BKG

Tias, Rustining (2020) Pengaruh Penggunaan Sepiolite dan Tepung Tomat dalam Pakan dengan Jagung yang Terkontaminasi Aflatoksin terhadap Karakteristik Ekskreta Ayam Pedaging. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Ayam pedaging dipelihara untuk dimanfaatkan dagingnya sebagai pangan sumber protein hewani. Aflatoksin merupakan senyawa beracun hasil metabolisme sekunder dari Aspergillus flavus dan Aspergillus parasiticus. Jagung yang sudah tercemar aflatoksin apabila termakan dan terakumulasi dalam tubuh dapat menyebabkan kerusakan hati sehingga menyebabkan gangguan fungsi hati dan menurunkan produktivitas ternak. Mikotoksin yang masuk didalam tubuh ternak dapat dinetralkan dengan menggunakan bahan pengikat mikotoksin (mycotoxin binder). Bahan pengikat mikotoksin bekerja mengikat mikotoksin di dalam saluran pencernaan ternak dan dikeluarkan melalui ekskreta. Mycotoxin binder yang digunakan pada penelitian ini adalah sepiolite. Sepiolite adalah tanah liat (clay) berupa magnesium silikat dapat mengikat aflatoksin dengan cara pertukaran ion. Salah satu cara yang belum pernah dilakukan adalah dengan cara mengkombinasikan mycotoxin binder dengan sumber antioksidan. Salah satu jenis bahan yang mengandung antioksidan alami yang akan ditambahkan pada pakan ayam pedaging adalah tomat. Tomat berpotensi sebagai bahan pakan sumber vitamin C, vitamin B, vitamin E, mineral dan antioksidan yang murah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terbaik dari kombinasi sepiolite dan tepung tomat terhadap pH digesta, kadar amonia ekskreta, rasio cairan dan padatan ekskreta ayam pedaging. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Materi yang digunakan 112 ekor day old chick (DOC) ayam pedaging unsexed strain Lohmann, dipelihara selama 35 hari. Kandang yang digunakan jenis kandang open house. Metode yang digunakan adalah in vivo dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 4 ulangan, masing-masing 7 ekor ayam. Perlakuan yang diberikan adalah P0 = kontrol positif (jagung pada campuran pakan mengandung cemaran aflatoksin tetapi masih dalam batas yang diizinkan oleh standar SNI (<50 ppb) dan tidak diberi tambahan sepiolite maupun tepung tomat), P1 = kontrol negatif (jagung pada campuran pakan mengandung cemaran aflatoxin melebihi ambang batas standar SNI dan tidak diberi tambahan sepiolite maupun tepung tomat), P2 = kontrol negatif ditambah sepiolite 0,25% tanpa tepung tomat dan P3 = kontrol negatif ditambah sepiolite 0,25% dan tepung tomat 1,5%. Variabel yang diamati adalah pH digesta, kadar amonia ekskreta, rasio cairan dan padatan ekskreta ayam pedaging. Kadar amonia ekskreta diuji menggunakan metode Conway. Rasio cairan dan padatan ekskreta diuji menggunakan The elanco faecal fluid finder. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh sangat nyata antar perlakuan (P<0,01) terhadap kadar amonia ekskreta. Rata-rata kadar amonia ekskreta : P0 (4,00±0,41b); P1 (3,50±0,41b); P2 (2,50±0,41a) dan P3 (2,50±0,41a). Perlakuan yang diberikan belum menunjukkan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap pH digesta, rasio cairan dan padatan ekskreta ayam pedaging. Rata-rata pH duodenum : P0 (5,40±0,08); P1 (5,48±0,10); P2 (5,23±0,17) dan P3 (5,38±0,15). Rata-rata pH jejunum : P0 (6,53±0,17); P1 (6,58±0,17); P2 (6,43±0,13) dan P3 (6,45±0,13). Rata-rata pH ileum : P0 (7,05±0,10); P1 (7,10±0,14); P2 (7,00±0,14) dan P3 (7,03±0,13). Rata-rata rasio cairan dan padatan ekskreta : P0 (0,28±0,10); P1 (0,25±0,06); P2 (0,20±0,00); dan P3 (0,30±0,08). Kesimpulan penelitian ini yaitu penggunaan sepiolite 0,25% dan tepung tomat 1,5% dalam pakan jagung yang terkontaminasi aflatoksin belum mampu menurunkan rasio cairan dan padatan ekskreta serta pH digesta secara signifikan, namun mampu menurunkan kadar amonia ekskreta ayam pedaging. Penambahan sepiolite 0,25% mampu mengikat adanya aflatoksin pada pakan jagung yang berjamur.

English Abstract

This study was conducted to analyze the effect of sepiolite and tomato powder on intestinal digesta pH, faecal ammonia level, faecal liquid and solid ratio of broiler feed with aflatoxin contaminated corn. The method was in vivo experiment set in Completely Randomized Design. One hundred twelve DOC Lohmann broiler were randomly distributed into four treatments and four replications. The treatments given were : P0 (corn contaminated 10 ppb aflatoxin), P1 (corn contaminated 102.5 ppb), P2 (P1 + 0.25% sepiolite) and P3 (P1 + 0.25% sepiolite + 1.5% tomato powder). The variables measured were instentinal digesta pH, faecal ammonia level, faecal liquid and solid ratio. Data were analyzed with ANOVA and continued with Duncan’s Multiple Range Test. The result showed that administration of sepiolite and tomato powder in feed with aflatoxin contaminated corn did not show significantly difference (P>0.05) on intestinal digesta pH and faecal liquid and solid ratio. Faecal ammonia level showed highly significant different effect (P<0.01). Conclusion of this research was addition of sepiolite in feed with mild aflatoxin contamination could decrease the faecal ammonia level in broiler chicken.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520050123
Uncontrolled Keywords: Sepiolite, tomato powder, intestinal digesta pH, faecal ammonia, the elanco faecal fluid finder
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.5 Chickens and other kinds of domestic birds > 636.59 Other poultry > 636.597 Ducks > 636.597 3 Ducks (Care, feeding, training, veterinary medicine)
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182695
Text
Rustining Tias (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item