BKG

Putri, Fahrizky Tiara (2020) Keberhasilan Desa Wisata Pujon Kidul Kabupaten Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kementerian PDTT serta Kementerian Pariwisata menetapkan 2000 desa yang ada di Indonesia menjadi desa wisata, akan tetapi dari 2000 desa tersebut hanya 10 desa yang dikatakan berhasil. Hal ini dikarenakan tidak ada evaluasi yang dilakukan, baik itu pemerintah desa ataupun pemerintah daerah, sehingga tidak dapat dilakukan perbaikan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang juga mengatakan bahwa hingga saat ini, mereka belum mempunyai pedoman penilaian untuk mengevaluasi kriteria keberhasilan desa wisata, sedangkan menurut Bagit (2016) evaluasi keberhasilan ini sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan bagi desa wisata. Berdasarkan pada kondisi tersebut maka peneliti melakukan penelitian terkait keberhasilan desa wisata dengan tujuan untuk dapat memiliki pedoman penilaian untuk mengevaluasi keberhasilan desa wisata di Kabupaten Malang. Alat analisis yang digunakan adalah pembobotan yang menggunakan ROC (Rank Order Centroid) serta skoring. ROC sendiri digunakan untuk menghasilkan bobot pada setiap kriteria keberhasilan desa wisata berdasarkan tingkat kepentingan setiap kriteria yang disusun oleh beberapa ahli, sedangkan skoring digunakan untuk menentukan tingkat keberhasilan desa wisata supaya dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk sebuah desa wisata. Hasil dari ROC didapatkan bobot yang paling tinggi yaitu pada kriteria partisipasi masyarakat dengan bobot 0,40, kriteria kedua adalah standar hidup masyarakat dengan bobot 0,28, diurutan ketiga yaitu terdapat 2 (dua) indikator karena memiliki bobot yang sama yaitu pada kriteria kelestarian lingkungan dengan manajemen wisata yang memiliki bobot 0,13, dan kriteria yang terakhir yaitu kemitraan dengan bobot paling rendah yaitu 0,07.Hasil analisis tingkat keberhasilan desa wisata yang menggunakan skoring adalah didapatkan bahwa Desa Pujon Kidul termasuk kedalam desa berkembang

English Abstract

The PDTT Ministry and the Ministry of Tourism set 2000 villages in Indonesia to be tourist villages, but out of 2000 villages only 10 villages were said to be successful. This is because there is no evaluation carried out, either the village government or the regional government, so that it cannot be improved. The Malang Regency Tourism and Culture Office also said that until now, they did not yet have an assessment guideline to evaluate the success criteria of a tourism village, while according to Bagit (2016) an evaluation of this success was needed for sustainability for the tourism village. Based on these conditions, the researchers conducted research related to the success of the tourism village in order to be able to have an assessment guide to evaluate the success of the tourism village in Malang Regency. The analytical tool used is weighting using ROC (Rank Order Centroid) and scoring. The ROC itself is used to produce weights on each criterion of the success of a tourist village based on the level of importance of each criterion compiled by several experts, while scoring is used to determine the success rate of a tourist village so that it can be used as an evaluation material for a tourist village. The results of the ROC obtained the highest weight, namely the community participation criteria with a weight of 0.40, the second criterion is the standard of living of the community with a weight of 0.28, ranked third, there are 2 (two) indicators because it has the same weight, namely the environmental sustainability criteria with tourism management which has a weight of 0.13, and the last criterion is partnership with the lowest weight of 0.07. The results of the analysis of the success rate of tourist villages using scoring is found that the Pujon Kidul Village is included in the developing village

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520070229
Uncontrolled Keywords: Keberhasilan-Desa- Wisata, Rank-Order-Centroid, Skoring. The-success-of-the-Tourism-Village, Rank-Order-Centorid, Scoring.
Subjects: 300 Social sciences > 343 Military, defense, public property, public finance, tax, commerce (trade), industrial law > 343.07 Regulation of economic activity > 343.078 Secondary industries and services > 343.078 91 Secondary industries and services (Geography and travel)
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Perencanaa Wilayah dan Kota
Depositing User: Bambang Septiawan
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/183228
Text
Fahrizky Tiara putri.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item