BKG

Nisa, Mufidatul Fitrotin (2020) Strategi Pengembangan Usaha Bandeng Tanpa Duri Di Yamois Industri Indoprima, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Ikan bandeng sangat digemari oleh masyarakat karena memiliki harga yang murah dan mempunyai cita rasa yang spesifik. Selain itu, ikan bandeng juga mengandung nilai gizi yang tinggi, namun disisi lain ikan bandeng memiliki kelemahan yaitu terdapatnya banyak tulang duri yang tersebar diseluruh bagian daging. Oleh karena itu, telah dikembangkan suatu teknologi pengolahan ikan bandeng tanpa duri. Teknologi ini dilakukan dengan cara mencabuti satu persatu duri atau tulang ikan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah yaitu menganalisis kondisi faktual dari usaha bandeng tanpa duri Yamois Industri Indoprima berdasarkan aspek teknis, aspek manajemen, aspek pemasaran, aspek hukum, dan aspek finansiil. Serta menyusun strategi pengembangan usaha tanpa duri di Yamois Industri Indoprima. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian yaitu pemilik usaha dan tenaga kerja. Metode yang digunakan untuk menganalisis data yaitu metode deskriptif kualitatif yang meliputi aspek teknis, aspek manajemen, aspek pemasaran, aspek hukum, faktor eksternal usaha yang meliputi kompetitor, pemasok, dan pemerintah, serta menjelaskan analisis dari metode SWOT. Dan metode deskriptif kuantitatif digunakan untuk menganalisis aspek finansiil. Aspek teknis usaha pengolahan bandeng tanpa duri Yamois Industri Indoprima meliputi sarana dan prasarana serta proses produksi. Sarana produksi terdiri dari lahan dan bangunan serta peralatan pendukung produksi. Sedangkan prasarana usaha terdiri dari akses jalan, sumber air, transportasi, sumber listrik, dan mushola. Adapun proses produksi diawali dari penerimaan bahan baku, pembersihan ikan, pencabutan ikan bandeng, pengemasan bandeng tanpa duri, pendinginan, dan distribusi. Aspek manajemen usaha pengolahan bandeng tanpa duri Yamois Industri Indoprima terdiri dari perencanaan yang dilakukan dari pengadaan bahan baku, peralatan, proses produksi, hingga pemasaran. Pengorganisasian yaitu usaha pengolahan bandeng tanpa duri Yamois Industri Indoprima memiliki struktur organisasi yang terdiri dari pengawas, pimpinan usaha, marketing, dan 2 tenaga kerja. Pergerakan dilakukan dengan cara pendekatan dan komunikasi yang baik antara pemiliki usaha dan tenaga kerja. Sedangkan pengawasan dilakukan langsung oleh pemiliki usaha mulai dari penyediaan bahan baku hingga distribusi produk ke konsumen. Aspek pemasaran usaha terdiri dari bauran pemasaran dan saluran pemasaran. Bauran pemasaran terdiri dari produk yaitu bandeng tanpa duri, harga yaitu sebesar Rp13.000/ekor, tempat distribusi menggunakan distribusi konvensional dan delivery order. Promosi dilakukan dengan dua cara offline dan online. Adapun saluran pemasaran terdiri dari dua yaitu produk dari produsen langsung ke konsumen dan terdapat perantara antara produsen dan konsumen. Yamois Industri Indoprima memiliki beberapa surat kelengkapan izin usaha yaitu halal MUI, Tanda Daftar Perusahaan, HO, dan PIRT. Faktor eksternal usaha meliputi kompetitor, pemasok,dan pemerintah. Aspek finansiil terdiri dari jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek terdiri dari modal tetap yang digunakan sebesar Rp 15.048.000 dengan penyusutan per tahun sebesar Rp 2.095.000. Modal lancar yang digunakan yaitu Rp 59.722.800 dan modal kerja sebesar Rp 110.162.300. Total biaya produksi selama 1 tahun yaitu sebesar Rp 110.162.300. Penerimaan selama 1 tahun yaitu sebesar Rp 137.280.000 sehingga keuntungannya menjadi Rp 26.439.758. BEP sales sebesar Rp. 89.280.358 dengan BEP unitnya sebesar 6.868 pcs. Nilai R/C Ratio pada usaha bandeng tanpa duri Yamois Industri Indoprima per tahun yaitu sebesar 1,2. Nilai rentabilitas usaha bandeng tanpa duri Yamois Industri Indoprima yaitu sebesar 24%. Jangka panjang terdiri dari Net Present Value (NPV), B/C Ratio, Internal Rate of Return (IRR), dan payback period. Nilai NPV diperoleh sebesar Rp. 145.293.426. Nilai B/C Ratio sebesar 10,7. Nilai IRR diperoleh sebesar 193%. Hasil perhitungan payback period diperoleh sebesar 0,6 tahun waktu yang dibutuhkan untuk pengembalian modal investasi. Matriks IFAS diperoleh skor total yang jika dijumlahkan menjadi 3,2 dan jika kurangkan menjadi 0,40. Matriks EFAS diperoleh skor total yang jika dijumlahkan menjadi 3,13 dan juka dikurangkan memjadi 0,46. Dari hasil matriks IFAS dan EFAS maka posisi kuadran pada diagram SWOT berada pada kuadran 1 yaitu aggresive. Dan strategi yang digunakan yaitu strategi S-O (Strength Opportunities). Adapun strategi S-O yaitu menjaga kualitas produk olahan bandeng tanpa duri, dan memanfaatkan sosial media dalam mempromosikan produk sehingga dapat meningkatkan volume penjualan. Saran yang diberikan setelah melakukan penelitian yaitu diperlukan adanya penambahan tenaga kerja agar volume produksi meningkat sehingga volume penjualan juga meningkat. Diperlukan adanya peningkatan pada kemampuan dalam melakukan promosi sehingga dapat meningkatkan penjualan. Dan diperlukan adanya peningkatan pada kemampuan tenaga kerja dalam memproduksi bandeng tanpa duri agar kualitas bandeng tanpa duri tetap terjaga dan tidak mengecewakan konsumen.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520080231
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.3 Culture of cold-blooded vertebrates > 639.31 Fish culture in fresh water
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Sosial Ekonomi Agrobisnis Perikanan
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/183025
Text
Mufidatul Fitrotin Nisa.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item