BKG

Sanjono, Kelvin Yoken (2020) Efek Pemberian Sepiolite dan Tepung Tomat dalam Pakan dengan Jagung Terkontaminasi Aflatoksin Terhadap Karakteristik Karkas Ayam Pedaging. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Aflatoksin merupakan salah satu jenis mikotoksin beracun yang merupakan hasil dari metabolisme sekunder kapang Aspergillus flavus dan Aspergillus parasiticus yang mencemari komoditi pertanian dan dapat menimbulkan penyakit bahkan kematian pada ayam pedaging. Jagung adalah salah satu bahan pakan yang sangat mudah rusak dan tercemar oleh aflatoksin. Sepiolite berfungsi sebagai pengikat / binder yaitu mengikat aflatoksin yang ada di dalam pakan yang selanjutnya akan ikut terbuang bersamaan dengan ekskreta sehingga cemaran toksin pada tubuh unggas tidak akan terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian sepiolite dan tepung tomat pada pakan dengan jagung terkontaminasi aflatoksin terhadap karakteristik karkas ayam pedaging. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi kepada sivitas akademis, peternak maupun industri perunggasan tentang efek pemberian sepiolite sebagai aflatoxin binder dan tepung tomat sebagai antioksidan pada pakan dengan jagung terkontaminasi aflatoksin terhadap karakteristik karkas yang meliputi bobot karkas, persentase karkas, persentase daging dada, persentase daging paha, persentase lemak abdominal dan warna kaki ayam pedaging. Materi yang digunakan adalah 112 ekor DOC ayam pedaging unsexed dengan kode dagang MB-202 Platinum yang diproduksi oleh PT. Multibreeder Adirama Indonesia. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari empat perlakuan dan direplikasi menjadi empat ulangan. Perlakuan yang diberikan meliputi kontrol positif yaitu jagung dengan aflatoksin dibawah 50 ppb (P0), kontrol negatif dengan jagung terkontaminasi aflatoksin diatas 50 ppb (P1), kontrol negatif + 0,25% sepiolite (P2), dan kontrol negatif + 0,25% sepiolite + 1,5% tepung tomat (P3). Variabel yang diukur adalah bobot karkas, persentase karkas, persentase daging dada, persentase daging paha, persentase lemak abdominal dan warna kaki. Hasil yang didapat ditabulasi dalam microsoft excel untuk dianalisis one way analysis of variance dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan apabila terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan (P<0,05) dilanjutkan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian yang dilakukan dengan menambahkan sepiolite dan tepung tomat pada pakan menunjukkan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot karkas tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase karkas, persentase daging dada, persentase daging paha, persentase lemak abdominal dan warna kaki. Rataan bobot karkas yang didapat adalah P0 (981,25±31,64) g/ekor, P1 (526,25±94,45) g/ekor, P2 (774,25±53,68) g/ekor, dan P3 (805,75±102,99) g/ekor. Rataan persentase karkas yang didapat adalah P0 (65,52±3,15)%, P1 (61,75±4,46)%, P2 (66,59±5,37)%, dan P3 (64,78±5,58)%. Rataan persentase daging dada yang didapat adalah P0 (24,61±1,70)%, P1 (21,68±0,49)%, P2 (22,33±1,75)%, dan P3 (22,46±4,09)%. Rataan persentase daging paha yang didapat adalah P0 (16,54±5,26)%, P1 (16,06±4,37)%, P2 (20,73±7,67)%, dan P3 (21,18±6,05)%. Rataan persentase lemak abdominal yang didapat adalah P0 (1,58±0,37)%, P1 (1,44±0,70)%, P2 (1,42±0,46)%, dan P3 (1,33±0,37)%. Rataan warna kaki yang didapat adalah P0 (104±0,82), P1 (103±0,50), P2 (103±0,82), dan P3 (104±0,50). Hasil yang didapat menunjukkan bahwa pemberian sepiolite dengan atau tanpa dikombinasikan tepung tomat dapat mempengaruhi peningkatan bobot karkas dan cenderung menunjukkan karakteristik karkas yang lebih baik. Disimpulkan bahwa penggunaan sepiolite dan tepung tomat pada pakan dengan jagung terkontaminasi aflatoksin diatas ambang batas standar SNI (>50 ppb) dapat meningkatkan bobot karkas tetapi tidak merubah kualitas karkas yang lain pada ayam pedaging. Saran yang dapat diberikan pada penelitian ini adalah jika menggunakan pakan dengan jagung terkontaminasi aflatoksin hingga 102,5 ppb dapat menggunakan sepiolite sebanyak 0,25% dan tepung tomat sebanyak 1,5%.

English Abstract

The experiment was conducted to investigate effect of sepiolite and tomato powder on carcass characteristic of broiler chicken fed aflatoxin contaminated corn. The method was in vivo experiment set in Completely Randomized Design (CRD). A total of one hundred twelve unsexed DOC Lohmann broiler were randomly distributed into four treatments and four replications. The treatments given were positive control (P0), negative control (P1), negative control + 0.25% sepiolite (P2), and negative control + 0.25% sepiolite + 1.5% tomato powder (P3). The variables measured included carcass weight, carcass percentage, breast meat percentage, whole leg percentage, abdominal fat percentage, and colour of shank. The data were analyzed with ANOVA and if there was significant effect, continued with Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The result showed that there is a significant difference effect (P<0.01) among the treatments on carcass weight, but it is not significant by affected (P>0.05) carcass percentage, breast meat percentage, whole leg percentage, abdominal fat percentage, and colour of shank. Conclusion of this research was addition of 1.5 % tomato powder and 0.25% sepiolite on aflatoxin contaminated feed could improve carcass weight, but could not change other parameters of carcass quality.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520050073
Uncontrolled Keywords: broiler, sepiolite, tomato powder, aflatoxin.
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.5 Chickens and other kinds of domestic birds > 636.59 Other poultry > 636.597 Ducks > 636.597 3 Ducks (Care, feeding, training, veterinary medicine)
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182326
Text
Kelvin Yoken Sanjono.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item