BKG

Hamurdana, Fachreza Gusti (2020) Analisis Keragaman Genetik Ikan Gabus (Channa gachua) Berdasarkan DNA Mitokondria Region Cytochrome Oxidase Subunit I (COI) pada Daerah Aliran Sungai Brantas Kecamatan Pacet dan Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Channa gachua adalah ikan air tawar yang tersebar di Afrika tropis, bagian dari Timur Tengah dan Asia. Famili Channidae umumnya dikenal sebagai "Snakehead fish" karena bentuk kepalanya seperti ular dan memiliki sisik besar di kepala. Channa gachua dikenal sebagai ikan hias dan dimanfaatkan sebagai albumin untuk diekstrak. Akibat dari pembuangan limbah di Sungai Brantas maka keberadaan ikan ini mulai sulit ditemui dan perlu adanya evaluasi keragaman genetik yang dilakukan pada DNA mitokondria region Cytochrome Oxidase Subunit I (COI) yang umum digunakan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Sumberdaya Ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Laboratorium Fasal dan Laboratorium Sentral Biomedik Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya, Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dimana akan dijelaskan keragaman genetik ikan gabus yang berada di perairan Tengah Sungai Brantas yang dibandingkan di dua stasiun yang berbeda berdasarkan beberapa parameter pengukuran. Parameter-parameter tersebut antara lain, jumlah haplotipe, keragaman haplotipe, keragaman nukleotida dan uji indeks fiksasi (FST) berpasangan. Spesimen di koleksi dari dua titik yaitu Kecamatan Ngoro, Mojokerto dan Kecamatan Pacet, Mojokerto. Sampel tersebut kemudian dipreservasi dengan alkohol 96%, didokumentasikan, diekstraksi untuk didapatkan DNA, kemudian diamplifikasi dengan metode PCR, divisualisasi dengan gel agarose, disekuensing dengan menggunakan metode dye termination berdasarkan metode sanger, kemudian dilakukan analisis data dengan menggunakan perangkat lunak dan membandingkan data populasi di perairan hulu sungai brantas dengan populasi Malang, Banyuwangi, dan Lumajang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman genetik Channa gachua populasi Mojokerto tergolong rendah (h=2; hd=0,286; dan π=0,00131). Nilai keragaman yang rendah ini menjadikan Channa gachua populasi Mojokerto tidak dapat dijadikan indukan. Keragaman yang rendah menyebabkan rendahnya kelangsungan hidup ikan. Channa gachua populasi Mojokerto sebaiknya dipasangkan dengan populasi yang lain untuk mendapatkan sifat indukan yang unggul yang selanjutnya dapat dilakukan restocking di perairan DAS Brantas. Rendahnya keragaman genetik dapat disebabkan oleh terbatasnya aliran gen di perairan DAS Brantas Mojokerto. Diferensiasi genetik populasi Mojokerto dengan populasi Pembanding di Jawa Timur menunjukkan tingkat diferensiasi genetik yang tinggi sehingga aliran gen cukup rendah. Tingkat diferensiasi genetik terendah pada populasi Mojokerto dan populasi Malang, walaupun demikian tingkat diferensiasi kedua populasi tersebut masih tergolong sangat tinggi. Secara umum, seluruh populasi dapat dikatakan sebagai populasi yang berbeda. Perlu diadakan penelitian selanjutnya mengenai konservasi serta pemuliaan induk dengan perkawinan induk antar populasi dalam pemuliaan induk untuk mendapat sifat unggul dan melakukan kegiatan restoking di perairan untuk menjaga populasi ikan gabus.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520080129
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.3 Culture of cold-blooded vertebrates > 639.31 Fish culture in fresh water
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Manajemen Sumberdaya Perairan
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182557
Text
Fachreza Gusti Hamurdana (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item