BKG

-, Kusairi (2020) Identifikasi Biaya Transaksi Dan Implikasinya Terhadap Kemandirian Petani Garam (Studi Kasus Di Desa Pesanggrahan Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan). Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Biaya transaksi adalah biaya yang muncul di luar biaya produksi, biasanya terjadi dalam melakukan pencarian informasi, dan pertukaran dalam setiap melakukan transaksi. Biaya transaksi juga bisa terjadi akibat adanya negoasiasi dalam proses penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi biaya transaksi dan implikasinya terhadap kemandirian petani garam di Desa Pesanggrahan Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan melakukan catatan lapang. Penelitian ini memiliki dua jenis informan yaitu informan kunci dan informan pendukung. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat biaya transaksi berupa 1) Informasi Asimetris “Harga Garam” dan “Pembuatan Surat Jalan” antara petani dan pabrik garam. 2) Negosiasi antara petani dengan pemilik surat (Kuantitas dan Waktu Penjualan) dan pemilik surat dengan Pabrik Garam (Kuantitas dan Harga Garam). 3) Ketentuan Kontrak Petani Harus Memiliki surat jalan. Adanya biaya transaksi menyebabkan para petani memiliki ketergantungan terhadap pemilik surat dan mereka juga harus membayarnya setiap kali melakukan transaksi jual beli. Akibatnya petani garam di Desa Pesanggrahan tidak bisa mandiri.

English Abstract

Transaction costs are those paid aside from production costs, usually from information gathering activities, exchanges during transactions, and negotiations. The purpose of this study is to identify transaction costs and their implications to the independency of salt farmers in Pesanggrahan village of Kwanyar sub-district in Bangkalan regency. The data of this qualitative research was gathered from fieldnotes and interviews with key and supporting informants. This study finds transaction costs in forms of (1) Asymmetrical Information between salt farmers and salt companies in salt price and deliver order issuance, (2) negotiations between farmers and delivery order owners regarding goods quantity and selling time and between delivery order owners and salt companies regarding goods quantity and price, and (3) the contractual regulations that farmers must have delivery orders. The transaction costs make farmers depend on the delivery order owners and pay them for each transaction. As a result, salt farmers in Pesanggrahan village become dependent.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: 0420020002
Uncontrolled Keywords: Biaya transaksi (informasi asimetris, negosiasi, kontrak), kemandirian petani garam, Transaction costs (asymmetrical information, negotiation, contract), salt farmer independency
Subjects: 300 Social sciences > 338 Production > 338.5 General production economics > 338.51 Costs
Divisions: S2 / S3 > Magister Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182502
Text
176020100011008 - Channel_Sinau Bareng.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item