafik yang signifikan setiap tahunnya. Dampak positif ini diprediksi tidak akan bertahan lama jika tidak memperhatikan aspek lain yang mendukung keberlanjutan wisata Pulau Tidung. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keadaan umum dan pengelolaan wisata Pulau Tidung serta menganalisis tingkat keberlanjutan wisata bahari Pulau Tidung yang dikaji dari dimensi ekologi, ekonomi, sosial budaya, infrastruktur dan teknologi serta dimensi kelembagaan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dengan sumber data primer dan sekunder melalui teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan total responden sebanyak 47 orang yang memiliki kriteria yaitu: 1) memahami pengelolaan wisata Pulau Tidung dan 2) bersedia menjadi responden. Adapun tenik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi. Pada penelitian ini tingkat keberlanjutan Pulau Tidung diukur melalui analisis Multidimensional Scaling (MDS) dan bantuan Rapid Appraisal For Fisheries (Rapfish) dengan analisis sensitivitas (analisis Leverage), analisis ketidakpastian (analisis Monte Carlo) serta penilaian ketepatan melalui perhitungan nilai S-stress dan R-square. Hasil penelitian menunjukkan status yang cukup berkelanjutan pada dimensi ekologi sebesar 68,74, dimensi ekonomi sebesar 61,50 yang juga menunjukkan status cukup berkelanjutan, dimensi sosial budaya sebesar 67,71 atau berstatus cukup berkelanjutan dan dimensi kelembagaan juga memiliki status yang cukup berkelanjutan dengan nilai 68,38. Sedangkan pada dimensi teknologi dan infrastruktur memiliki status terbaik yang sangat berkelanjutan dengan nilai tertinggi sebesar 83,04%. Angka pada masing-masing dimensi tersebut dipengaruhi oleh atribut penataan kawasan (dimensi ekologi), kunjungan wisatawan (dimensi ekonomi), perubahan jenis bangunan masyarakat setelah adanya wisata (dimensi sosial budaya), sarana prasarana umum (dimensi teknologi dan infrastruktur) serta koordinasi antar stakeholder (dimensi kelembagaan). Hasil analisis Monte Carlo juga tidak jauh berbeda dengan hasil perhitungan MDS yang mana masih berada pada interval 1,1–3,13. Kelima dimensi tersebut memiliki ketepatan hasil yang cukup baik karena nilai S-stress ≤0,25 dan nilai Squared correlation mendekati 1,00.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520150273
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 300 Social sciences > 338 Production > 338.4 Secondary industries and services > 338.47 Services and specific products > 338.479 1 Services and specific products (Geography and travel)
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Sosial Ekonomi Agrobisnis Perikanan
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/183391
Text
Nurlita Setia Murni (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item