BKG

Putri, Indri Eka Yulia (2020) Uji Lama Waktu Preservasi Sperma Ikan Wader Pari (Rasbora lateristriata) Menggunakan Pengencer Ekstender Kurma. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Ikan wader pari (R. lateristriata) merupakan ikan air tawar yang keberadaannya di perairan umum sudah sangat sedikit. Budidaya harusnya menjadi solusi untuk melestarikan keberadaan ikan ini, proses pengiriman juga sangat berpengaruh untuk menyebarkan ikan ini di perairan lainnya. Proses trasnportasi dengan keadaan ikan/induk hidup akan menyebabkan stres atau kematian. Hal tersebut mengakibatkan terhambatnya proses budidaya ikan wader pari sehinga perlu dilakukan penyimpanan sperma atau preservasi dengan suhu diatas titik beku untuk mendukung proses budidaya. Sperma yang di preservasi membutuhkan energi untuk tetap bertahan hidup. Energi ini berupa fruktosa dan glukosa sederhana yang terkandung dalam ekstrak buah kurma. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratotium Budidaya Ikan Divisi Reproduksi Ikan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya, pada bulan November 2019 - Maret 2020. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimen menggunakan RAL dengan 4 perlakuan serta masing-masing perlakuan 3 kali ulangan. Perlakuan kontrol yakni sperma tidak disimpan melainkan langsung diamati kualitasnya/parameter uji (warna, pH, konsentrasi, motilitas dan viabilitas) serta langsung dilakukan fertilisasi dengan telur. Perlakuan A (preservasi sperma sampai hari ke-3), Perlakuan B (preserasi sperma sampai hari ke-6) dan Perlakuan C (preservasi sperma sampai hari ke-9) merupakan sperma yang disimpan dengan bahan pengencer (ekstender kurma dan ringer laktat perbandingan 1:9) dan diamati kualitasnya/parameter uji (motilitas, viabilitas dan fertilitas. Karakter sperma pada ikan wader pari berwarna putih susu, pH 7, konsentrasi 11,15 x 1010 dan sperma (+++) aktif bergerak cepat. Uji lama waktu preservasi sperma ikan wader pari pada hari yang berbeda menggunakan bahan pengencer kurma berpengaruh terhadap motilitas, dengan nilai tertinggi pada perlakuan K (64,56%), kemudian diikuti perlakuan A (37,71%), B (20,99%) dan C (11,93%). Uji preservasi ini juga berpengaruh terhadap viabiltasnya dengan nilai tertinggi pada perlakuan K (75,11 %), dan diikuti perlakuan A (73,26 %), B (69,15 %) dan C (43,59 %). Penurunan motilitas dan viabilitas sperma disebabkan adanya adaptasi sel spermatozoa terhadap konsentrasi bahan pengencer, berkurangnya nutrisi pada pengencer serta kurangnya kandungan oksigen. Hasil fertilisasi sperma ikan wader pari pada perlakuan K (kontrol, tanpa preservasi) dan sperma yang dilakukan preservasi (perlakuan A, B dan C) tidak memberikan hasil telur yang fertil (0%). Hal ini terjadi karena tingginya konsetrasi, tingginya kadar potasium, keualitas sperma dan telur yan buruk serta penurunan metabolisme sperma. Pada kondisi seperti ini, sperma lebih banyak mengalokasikan energi untuk bertahan hidup dari pada bergerak mencari lubang mikropil. Hasil uji lama waktu preservasi sperma ikan wader pari menggunakan pengencer ekstender kurma memberikan pengaruh nyata terhadap motilitas dan viabilitas, akan tetapi tidak berpengaruh terhadap fertilitas (=0,05).

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520080178
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.3 Culture of cold-blooded vertebrates > 639.31 Fish culture in fresh water
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Manajemen Sumberdaya Perairan
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182791
Text
Indri Eka Yulia Putri.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item