BKG

Jati, Galuh Diyajeng (2020) Pengaruh Pemberian Limbah Deterjen Dengan Dosis yang Berbeda Terhadap Perkembangan Embrio, Abnormalitas dan Daya Tetas Ikan Wader Cakul (Puntius binotatus). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Ikan wader cakul (Puntius binotatus) merupakan jenis ikan kecil dari famili Cyprinidae. Ikan wader cakul (P. binotatus) merupakan ikan yang banyak ditangkap oleh masyakarat untuk dikonsumsi. Pemijahan ikan wader cakul (P. binotatus) dapat dilakukan pada daerah berbatu dan dangkal di zona pinggiran sungai dengan kondisi lingkungan yang baik. Faktor penghambat yang paling utama dalam keberhasilan perkembangan embrio dan penetasan telur adalah perubahan lingkungan dan kualitas air yang buruk. Salah satu penyebab penurunan kualitas lingkungan adalah pencemaran air. Jenis limbah yang seringkali mencemari kualitas air adalah salah satunya adalah limbah rumah tangga berupa limbah deterjen. Tujuan dari penelitian yang berjudul pengaruh pemberian limbah deterjen dengan dosis yang berbeda terhadap perkembangan embrio, abnormalitas dan daya tetas ikan wader cakul (Puntius binotatus) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh deterjen terhadap perkembangan embrio ikan wader, abnormalitas dan daya tetas ikan wader cakul (P. binotatus) serta bagaimana deterjen dalam mempengaruhi embrio ikan wader. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan (UPT LKIL) Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur yang dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2020. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan pada dosis deterjen 1,35 mg/L, 2,70 mg/L, 5,40 mg/L, 10,80 mg/L dan 21,60 mg/L. Data yang diperoleh diuji kenormalan datanya, kemudian dilakukan analisa sidik ragam, uji BNT, dan uji polynominal orthogonal. Parameter utama yang diukur ialah derajat pembuahan (Fertilization Rate), perkembangan embrio, daya tetas telur (Hatching Rate), tingkat abnormlaitas dan sintasan larva (Survival Rate). Parameter penunjang yang diukur adalah kualitas air. Hasil dari perlakuan pemberian deterjen dengan dosis yang berbeda memiliki pengaruh terhadap derajat pembuahan, daya tetas telur dan sintasan larva dan tidak berbeda nyata pada perlakuan tingkat abnormalitas. Derajat pembuahan pada perlakuan A mendapatkan hasil terbaik yaitu 95% dan terendah pada perlakuan E yaitu 72%. Daya tetas telur pada perlakuan A medapat hasil terbaik yaitu 93,76% dan terendahpada perlakuan E yaitu 16,85%. Abnormalitas terendah pada perlakuan A sebebsar 1,25% dan pada perlakuan E mendapat hasil tertinggi yaitu 12,50%. Hasil sintasan larva pada perlakuan A yaitu 96,86% dan terendah pada perlakuan E yaitu 82,05%. Waktu lama penetasan tercepat terjadi pada perlakuan E yaitu 18 jam 37 menit. Hasil dari parameter penunjang yang didapat selama satu minggu yaitu suhu media sekitar 25-29,4oC, oksigen terlarut media sekitar 7,0 ppm-8,10 ppm dan pH 7,24-7,95. Kesimpulan yang didapat yaitu kosentrasi pemberian deterjen dengan dosis berbeda memiliki pengaruh terhadap derajat pembuahan, daya tetas dan sintasan larva ikan wader cakul (P. binotatus). Tingkat abnormalitas pada peneltian ini didapatkan hasil bahwa perbedaan kosentrasi deterjen tidak berpengaruh terhadap tingkat abnormalitas larva ikan wader cakul (P. binotatus).

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520080154
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.3 Culture of cold-blooded vertebrates > 639.31 Fish culture in fresh water
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Manajemen Sumberdaya Perairan
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182645
Text
Galuh Diyajeng Jati.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item