BKG

Karimah, Novarin Nur (2020) Pengaruh Pemberian Fitobiotik Tepung Daun Bidara Laut (Ziziphus mauritiana) Pada Pakan Terhadap Kualitas Fisik Daging Itik Hibrida. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Peternakan itik pedaging saat ini masih menggunakan pakan komersil untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak dengan harga yang relatif mahal yaitu mencapai 70% dari biaya produksi. Feed additive merupakan pakan pelengkap yang ditambahkan di dalam pakan ternak dalam jumlah sedikit. Belakangan ini penggunaan tumbuhan sebagai pakan aditif cenderung meningkat sebagai pengganti bahan kimia dan obat-obat sintetik seperti antibiotika karena penggunaan antibiotika dapat berpengaruh negatif seperti munculnya mikroorganisme resisten. Pakan aditif yang akan digunakan dalam hal ini adalah daun bidara laut (Ziziphus mauritiana). Penelitian mulai dilaksanakan pada tanggal 12 September 2019 sampai dengan 23 Oktober 2019 di Desa Tegalgondo Kecamatan Karangploso, Malang dan pengambilan data kualitas fisik daging dilakukan pada tanggal 24 Oktober sampai dengan 12 November 2019 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dan Laboratorium Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh pemberian fitobiotik daun bidara laut (Ziziphus mauritiana) sebagai aditif pakan terhadap kualitas fisik daging itik yang dihasilkan meliputi pH daging, Water Holding Capacity (WHC), cooking loss dan warna daging pada itik hibrida. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 192 ekor itik hibrida. Kandang yang digunakan dalam penelitian yaitu kandang open house dengan sistem litter yang sudah diberi sekatan. Ukuran masing-masing sekat yaitu 100 x 100 x 70 cm. Jumlah sekatan yang dibuat sebanyak 24 sekatan yang diisi dengan itik pedaging masing-masing 8 ekor. Kandang dilengkapi dengan satu buah tempat pakan, tempat minum, lampu penerangan dan litter yang digunakan berupa sekam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan in vivo. Analisis statistik menggunakan ANOVA dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan meliputi pakan basal + 0 % fitobiotik (P0); pakan basal + 0,20 % fitobiotik (P1); pakan basal + 0,25 % fitobiotik (P2) dan pakan basal + 0,30 % fitobiotik. Apabila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD) Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan fitobiotik daun bidara laut pada pakan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pH daging, Water Holding Capacity (WHC), cooking loss dan warna daging. Rata-rata pH daging dari yang tertinggi pada perlakuan P1= 5,51; P2= 5,49; P3= 5,48 dan P0= 5,43. Rata-rata WHC daging dari yang tertinggi pada perlakuan P1= 28,53%; P2= 27,30%; P3= 27,21% dan P0= 27,04%. Rata-rata cooking loss daging dari yang tertinggi pada perlakuan P0= 30,79%; P2= 29,09%; P3= 28,35%; dan P1= 27,89%. Rata-rata kecerahan daging dari yang tertinggi pada perlakuan P3= 36,23; P2= 35,77; P0= 33,63 dan P1= 33,53. Rata-rata kemerahan warna daging dari yang tertinggi pada perlakuan P0=19,17; P3=18,27; P2=18,20 dan P1=18,07. Rata-rata kekuningan warna daging dari yang tertinggi pada perlakuan P0=13,83; P2=12,80; P3=11,83 dan P1=11,70. Pemberian fitobiotik daun bidara laut (Ziziphus mauritiana) sampai dengan level pemberian 0,30% dalam pakan tidak meningkatkan nilai kecerahan warna, namun meningkatkan nilai pH dan WHC serta menurunkan nilai cooking loss, warna kemerahan dan warna kekuningan pada daging itik. Kualitas fisik daging itik terbaik dengan penambahan fitobiotik daun bidara laut pada level pemberian 0,20%. Perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai fitobiotik daun bidara laut untuk itik hibrida dengan menguji TPC (Total Plate Count) pada saluran pencernaan itik hibrida agar dapat membuktikan peran daun bidara laut sebagai antimikroba.

English Abstract

The research was aimed to investigate the effect of addition phytobiotics in basal feed to the physical quality of meat in hybrid duck. Hybrid duck used for research were 192 bird. The method used in this research was field experimental with Completely Randomized Design (CRD) using 4 treatments and 6 replications, there were basal feed + 0% phytobiotics (T0); basal feed + 0.20% phytobiotics (T1); basal feed + 0.25% phytobiotics (T2) and basal feed + 0.30% phytobiotics (T3). The variables measured were pH, WHC, cooking loss and meat color in hybrid duck. Data collected in MS. Excel and analyzed by using ANOVA of CRD, if there were significant effect then tested by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The result showed that the addition of phytobiotics in basal feed to the physical quality of meat not significantly affect (P>0.05) pH, WHC (%), cooking loss (%) and meat color in hybrid duck. The addition of phytobiotics up to level of 0.30% in basal feed does not affected to the value of pH, WHC, cooking loss and color in hybrid duck.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520050107
Uncontrolled Keywords: phytobiotics, basal feed, hybrid duck, physical quality
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.5 Chickens and other kinds of domestic birds > 636.59 Other poultry > 636.597 Ducks > 636.597 3 Ducks (Care, feeding, training, veterinary medicine)
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182470
Text
Novarin Nur Karimah.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item