BKG

Mahendra, Muhammad Reza (2020) Pengaruh Jenis Semen terhadap Karakteristik Kuat Tekan Mortar. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Isu lingkungan mejadi hal yang krusial dalam industri semen portland. Oleh karena itu muncul berbagai semen campur yang dimaksudkan untuk mengurangi dampak tersebut. Berbagai jenis semen memiliki karakteristiknya masing – masing. Pada penelitian ini akan dilihat bagaimana karakteristik kuat tekan pada tiap jenis semen tersebut agar bisa dijadikan pertimbangan dalam memiih jenis semen sesuai dengan pekerjaan dan keadaan yang memperhatikan juga efek lingkungan. Penelitian ini menguji kuat tekan mortar berukuran 5x5x5 cm dengan menggunakan alat Compression Test Machine. Variasi yang digunakan yaitu jenis semen PPC, Max Strength, PCC, OPC, dan Tipe-V. Variasi lainya yaitu rasio semen dengan pasir sebesar 1:3 dan 1:5. Serta variasi umur pengujian yaitu 3 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari, 28 hari, dan 56 hari. Dari hasil penelitian didapatkan variasi jenis semen, umur mortar, dan rasio semen dengan pasir berpengaruh terhadap nilai kuat tekan mortar. Rasio semen pasir yang menghasilkan kuat tekan tertinggi yaitu 1:3 dengan kuat tekan terbesar sebesar 31,87 Mpa. Penambahan umur mortar meningkatakan kuat tekan mortar dengan kuat tekan tertinggi pada umur 56 hari sebesar 31,87 Mpa. Jenis semen berpengaruh terhadap kuat tekan mortar dimana saat umur awal 3 hari dan rasio semen pasir 1:3 jenis semen yang menghasilkan kuat tekan tertinggi yaitu Tipe-V sebesar 16,00 Mpa dengan urutan Max Strength< PPC< PCC< OPC< Tipe-V. Pada umur 56 hari dan rasio semen pasir 1:3 jenis semen yang menghasilkan kuat tekan tertinggi yaitu Tipe-V sebesar 31,87 Mpa dengan urutan PPC< Max Strength< OPC< PCC< Tipe-V. Pada umur 3 hari dan rasio semen pasir 1:5 jenis semen yang menghasilkan kuat tekan tertinggi yaitu Tipe-V sebesar 7,68 Mpa dengan urutan PPC< Max Strength< PCC < OPC < Tipe-V. Pada umur 56 hari dan rasio semen pasir 1:5 jenis semen yang menghasilkan kuat tekan tertinggi yaitu Tipe-V sebesar 17,60 Mpa dengan urutan PPC < Max Strength< PCC < OPC< Tipe-V. Pada umur diatas 28 hari, bentuk kurva kuat tekan terhadap waktu pada semen OPC dan TipeV sudah landai sedangkan pada semen PPC, Max Strength, dan PCC masih curam karena pada ketiga semen tersebut masih terjadi reaksi semen campur antara bahan campur dengan kalsium hidroksida sedangkan pada jenis semen OPC dan Tipe-V sudah tidak ada reaksi yang terjadi.

English Abstract

Environmental issues cannot be seperate in production of Portland cement. Therefore, to solve this problem now we know kind of cement type. Every type of cement has different characteristic based on their material. This research will test the compression strength of every cement to see how is the compression strength characteristics of every cement so we can make it as a reference to choose where is a good type of cement in every project on every situations, also we pay attention on environmental issues. This research was tested compression strength of mortar with 5x5x5 cm size using Compression Test Machine. Variation used was type of cement which were PPC, Max Strength, PCC, OPC, and Type-V cement. The other variation was age of testing mortar which were 3 days, 7 days, 14 days, 21 days, 28 days, and 56 days. The last variation was ratio of fine coarse and cement which were 1:3 and 1:5. The result of this research is that variation has an influence to the value of mortar compression strength. The highest value of mortar compression strength is when the ratio of fine coarse and cement 1:3 with 31,87 Mpa. When the age of mortar increase the value of mortar compression strength is increases too. The highest value of mortar compression strength is when it is 56 days with 31,87 Mpa. Every type of cement has their characteristic, in the beginning of testing where is 3 days and ratio of fine coarse cement is 1:3 the highest value of mortar compression strength reach by Type-V cement with 16,00 Mpa in order are Max Strength< PPC< PCC< OPC< Type-V. In the latest of testing where is 56 days and ratio of cement and fine coarse is 1:3 the highest value of mortar compression strength reach by Type-V cement with 31,87 Mpa in order are PPC< Max Strength< OPC< PCC< Type-V. In the beginning of testing where is 3 days and ratio of cement and fine coarse is 1:5 the largest value of mortar compression strength reach by TypeV cement with 7,68 Mpa in order are PPC< Max Strength< PCC< OPC< Type-V. In the latest of testing where is 56 days and ratio of cement and fine coarse is 1:5 the highest value of mortar compression strength reach by Type-V cement with 17,60 Mpa in order are PPC< Max Strength< PCC< OPC< Type-V. When the age of mortar more than 28 days, the curve of compression strength vs days on OPC and Type-V cement are already sloping meanwhile on PPC, Max Strength, and PCC cement the curve are still steep because on those cement there are still a reaction between mix material of cement like pozzolan and calcium hydroxide.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520070150
Uncontrolled Keywords: Jenis Semen, Kuat Tekan Mortar , Type of Cement, Compression Strength of Mortar
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 620 Engineering and allied operations > 620.1 Engineering mechanics and materials > 620.13 Masonry materials
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Bambang Septiawan
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182696
Text
Muhammad Reza Mahendra.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item